*Berita Utama *

[ Rabu, 16 September 2009 ]

*Yenny Wahid-Dhohir Farisi yang Segera Mengakhiri Masa Lajang (2-Habis) *

*Pakai Sendok Garpu Pertanda Jadi Orang Besar *

Orang tua Dhohir Farisi sempat menangis ketika diberi tahu bahwa anaknya
akan menikah dengan Yenny Wahid, putri Gus Dur. Mere­ka terharu bercampur
bangga. Bagaimana sikap keluarga atas rencana pernikahan tersebut?

*YATIMUL A.-M. FAHMI, Probolinggo*

---

*HATI* pasangan H Ma'ruf Hasyim dan Hj Ma'rufah, warga Perumahan Jatiasri,
Desa Ke­bonagung, Kraksaan, Kabupaten Proboling­go, sedang berbunga-bunga.
Salah seorang pu­tranya, Dhohir Farisi, bakal menjadi menan­tu KH
Abdurrahman Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Dur.

Faris, begitu Dhohir Farisi biasa disapa, ba­kal menikah dengan putri Gus
Dur, Zannuba Arifah Chafsoh atau karib dengan panggilan Yenny Wahid.
Pasangan itu akan menikah pada 15 Oktober mendatang.

Ma'ruf Hasyim dan Ma'rufah saat ini hanya tinggal berdua di Kraksaan. Empat
anaknya te­lah berkeluarga dan tinggal di luar daerah. ''Ada yang tinggal di
Jember dan di Jakarta,'' kata Ma'rufah kepada *Radar Bromo* (*Jawa Pos Group
*). Faris adalah satu-satunya yang ma­sih lajang dan lebih sering berada di
luar daerah.

Ma'ruf dan Ma'rufah memiliki lima putra. Yak­ni, Zainal Kamal, Faisol Reza
(mantan ak­tivis Partai Rakyat Demokratik/PRD), Ahmad Mastaba, Dhohir
Farisi, dan Roziqi. Fa­ris kecil mengawali pendidikan formal di Ma­drasah
Ibtidaiyah (MI) NU Kraksaan. Lulus MI, dia melanjutkan ke SMPN 2 Kraksaan.

Tamat SMP, Faris mulai keluar dari Kraksaan. Dia memilih merantau ke
Bangkalan untuk melanjutkan pendidikan SMA. Lulus SMA, dia masuk Fakultas
Filsafat UGM, Jogjakarta. Selepas kuliah, dia sempat tinggal di Italia
selama setahun. Dia mendapat beasiswa studi bahasa di sana.

Sebelum terjun ke politik dan bergabung dengan Partai Gerindra, Faris aktif
di salah satu perusahaan konsultan khusus lingkungan hidup di Jakarta. Pada
pemilu legislatif April lalu, dia menjadi caleg DPR dari daerah pemilihan
Jatim IV (Lumajang-Jember) dan berhasil lolos ke Senayan.

Ma'ruf dan Ma'rufah mengetahui kedekatan putranya dengan Yenny Wahid sejak
Juli lalu. Tapi, mereka hanya tahu dekat. ''Saya tidak tahu apakah sudah ada
hubungan atau tidak dengan Yenny. Yang jelas, Faris *ngasih* tahu
kedekatannya (dengan Yenny) sejak Juli itu,'' ungkapnya.

Pemberitahuan itu berlanjut. Beberapa pekan kemudian, Faris datang membawa
kabar yang membuat Ma'ruf dan Ma'rufah terharu. Yakni, dirinya telah
mempersunting Yenny. ''Mendengar perkataan anak saya itu, saya langsung
menangis. Alhamdulillah, akan ada anak ulama besar yang mendoakan saya
setelah saya meninggal nanti. Hanya itu yang saya sampaikan kepada Faris
saat itu,'' tutur Ma'ruf.

Tak sekadar mendengar kabar, kedua orang tua Faris juga langsung berangkat
ke Jakarta untuk sowan ke calon besannya. ''Ke sana (Jakarta) dalam rangka
bersilaturahmi kepada Gus Dur dan keluarga,'' ungkap Ma'rufah.

