Terlambat sih tidak. Penelitian di area sesar besar Sumatra sudah cukup 
intensif, yang terakhir misalnya dalam kampanye penelitian GPS-GPS (Global 
Position Systems - Geodynamic Project in Sumatra) 1990 - 2000 ataupun dalam 
SuGAR (Sumatran GPS Array) yang masih berlangsung hingga saat ini. Tesis pak 
Danny itu sudah dipublikasikan sejak tahun 2000 dan statusnya free (artinya 
bebas didonlod dan dibaca) dari situsnya di Caltech. Jika kemudian masih sepi 
saja di koran-koran dan mass media lainnya, saya kira itu memang trend-nya mass 
media Indonesia yang lebih suka hal-hal sensasional. 

Namun meski sudah demikian nintensif diteliti, alam masih tetap menyimpan 
rahasia dan mendatangkan kejutan-kejutan. Siapa sangka akan terjadi Gempa 
Padang 30 September 2009 yang ternyata gempa intraplate (alias gempa dalam 
lempeng), yang bermakna bahwa gempa itu tidak diproduksi oleh hasil 
persinggungan Lempeng Australia dan Eurasia, namun murni hanya berasal dari 
patahnya segmen batuan dalam Lempeng Australia saja. Jadi ceritanya yang patah 
adalah bagian "ujung" lempeng Australia yang sudah melesak jauh ke dalam mantel 
Bumi dan sudah melewati area persinggungannya (baca interface) dengan bagian 
bawah Lempeng Eurasia yang menjadi dasar berdirinya Pulau Sumatra. Demikian 
pula gempa Jawa Barat 2 September 2009 lalu (yang Mw 7,3 itu) ternyata juga 
merupakan gempa intraplate. Jika ditarik lagi ke belakang, Gempa Laut Jawa 8 
Agustus 2007 (yang memiliki magnitude Mw 7,4 itu) ternyata juga merupakan gempa 
intraplate. Nah gempa intraplate ini jauh lebih
 memusingkan ketimbang gempa di persinggungan lempeng (alias gempa subduksi). 
Jika gempa subduksi bisa diramalkan kapan waktu terjadinya dengan mendasarkan 
pada historis gempa setempat dan pergerakan tanah di lokasi subduksi untuk 
kemudian dimasukkan ke dalam model matematis ellastic dislocation modelling, 
gempa intraplate sejauh ini tidak bisa demikian. Nah jadi memusingkan bukan ?

Padang merupakan salah satu (untuk tidak menyebut satu-satunya) kota di 
Indonesia yang paling siap dalam menghadapi potensi bencana gempa dan tsunami. 
Berbagai simulasi sudah dilaksanakan dan KOGAMI (Komando Siaga Tsunami) sudah 
dibentuk di sana. Berbagai simulasi di Padang mendasarkan diri pada model gempa 
yang mungkin dibangkitkan oleh tiga sumber gempa di sekitar Padang, yaitu  :

        * Segmen Mentawai dalam zona subduksi Sumatra, yang berpotensi 
menghasilkan gempa dangkal dengan magnitude Mw ~9 dan potensi menghasilkan 
tsunami dengan tinggi gelombang ~10 meter, yang bisa terjadi kapan saja di 
antara 2000 hingga 2030.
        * Sesar besar Mentawai, yang menjadi batas sisi timur Kepulauan 
Mentawai, berpotensi menghasilkan gempa dangkal dengan magnitude Mw ~6 - 7 
dengan perkiraan waktu yang gak jelas.
        * Segmen Dikit dan Siulak dalam sistem patahan besar Sumatra, yang 
membentuk Pegunungan Bukit Barisan di sisi selatan Sumatra Barat, berpotensi 
menghasilkan gempa dangkal dengan magnitude Mw ~6 - 7 dengan perkiraan waktu 
yang juga gak jelas. Segmen Dikit inilah yang menjadi sumber gempa Mw 6,6 pada 
1 Oktober 2009 pukul 08:52 WIB lalu.
Meski sudah demikian siap, ternyata satu sumber gempa yang paling dekat dengan 
Padang, yakni sumber intraplate itu dan selama ini tidak masuk perhitungan, 
malah yang "berbicara" dan mengakibatkan peristiwa yang memilukan ini.

Jika Padang saja demikian, bagaimana dengan kota/tempat lain di Indonesia? 
Bagaimana dengan pulau Jawa, dan terkhusus lagi bagaimana dengan Jawa bagian 
selatan? Inilah masalahnya, sama sekali ndak siap. Padahal ada area seismic gap 
di selatan pulau Jawa, yakni di sebelah selatan selat Sunda hingga selatan 
Pelabuhan Ratu dan sebelah selatan Cilacap hingga sebelah selatan DIY. Seismic 
gap merupakan istilah untuk zona subduksi atau patahan, yang secara teoritis 
seharusnya banyak mengalami getaran gempa karena aktifnya pergerakan Bumi di 
sini, namun dalam realitanya ternyata jumlah getaran yang ada tidak sebanyak 
yang diprediksikan. Sehingga seismic gap merupakan daerah yang sedang menimbun 
energi, dan cepat atau lambat bakalan terlepaskan sebagai gempa. 

So, bukan nakut-nakutin, tapi monggo, bersiap-siap dan belajar menyimulasikan 
penyelamatan dini. Sebab gempa pasti akan terjadi di tanah tempat kita 
berpijak, persoalannya tinggal seberapa kuat magnitudenya dan kapan terjadinya. 
Itu merupakan rahasia Allah SWT.

Sekalian nitip publikasi dari Masyarakat Penanggulangan bencana Indonesia 
(MPBI) atas Gempa Padang : 


- Respon Pemeritah RI -

1. Pemprop Jambi mengirimkan 18 unit alat berat ke Sumatera Barat dan
Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi untuk membantu penanganan longsor. Satu 
unit shouel loader dan satu unit escavator untuk Propinsi Sumbar. Ke 
Kabupten Kerinci Pemprop Jambi mengirimkan escavator, greder, shouel loader 
masing-masing dua unit serta 10 unit dump truk. Alat berat untuk Kabupaten 
Kerinci diperuntukkan membuka jalur atau akses satu-satunya menuju 
Kabupaten Merangin. (elshinta 8.10)

2. BNPB Tidak Membuka Posko Pendaftaran Relawan Gempa Sumbar. Menanggapi 
berita yang dilansir oleh Okezone.com tentang "BNPB buka Posko Pendaftaran 
Relawan Gempa", pada hari Kamis, pukul 17.18 WIB, diklarifkasikan bahwa 
berita tersebut tidak benar. BNPB tidak membuka Pendaftaran Relawan untuk 
penanganan Gempa di Sumatera (BNPB 10.46).


- Respon Relawan Nasional -

1. PMI Pusat mendirikan rumah sakit lapangan di Padang dan Pariaman serta 
unit Restoring Family Link (RSL) untuk membantu memulihkan hubungan 
keluarga yang terpisah. Selain itu tim MAT (Medical Action Team) PMI dengan 
kekuatan 32 orang sudah beroperasi sejak hari pertama (tempointeraktif 02/10)

2. Posko darurat Sampoerna Rescue di Kelurahan Koto Panjang, Ikur Koto. 
Tepatnya di By pass KM 16. Posko beroperasi sekaligus sebagai posko 
pengungsi, darurat dan layanan medis. Tersedia 2 dokter untuk melayani 
bantuan medis. Tim Sampoerna Rescue yang menempuh jalan darat diperkirakan 
memasuki Padang pada Sabtu (03/10).
Tim Darat Sampoerna Rescue membawa 20 relawan, 2 ambulans 4 WD, 1 truk 
logistik, 1 mobil penjernih air, 1 mobil dapur umum dan 2 mobil jelajah.
Kontak Tim Sampoerna Rescue, Kukuh Dwi Kristianto, 08330388836.

3. Tim ERU (Emergency Response Unit) Watsan PMI berkekuatan 6 kendaraan dan 
6 unit Water Treatment Plant (WTP) akan berangkat dari Bandung ke Padang 
melalui Tanjung Priuk menggunakan KRI. Kontak ERU Watsan PMI: Ezra 0812 200 
4959, Herry Soetrisno 0813 200 73809

4. Tim dari berbagai instansi termasuk relawan dari Corps Mahawarman akan 
berangkat menuju Minangkabau pukul 10.00 dari Bandar Udara Husein 
Sastranegara, Bandung. Kontak Dansatgas Corps Mahawarman, Bpk. Taufik 022 
7694 6800

5. Tim dari IOF Riau saat ini sudah berada di ds. Kapalo Kato, Pariaman. 
Tim akan menyisir daerah terisolir ke Mudik Balai. Tim selanjutnya akan 
menuju menuju Tandikek, Kabupaten Pariaman bergabung dengan tim IOF 
Bukittinggi. Dilaporkan pula bahwa IOF Sumut berangkat malam ini menuju 
Sumbar, dgn 9 unit kendaraan. Kontak IOF Sumut: Edy Rangkuti Hp 0811610077, 
Tel Sat 086811038345. Kontak IOF Riau Bp. Agus Purnomo
+62812 7527 100, 0761 707 5300. Kontak IOF Pusat: Ronny, +62815 920 7278, 
+62813 8373 2728


- Respon Internasional -
(sumber: reuters)

1. Tim UN-DAC telah berada di lapangan dan berkoordinasi dengan SAR 
Internasional.

2. Enam personil dari Dinas Pemadam Kebakaran Inggris dan empat dari 
Skotlandia berangkat tadi malam dari inggris dengan membawa sensor panas 
dan suara yang bisa mendeteksi keberadaan mahluk hidup yang tersembunyi di 
balik puing bangunan. Mereka adalah bagian dari International Rescue Corps 
yang yang sudah berpengalaman di Aceh sejak 2001. Selain kedua negara itu, 
Singapura, Jepang Turki, Hungaria, Swiss, dan Jerman juga mengirim tenaga 
ke Padang (tempointeraktif 02/10 16.08).

3. Pemerintah Hungaria dan Baptist Aid mengirimkan bantuan kemanusian. Tim 
dipimpin Mayor Peter Jackovics dengan 19 tenaga medis dan tenaga search and 
rescue. Mereka dilengkapi peralatan SAR terkini dan enam anjing pelacak 
yang dilatih khusus menggunakan pesawat (metrotvnews 02.05).

4. Telecoms san Frontieres atau tim telekomunikasi tanpa batas sudah berada 
di Kota Padang untuk membantu permasalahan teknologi informasi dalam 
keadaan darurat (mediacenter 04.21).

5. Departemen Keadaan Darurat Federasi Rusia mempersiapkan dua pesawat 
terbang yang dilengkapi tim dokter, psikolog, regu penolong, anjing pelacak 
dan peralatan lainnya. Begitu surat izin atau clearance didapat, maka kedua 
pesawat itu akan segera diterbangkan (tvone 9.08)


- Kontak dan Jalur Komunikasi Penting Lain -

1. Jalur komunikasi RPU RAPI Bandung - Sumatera Barat di frekuensi VHF 
input 142.025 MHz output 143.575 Mhz
2. Jalur Komunikasi VHF 145.000 untuk koordinasi di Kota Padang.
3. Jalur komunikasi radio panggil di frekuensi HF 7.065 MHz
4. Hotline Gempa Sumatera Barat 0751 9824971 s/d 9824980, FREE CALL di
Padang
5. SAR PADANG 0751-484533
6. TNI PADANG 0751-28718
7. KOGAMI (Komunitas Siaga Tsunami, Padang) 0751-7860280
8. SATKORLAK PADANG 0751-812550
9. Posko Wanadri, Halaman samping kantor Walikota Pariaman. Jl. Imam bonjol 
44 Cimparuh, Pariaman. Soma Suparsa - 0813 2156 4375, Ahmad Ifran - 0813 
6732 4830
10. LO di  Posko Hanggar Bandara Internasional Minangkabau
Andreas (Wanadri) - 0818 982 574
11. Dr. Jack (Yayasan Ibu) di Padang - Pariaman 0819 1046 6333
12. Posko penanggulangan Bencana Masyarakat sipil. Jl. Tegal parang utara 
No.14 Jakarta Selatan. Tlpn. 021-7941672. Akun bank:  No Rekening Mandiri 
0700004009002, Atas nama Yayasan WALHI, Swift Code:  BEIIIDJA. Kontak 
koordinator Ali Akbar (WALHI) Hp :0811735962, ([email protected]).
    - Posko Sumatera Utara. Jl. Sei Serapuh No.20, Kel.Medan Baru Medan – 
Sumatera Utara 20154, Syahrul Isman. 0813-86672188, t/f : 061-4579002 
e-mail: [email protected].
    - Posko Sumatera barat. Jl. Beringin III No. 9 Padang – Sumatera Barat
Khalid Saifullah, 081363482946, t/f : 0751-7054673, 7050883, e-mail: 
[email protected].
    - Posko jambi. Jl. T. Sulaiman Lorong Setiabudi No. 41 Rt 27/09 Kel. 
Tambak Sari - Jambi. Arief Munandar, 0812-74375845, t/f :0741 26672 / 
0741-25304, e-mail: [email protected].
    - Posko Riau. Jln. Arjuna no.22 , Labuh Baru Pekanbaru. Hariansyah 
Usman/ Kaka, 0761-62169, 0812-76699967, e-mail: [email protected]
    - Posko Bengkulu. Jl. Hibrida 2 No.15 RT.08/02 Kel. Sidomulyo, Gading 
Cempaka Kota Bengkulu. Zenzi Suhadi, 0813-77600607, T/F :0736- 345656, 
e-mail: [email protected].


