http://jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=91954
[ Jum'at, 25 September 2009 ]
Pemerintah Malaysia Memicu Penganut Islam Radikal Lari ke Negara Tetangga

TUDINGAN bahwa pemerintah Malaysia memiliki peran dalam mengekspor terorisme 
ke Indonesia, tampaknya, cukup ber­alasan. Pasalnya, kebijakan pemerintah 
Ma­laysia kerap memicu larinya penganut Islam radikal ke negara-negara 
tetangga, ter­utama Indonesia.

Yang terbaru, negeri jiran itu melepaskan sejumlah tahanan kelas kakap yang 
mayoritas petinggi Jamaah Islamiyah (JI). Mereka selama ini ditahan tanpa 
dakwaan dan diadili dengan Undang-Undang (UU) Internal Security Act (ISA).

''Pembebasan tahanan tak semuanya diekspose kepada media. Ada yang memang 
ditutup-tutupi karena media di sini juga bisa dijerat dengan pasal ISA,'' 
terang seorang anggota kepolisian Malaysia kepada wartawan Jawa Pos di Johor 
kemarin (24/9).

Di antara daftar yang dimiliki Jawa Pos, terdapat salah satu tokoh 
karismatis di kalangan jaringan JI Mantiqi I, yakni Dr Abdullah Daud. Pria 
berusia 60 tahunan itu adalah rekan Noordin dan Dr Azhari ketika mereka 
sama-sama menjadi pensyarah alias dosen di Universiti Technology Malaysia 
(UTM).

Selain Abdullah, ada dua orang asal Indonesia, yakni Zainun Rasyhid dan 
Ahmad Ghafar Shahril. ''Mereka kini terus diawasi dan dapat kembali 
diamankan jika dirasa membahayakan keamanan negara,'' tegas sumber itu.

Juru bicara keluarga Noordin, Badarudin Ismail, justru berpendapat lain. 
Menurut dia, pangkal dari persoalan ini mengerucut pada kebijakan ISA yang 
diberlakukan pemerintah Malaysia. Menurut dia, menyebarnya tokoh jihadis 
yang dulu berada di Luqmanul Hakiem untuk berjihad di luar Malaysia, 
termasuk Dr Azhari Husin dan Noordin M. Top, juga akibat menghindari ISA.

''Itu sesuai apa yang disampaikan istri Dr Azhari kepada saya. Coba tidak 
ada ISA, pasti para mereka tetap berjihad di jalur dakwah di pesantren,'' 
tegas pria yang juga pernah menjadi tahanan ISA tersebut.

Badarudin menengarai bahwa kebijakan ISA memicu kemarahan sejumlah mantan 
jihadis yang kemudian lari ke Indonesia dan melancarkan serangan teror di 
sana. Indonesia menjadi pilihan karena memiliki jalur transportasi laut dan 
sistem keamanan imigrasi yang lebih lemah dibanding Malaysia maupun 
Singapura.

Seorang anggota JI, sebut saja namanya Abu Hurairah, mengatakan bahwa pasca 
kematian Noordin yang selama ini sangat aktif dalam bidang muaskar dan 
operasi jihad, gerakan sel JI mantan komando Noordin dkk akan lebih fokus 
pada tarbiyah dan ekonomi. ''Terutama memperkuat rekrutmen sel jihadis pada 
berbagai jenis profesi yang jumlahnya minimal 300 orang per wakalah,'' 
terangnya.

Pria itu mengaku mendapatkan informasi valid bah­wa kepastian tentang siapa 
yang menggantikan Noordin akan diputuskan setelah pemakaman. Sangat mungkin 
calon pengganti Noordin akan mengenyam tugas yang lebih berat karena harus 
terus beroperasi dengan lebih terstruktur, mengingat polisi sudah 
mengan­tongi daftar nama alumnus Pakistan, Afghanistan, dan alumnus 
pendidikan militer Mindanao. ''Informasi dari anggota JI propemerintah 
seperti Nasir Abbas juga membuat riskan pergerakan ini. Tapi, yang jelas, 
jihad masih belum tuntas,'' ujarnya. (*/iro)


__________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus signature 
database 4455 (20090924) __________

The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.

http://www.eset.com





------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke