Mari kita bersama sama dengan Organisasi Islam NU,Muhammadiyah dan JIL merapatkan barisan untuk menjaga agama islam dari cemaran2 kekerasan dan teroris, serta menjaga budaya bangsa Indonesia yg dulu terkenal dgn keramahatamahannya dan toleransinya.
Bukan tugas polisi saja, tapi tugas kita semua. Gol.Islam liberal sudah lama menentang Idiologi kekerasan atas nama agama. Kami sudah lama memberikan dakwah islam yang santun dan bertanggung jawab,walaupun kami sampai di haramkannya oleh MUI. Wassalam ****************************************************************8 Jubir Presiden: Pengawasan Dakwah demi Perlindungan Selasa, 25 Agustus 2009 09:23 Jakarta, NU Online. Masalah pengawasan dakwah oleh kepolisian adalah upaya perlindungan pemerintah terhadap warga negaranya. Hal itu dilakukan untuk mencegah terorisme, kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (24/8). ''Yang jelas, dalam sebuah negara demokrasi, ada aparat keamanan yang bertugas melakukan perlindungan terhadap warga negara,'' katanya. Mallarangeng menyebutkan, Jakarta baru saja mendapatkan serangan bom yang motivasinya berkaitan dengan tafsir-tafsir agama tertentu yang tidak pas. Apa pun motivasinya, imbuhnya, terorisme tak dibenarkan dan menjadi musuh bersama. ''Itu tugas negara lakukan perlindungan. Bagaimana polisi melakukan perlindungan, mengejar pelaku-pelaku terorisme, itu jadi domain kepolisian dan tentu dilakukan berdasarkan UU dan diatur dalam peraturan pengamanan,'' jelas Mallarangeng dikutip dari Republika Online. Karena itu, tambahnya, tak perlu ada yang merasa diawas-awasi. ''Apalagi kalau tidak terlibat gerakan terorisme, tak perlu takut diawas-awasi.'' Sampai saat ini, lanjut Mallarangeng, belum ada protes mengenai hal itu. ''Yang ada sekarang kita mengejar pelaku terorisme, melakukan perlindungan terhadap warga negara di mana pun mereka berada.'' (rif)