Kepada Faris, Ma'rufah banyak berpesan. Faris diminta tidak mencari
popularitas terkait pernikahannya dengan Yenny. ''Niat kamu karena ingin
menimba ilmu. Kalau cari popularitas, cari sendiri. Jangan *nebeng* ke orang
lain. Selain itu, Yenny itu adalah anak cucu pendiri NU dan ulama besar,''
tegas Ma'rufah menceritakan pesannya kepada Faris.

Keluarga petani tersebut berharap pernikahan putranya dengan Yenny diberkahi
Allah. ''*Ya* alhamdulillah anak saya dapat anak Gus Dur. Semoga menjadi
keluarga yang sakinah dan selalu dilindungi Allah,'' kata Ma'rufah berharap.


Bagaimana dengan persiapan pernikahan tersebut? Di Kraksaan, kata Ma'rufah,
tidak akan ada acara besar. Hanya selamatan nikah biasa. ''Ya, itu sudah
tradisi. Orang nikah pasti dan harus dirayakan, walaupun hanya sederhana.
Sebab, memang begitu adatnya. Kami mampu menyekolahkan lima anak saja sudah
perjuangan yang luar biasa,'' ungkap mantan pimpinan Fatayat NU Cabang
Kraksaan tersebut.

Untuk acara resepsi pernikahan nanti, memang ada keluarga dari Kraksaan yang
ikut ke Jakarta. Termasuk, Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin. Bahkan,
keluarga sudah membentuk panitia untuk mengorganisasi siapa saja yang bakal
berangkat ke Jakarta. ''Agar terorganisasi. Jakarta *kan* kota besar,''
tegas Ma'rufah.

Faris dilahirkan di Dusun Kampung Melayu, Kraksaan Wetan, Kecamatan
Kraksaan, 14 April 1976. Ma'rufah mengingat, semasa kecil, Faris punya
kebiasaan makan apa pun pakai sendok dan garpu.

''Waktu makan ketan juga pakai sendok dan garpu. Lalu, neneknya bilang,
'Semoga kamu nanti jadi orang besar yang kalau makan selalu pakai sendok dan
garpu','' ujar Ma'rufah menirukan perkataan nenek Faris saat itu.

Keluarga Faris masih memiliki ikatan darah dengan Bupati Probolinggo Hasan
Aminuddin (paman) dan keluarga Ponpes Syekh Abdul Qodir Al Jaelani, Rangkang
Kraksaan. Politikus kawakan PPP, Tosari Wijaya, juga masih terhitung sebagai
paman Faris.

Hasan Aminuddin juga punya peran mempertemukan Faris dengan Yenny.
Kepada *Radar
Bromo*, Hasan menjelaskan, Yenny dan Faris kali pertama bertemu dalam acara
istighotsah Partai Gerindra di gedung KONI Surabaya, Maret 2009.

Setelah pertemuan pertama itu, kata dia, Yenny dan Faris masih belum akrab.
''Saya sempat mengajak Faris ke Jakarta bertemu Gus Dur dan Yenny dalam
acara *ngopi* bareng,'' beber Hasan.

Saat itulah hubungan Yenny dan Faris semakin dekat. Keduanya sering
berkomunikasi. Apalagi, saat itu adalah masa-masa kampanye dan Yenny sering
menjadi jurkam Gerindra di Jatim. Faris sering sepanggung dengan Yenny saat
kampanye.

Keduanya pun semakin dekat. *Radar Bromo* juga pernah mendapati Yenny dan
Faris tampil berdua menyaksikan konser jazz gunung di Java Banana Cafe,
Sukapura, Probolinggo, 25 Juli lalu.

Bahkan, dalam acara itu, keduanya terlihat sempat bergoyang bareng mengikuti
iringan musik Kua Etnika yang tampil di acara tersebut. ''Saat itu mereka
sudah mesra,'' kata mantan ketua DPW PKB Jatim tersebut.

Hasan mengungkapkan, Faris-Yenny akan menikah di Jakarta pada 15 Oktober
mendatang. ''Insya Allah akad nikahnya di masjid Ciganjur, kediaman Gus
Dur,'' jelasnya.* (dilengkapi dian wahyudi jakarta/yud/nw)*


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke