Assalamu'alaikum wrwb
Bismilahirrahmanirrahiim,

Dalam menentukan hukum2 Syariat Islam, kalau ulama2 berbeda pendapatnya dalam 
memahami syariat Islam, hukum2 Islam, maka kembalilah kepada Al Quran. Karena 
Al quran lah yang dapat menyatukan umat Islam, dan Al quran adalah suci dan 
dijamin oleh ALLAH kesuciannya dari pada hadits2 dan kitab2 riwayat2 nabi dan 
sahabat2.

Agar umat Islam yang terdiri dari bermacam macam Firqoh Islam, kita boleh 
berbeda berkeyakinan dan berbeda menentukan "Awal ramadahan", namun sebaiknya 
mengikuti Ulil amri yaitu pemerimntah,karena ALLAH memperingatkan Rasul seperti 
ayat dibawah ini;

QS.4:59. Ikutlah ALLAH dan Rasul (Agama)dan ikutilah ulil amri di antara kamu 
(pemerintahan).

Dari ayat ini jelaslah sebaiknya umat Islam memulai awal puasa apa yang telah 
ditetapkan oleh Pemerintah.

Kalau yang berkuasa (ulil Amri) dari golongan NU, maka semua Firqoh2 Islam 
haruslah mengikuti pemerintah, kalau pemerintah bukan dari golongan NU, maka NU 
juga mengikuti pemerintah. Itulah yang disebut demokrasi, yang kalah harus 
mengakui yang majoritas, sebagai sifat sportif., tapi hak2 minoritas tidak 
boleh ditindas oleh mojoritas.
misalnya minoritas tidak ingin mengikuti pemerintah, itu adalah haknya.

Ingat! Ini bukan paksaan, bukan di buat undang2, tapi adalah anjuran, 
mengingatkan saja. semua golongan2 dlm islam merdeka menjalan keyakinan 
beragamanya. Biarlah ALLAH saja nanti yang akan mengadili kita semua,siapa yang 
benar dan siapa yang sesat.Tugas kita semua hanya mengingatkan saja.Seperti 
ayat dibawah ini.

Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar 
dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan 
saling berpesan itu) adalah golongan kanan. QS 90:17-18

Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan "Selamat Berpuasa, mohon maaf lahir 
bathin kalau ada artikel2 saya yang kurang berkenan di hati pembaca."

Semoga kita semua umat Islam yg berbeda beda ini mari bersatu menjalankan 
ibadah puasa dgn ikhlas seikhlas ikhlasnya, tanpa ada paksaan dari pihak 
lainnya, dan semoga ALLAH memberikan kita rahmatNYa yang tidak terhingga.

Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah 
Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk 
mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu 
ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".QS 27:19.

Wassalamualaikum wrwb.

http://www.islamliberal.net/

Kirim email ke