Siklus air adalah simbol kesabaran atas konsensus alam. Air tidak
pernah mengeluh ketika dipanaskan ataupun didinginkan, bahkan dengan
dua kondisi itu ia bisa memberikan manfaat bagi orang orang yang
membutuhkannya, dan salah satu sifatnya adalah selalu mengikuti wadah
yang ditempatinya.
Namun kandungan air itu sendiri tidak berubah yang menunjukkan
keistiqomahan dan fleksibilitas air dalam beradaptasi. Seperti itulah
semestinya kita. Dimanapun berada kita harus selalu bisa menyesuaikan
diri, beradaptasi dan tidak mudah mengeluh terhadap kondisi yang
terjadi dan menimpa pada saat ini, bahkan lebih jauh lagi kita bisa
mengisi lingkungan tersebut dengan nilai nilai kebaikan dan tetap
memberikan konstribusi dalam keadaan apapun juga.Dan ketika kita
berinteraksi di dalamnya, dituntut juga untuk selalu memegang identitas
diri yang tidak akan berpengaruh dan bersekutu terhadap sesuatu
keburukan. Bagaikan air yang tak akan bercampur dengan minyak dan hanya
bercampur dengan bahan senyawanya.
Air juga tidak pernah bisa dibendung dan terbendung. Tertutup satu
jalan di depan, ia akan berusaha mencari jalan lain dan terus mencari
sampai jalan itu benar benar didapatinya. Air tidak pernah
menyia-nyiakan lubang bocor di ember atau di bak sekecil apapun. Ia
akan mengalir deras menuju kebebasan bergerak dan keberhasilan. Seperti
air tidak seharusnya kita sebagai manusia menyerah pasrah dan putus
asa, setiap kali membentur halangan dalam meraih cita cita.
Bagaikan air yang membuat batu berlubang ataupun yang mengikis karang,
dengan butiran butiran kecil ataupun desiran buih yang serempak tapi
terus menerus tanpa mengenal lelah ataupun berhenti sesaat selama masih
terdapat aliran. Begitupun seharusnya kita yang tak kan pernah berhenti
tuk selalu berusaha, sekeras apapun tantangan yang ada, jika kita
lakukan dengan kesabaran yang tulus dan keikhlasan tentu akan
memperoleh hasil. Dan usaha yang dilakukan terus menerus tak kenal
henti hingga ajal menjelang.
Belajarlah dari sifat air dalam kehidupan kita, Karena hidup adalah
bagaimana kita menulis dan memaknainya . Tapi memang Allah swt lah sang
Maestronya. Berjuanglah karena itu kita hidup. Jadikan sabar dan shalat
sebagai penolongmu, jadikan ikhlas sebagai niatmu, jadikan tawakal
sebagai pengingatmu. Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita
semua.
Wassalam,
Alhakimc,
Pinggir Sungai Siak, 26 Februari 2009,
NB : Kadang enak juga yach sambil merenung dipinggir sungai mengamati
buih yang berkejar kejaran. Subhanallah, sungguh besar ciptaanNya, yang
telah menciptakan bumi, lautan dan segala isinya.
Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail
ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
[Non-text portions of this message have been removed]