http://jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=86620
[ Jum'at, 21 Agustus 2009 ]
NU-Muhammadiyah Puasa Mulai Besok

JAKARTA - Tahun ini dipastikan tidak ada perbedaan penetapan awal Ramadan.
Sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni kemarin
petang memutuskan awal puasa jatuh pada Sabtu 22 Agustus.

Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan fakta bahwa hilal yang
menandai bulan baru tidak bisa dilihat melalui rukyat. ''Karena itu, jumlah
bulan Syakban disitikmalkan (digenapkan, Red) menjadi 30 hari dan satu
Ramadan 1430 Hijriah jatuh pada hari Sabtu,'' jelas Maftuh ketika membacakan
hasil sidang di Kantor Depag, Jalan Lapangan Banteng, kemarin.

Dia juga menetapkan Badan Hisab dan Rukyat (BHR) yang beranggota wakil-wakil
ormas serta ahli astronomi sebagai lembaga tetap penyelenggara hisab dan
rukyat. ''Selanjutnya, badan yang telah kita tetapkan sebagai lembaga tetap
sejak 14 Juli 2009 itu akan menjadi satu-satunya yang berhak mendukung
penentuan penanggalan dalam hari besar Islam,'' kata pria asal Klaten
tersebut.

Sidang itu juga dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika M. Nuh, Ketua
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr Umar Shihab, Wakil Ketua Komisi VIII
DPR Said Abdullah, pimpinan ormas-ormas Islam, para duta besar dan wakil
negara sahabat, serta anggota Badan Hisab dan Rukyat Depag.

Maftuh menuturkan, pihaknya menyetujui BHR untuk melakukan sidang hisab
maupun rukyat setiap bulan sebagaimana usul Nahdlatul Ulama (NU) dan
Muhammadiyah. ''Saya setuju sidang dilakukan setiap bulan. Kalau perlu
mengundang pihak yang berbeda,'' ujarnya.

Tahun ini, pemantauan rukyat dilakukan di sembilan titik di seluruh
Indonesia menggunakan teropong canggih. Pemantauan tersebut dilakukan di
Pantai Lhoknga (Aceh), Boscha (Bandung), Pelabuhan Ratu (Sukabumi), Gresik,
Lamongan, Semarang, Kupang, Ternate, dan Makassar.

Pada kesempatan tersebut, Ketua BHR Muchtar Ilyas menyampaikan hasil
pemantauan di seluruh Indonesia. Dia menyebutkan, perhitungan data hisab
yang dihimpun Direktorat Jenderal Bimas Islam dari 29 titik pemantauan di
seluruh Indonesia menyatakan bahwa ijtimak 29 Syakban 1430 H/2009 M
bertepatan pada Kamis, 20 Agustus 2009.

Data pendukungnya menyatakan bahwa ketinggian hilal masih di bawah ufuk
berada pada posisi -3 derajat, 10 menit sampai 0 derajat, 30 menit. ''Saat
matahari terbenam pada tanggal tersebut di seluruh Indonesia, posisi hilal
berada di bawah ufuk, sehingga tidak mungkin bisa dilakukan rukyat,'' ujar
pria yang juga menjabat direktur urusan agama Islam Depag itu.

Ahli astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB) Taufik Hidayat
mengungkapkan, dari pengamatan di sembilan kota, yakni Merauke (Papua),
Ternate (Ambon), Kupang (NTT), Makassar (Sulsel), Semarang (Jateng), Tanjung
Kodok (Lamongan, Jatim), Condro Dipo (Gresik, Jatim), Lhoknga (Aceh), dan
Bandung (Jabar), hilal masih negatif.

Ketua Lajnah Falaqiah NU Ahmad Ghazali Masruri tampak memprotes Muhammadiyah
yang mengeluarkan keputusan terlalu dini terkait jatuhnya awal Ramadan.
Secara implisit, dia mengingatkan agar semua ormas menghormati pemerintah
dengan tidak terburu-buru mengeluarkan hasil hisab maupun rukyat sebelum
sidang isbat.

Dia mencontohkan, sejak NU didirikan, pedoman yang dipakai adalah
rukyatulhilal yang didukung data hisab. ''NU juga melakukan hisab karena
punya kalender. Tapi, hisab itu perlu dikoreksi dengan rukyat. Jadi, kami
harap menghormati pemerintah dan tentunya forum sidang isbat,'' ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, wakil Muhammadiyah, Abdul Fatah Wibisono,
mensyukuri keputusan pemerintah yang menetapkan awal Ramadan pada 22
Agustus. Sebab, Muhammadiyah mengeluarkan keputusan tersebut dengan isi yang
serupa sejak beberapa pekan lalu. ''Kami juga setuju usul NU agar
rukyatulhilal dilakukan setiap bulan,'' kata wakil sekretaris Majelis Tarjih
Muhammadiyah tersebut tanpa menanggapi protes NU.

Wakil Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Jamaluddin
mengkhawatirkan seringnya terjadi perbedaan penentuan awal Ramadan dan 1
Syawal. Dia pun mengusulkan agar Depag secepatnya menyusun formula untuk
''mendamaikan'' perbedaan tolok ukur antara NU-Muhammadiyah.

Terutama, potensi terjadinya perbedaan awal Ramadan dan Idul Fitri mungkin
akan muncul tahun depan. ''Kalau kriterianya masih seperti ini, tahun depan
bisa terjadi perbedaan,'' ujarnya. (zul/iro)



------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke