Dengan cara berbeda, dalam kumpulan tulisan saya, ada disebutkan kurang lebih 
intisarinya begini:

Pertama: makna rohmatan lil-alamin, menjadi rohmat bagi semua alam,
kedua: kemuliaan adalah bagi Allah, RosulNya da mukminin

Keduanya sudah melekat pada identitas keimanan yang ada di dada. Untuk itu, 
kita tidak perlu khawatir lagi untuk kehilangan keduanya selama iman itu masih 
ada. Jadi, tinggallah kini kita berbuat dengan perbuatan yang tidak 
mencerminkan ketakutan dengan sirnanya kemulian.

Perbuatan yang mencerminkan ketakutan akan menimbulkan sikap yang psikopat, 
melihat orang yang berbeda seperti melihat iblis... dengan begitu nampak sekali 
pada diri orang tsb tidak adanya kemuliaan. Jangan kan untuk mencerminkan 
sebuah kemuliaan... untuk mencerminkan sikap yang lebih dari itu.. yaitu 
penebar rohmat bagi alam... sangat jauh dari diharapkan.

Ayat yang Pak Latif ungkapkan tingkatnya lebih tinggi lagi.... tuntutan dari 
pemikiran saya hanya tunjukkan bahwa diri kita tidak sebagai orang yang dalam 
ketertekanan... ketertindasan.... Melainkan tunjukkan bahwa diri kita sudah 
dalam jaminan dengan adanya iman... setelah itu bukannya mengkhawatirkan yang 
tidak perlu ... melainkan tunjukkan bahwa kita orang yang mulia... dengan cara 
bersikap yang mulia.. cara memandang yang mulia.. cara menerima yang mulia... 
cara memberi yang mulia... setelah itu barulah kita bisa menunjukkan 
sikap-sikap yang relevan dengan ayat yang Pak Latif posting... dan kemudian... 
barulah terbukti bahwa kita adalah rohmatan lil-alamiin.

Dari tulisan saya pun disinggung sebuah diskusi:
Saya menuliskan, bahwa tindakan protes kita terhadap pengartunan Nabi di Eropa 
jangan lah datang dari perasaan bahwa kita harus membela Nabi.
Saya nyatakan, maksud pembelaan itu absurd...nol besar... karena sudah berapa 
banyak nabi dan rosul dihina orang-orang... tetapi tidak ada yang mampu membela 
mereka... Hanya Allah lah sang pembela... kemulian telah ditentukan oleh Allah 
untuk para nabi dan rosul... karena itu tidak ada perlu pembelaan dari makhluk 
tolol seperti kita... makhluk bodoh seperti kita...

Yang kita lakukan dengan protes terhadap pengartunan adalah semata-mata kita 
membela kepercayaan kita... kita membela diri kita sendiri dalam memiliki 
kepercayaan.... Inilah makna demokrasi, yakni bahwa kita harus membela apa yang 
kita akui sebagai hak kepercayaan dan kemuliaan kita bersamaan dengan kita 
harus menghormati hak kepercayaan dan kemuliaan orang lain.

Kalau kita tidak membela kepercayaan kita... berarti kita setuju dengan 
tindakan anti demokratis (anarkhis) dari orang lain terhadap kepercayaan 
kita... Dalam alam demokrasi... take and give harus seimbang... ketika kita 
take dari orang lain itu harus seimbang dengan kita give kepada orang lain.

Wallahu a'lam.




________________________________
From: latifabdul777 <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, August 27, 2009 10:11:54 AM
Subject: [kmnu2000] Renungan H-5. Undang2 Anti diskriminasi terhadap; 
race,gender,religion,age etc.

  
Assalamu'alaikum wrwb.
Bismilahirahmanirra hiim.

Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap 
orang-orang yang tiada memerangimu( siapa saja, agama apa saja,bangsa apa saja 
) karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah 
menyukai orang-orang yang berlaku adil. 

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu 
menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah 
sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku 
tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan 
bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu 
kerjakan. QS 5:8.

Saya belum pernah membaca dan mendengarkan guru2 agama, ulama2 mengupas ayat 
diatas tersebut, apakah anda pernah? Kalau pernah mohon di postkan apa 
maknanya? apakah sependapat dengan saya?

2 Ayat tersebut sangat seknifikan sekali maknanya, dalam menyilami Rahasia2 
ALLAH, dan saya hubungi dengan Undang2 Anti Diskriminasi Amerika, saya yakin 
sekali bahwa ayat tersebut sesungguhnya sama dgn undang2 Anti Diksriminasi yang 
di buat oleh ahli2 hukum Amerika(by congres America)

Coba anda perhatikan ayat tersebut; "jangan sekali kali kebencianmu terhadapat 
sesuatu kaum( gender,race, religion, age and disbility)mendorong kamu tidak 
berlaku adil.

Pada ayat pertama dijelaskan: ALLAH tidak melarang berlaku adil kepada siapa 
saja( race, gender, religion, nation ,ages) asalkan mereka TIDAK MEMERANGI 
kamu, dan tidak mengusirkamu dari rumah2mu.

Kesimpulan bahwa ALLAH swt melarang umat Islam berlaku diskriminasi terhadapat 
siapa saja, kecuali orang2 yang memerangi pepemerintah dan mengusir dari 
rumah2nya.

Terhadap siapa saja artinya termasuk umat non Islam, anti Tuhan, semua warga 
negara Indonesia, baik pribumi maupun non pribumi,termasuk semua firqoh2 Islam 
yang berbeda beda.

Undang2 Anti Diskriminasi Amerika; Melarang berlaku diskriminasi karena; 
agama,faith, suku, bangsa,gender, umur, warna kulit , dan orang2 cacat. Semua 
diperlakukan dengan adil, justice for all.

Kami tinggal di Amerika,dgn 7juta umat islam merasakan sekali undang2 Anti 
diskriminasi Amerika itu melindungi kami umat islam terutama, baik di kantor2 
swasta,pemerintah, dan kami meredeka berdakawah dan mejlankan ibadah kami 
masing2.

Kalau ada terjadi dan terdengar di amerika masih ada diskriminasi, itu adalah 
perbuatan2 perorangan bukan intitute. Semua bersih dari anti diksriminasi, 
tentu tidak mungkin, karena di Amerika masih ada golongan2 fundamentalis 
Protestan Radikal yang membenci Islam dan juga orang2 berkulit putih yang masih 
benci dengan kulit berwarna.Namun jumlahnya sudah mengecil setiap 
tahun.Ternyata buat pertama kali Obama bisa menjadi President Amerika.

Kalaulah benar makna yang saya postkan itu, berarti negara2 Islam terutama 
Saudi masih belum mentaati perintah ALLAH tersebut.
Sampai sekarang kita melihat 2 juta umat Islam syiah masih diperlakukan 
diskriminasi, dan orang2 non Islam apalagi.

Di Indonesia, 500.000 umat Islam ahmadiyah masih diperlakukan diskriminasi.

Marilah kita renungkan ayat2 tersebut diatas,semoga ALLAH memberikan hidayah 
dan ilmu yang benar buat kita semua.amin.

Wassalamu'alaikum wrwb.

Tambahan.
Ham juga bersumber dari Al Quran, subhanallah;
http://latifabdul. multiply. com/journal/ item/282





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke