Pembicarane Ulil Abshor, Moferatore Malja Abror ko kepinuk nang.. Menisan wahe seng ngawe laporan ngko Mba Umdah, juru potrete Iben...heheheh
In nature threre’s no blemish but the mind None can be called deformed but the unkind (William Shakersphare) Regard,Slamet Thohari --- On Fri, 8/21/09, saidiman saidiman <[email protected]> wrote: From: saidiman saidiman <[email protected]> Subject: [kmnu2000] Tadarrus Ramadan JIL: "Mengaji 'Muqaddimah' Ibn Khaldun" To: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], "Gus Dur" <[email protected]>, [email protected] Date: Friday, August 21, 2009, 9:43 AM Tadarrus Ramadan JIL "Mengaji Muqaddimah Ibn Khaldun" Tempat: Teater Utan Kayu. Jl. Utan Kayu, 68-H A. Teori Masyarakat Ibnu Khaldun Narasumber: Novriantoni Kahar dan Ihsan Ali Fauzi. Moderator: Anick HT. Senin, 24 Agustus 2009. Pukul 19.00-21.30 WIB. B. Teori Negara Ibnu Khaldun Narasumber: Luthfi Assyaukanie dan Akhmad Sahal. Moderator, Saidiman. Jum’at, 28 Agustus 2009. Pukul 19.00-21.30 WIB. C. Teori Pengetahuan Ibnu Khaldun Narasumber: Ulil Abshar Abdalla dan Muhammad Machasin Moderator: Malja Abrar. Kamis, 3 September 2009. Pukul 19.00-21.30 WIB. Abdurrahman ibn Khaldun (Tunisia 1332-1406 M. /732-808 H.) adalah pemikir Islam cukup berpengaruh. Sekalipun lama malang-melintang dalam birokrasi pemerintahan dan dunia politik, ia sempat menulis sebuah buku sejarah berjudul al-`Ibar (7 jilid). Jilid pertamanya bertitel Muqadimmah. Banyak pihak menilai, kitab Muqaddimah yang telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, baik di Timur maupun di Barat, merupakan kontribusi penting bagi pengembangan ilmu sejarah dan sosiologi. Di bagian awal buku ini, dia sudah berkata bahwa “sejarah berakar kuat dalam filsafat. Sejarah patut dipertimbangkan sebagai cabang dari filsafat”. Menurutnya, sejarah tidak lain adalah “narasi tentang perkumpulan manusia (ijtima`) yang merupakan habitus (`umran: peradaban) dunia yang terorganisasi. Ia kemudian memunculkan dua jenis masyarakat; pedalaman (badawah) dan perkotaan (hadlarah). Dari situ lalu muncul konsep ashabiyah. Dua jenis masyarakat itu memiliki karakter, watak, kecenderungan, pekerjaan berbeda. Lalu, jenis ilmu yang dibutuhkan masing-masing pun menjadi berbeda. *) Diskusi diawali dengan buka puasa bersama yang telah disediakan Jaringan Islam Liberal. Kontak Person: 081586199143 New Email names for you! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/ [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