- Informasi Lain -

1. Relawan yang akan masuk ke kota Padang diharapkan mempersiapkan diri
sebaik-baiknya. Usahakan terlebih dahulu melakukan vaksinasi ATS
(tetanus). Dan sehubungan dengan kondisi basah di lokasi diperkirakan
akan lebih mempercepat proses pembusukan mayat yang masih terperangkap
di dalam reruntuhan. Untuk itu sanitasi di lapangan maupun di
pengungsian harus sangat diperhatikan.


**********

*untuk publikasi sebelumnya dapat dibaca di weblog Jawa Barat Peduli
atau melalui milis.
**informasi penanganan dan perkembangan gempa dapat rekan-rekan kirimkan
kepada kami untuk dapat dikompilasi dan disebarkan kembali pada rilis
selanjutnya.
***koreksi atas pemberitaan ini silahkan dikirimkan melalui kami.

**********

Informasi selanjutnya mengenai publikasi ini:

Jawa Barat Peduli
http://poskojabar.blogsome.com
http://groups.google.com/group/jabarpeduli
[email protected]

INDOALERT! dan INDONESIAGA!
http://indoalert.wordpress.com
[email protected]

Salam,


Ma'rufin
 



________________________________
From: amarzoeki <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, October 2, 2009 2:52:47 AM
Subject: [[Alumni SMAN 1 Kebumen]] Re: Gempa Sumatra - Setelah Padang kini 
Jambi/Bengkulu

  
Wah kita kok sering terlambat mempublikasikan iformasi penting ya ....

--- In smunsa...@yahoogrou ps.com, Ma'rufin Sudibyo <maruf...@.. .> wrote:
>
> Yah gempanya kemungkinan besar akibat pergeseran salah satu segmen dalam 
> sesar besar Sumatra (sesar Semangko), patahan besar yang sangat panjang 
> (1.600 km) yang membentang dari Selat Sunda hingga ke Laut Andaman dan 
> menyusun Pegunungan Bukit Barisan di daratan Pulau Sumatra. Tesisnya pak 
> Danny Hilman Natawidjaja menyebut banyak segmen dalam patahan besar ini yang 
> sudah 'matang' karena sudah lama sekali ndak bergeser dalam kurun waktu 1 
> abad terakhir. Dan tiap segmen punya kemampuan membangkitkan gempa dengan 
> magnitude 6 - 7 skala Richter.
> 
> USGS PAGER menyebut intensitas di episentrum mencapai 8 MMI dan masih terasa 
> 7 MMI di sekitar episentrum. Pusat pemukiman terdekat, yakni kota Sungai 
> Penuh (populasi 95.000 jiwa berdasarkan data Landscan 2005) menderita 
> guncangan 6 MMI dan sangat mungkin ada korban di sini. Dan intensitas 
> guncangan melebihi 6 MMI berpotensi menimbulkan tanah longsor.
> 
> Duka kita untuk Padang, Jambi dan Bengkulu....
> 
> Salam,
> 
> 
> Ma'rufin
> 
> 
> 
> 
> ____________ _________ _________ __
> From: Rovicky Dwi Putrohari <rovi...@... >
> To: geosaintist- k...@googlegroups. com; geologi...@googlegr oups.com; IAGI 
> <iagi-...@.. .>; Forum HAGI <fo...@...>; Forum Pembaca Kompas <Forum-Pembaca- 
> kom...@yahoogrou ps.com>; Peduli Bencana <pedulibencana@ yahoogroups. com>; 
> org mg <muhammadiyah_ soci...@yahoogro ups.com>; Migas_Indonesia@ 
> yahoogroups. com
> Sent: Thursday, October 1, 2009 9:49:36 AM
> Subject: [peduli-bencana. or.id] Gempa Sumatra - Setelah Padang kini 
> Jambi/Bengkulu
> 
> 
> Belum lagi duka dan perncarian korban di Padang, kini gempa merembet ke Sesar 
> Semangko.
> Sangat memprihatinkan. Gempa kali ini hanya kedalaman 24 KM. Sangat mungkin 
> akibat pergerakan sesar Semangko. Sangat mungkin gempa ini terpicu oleh 
> getaran sebelumnya.
> Dua gempa berturut-turut. 30 Sept dan 1 Okt 2009
> Kalau melihat skala MMInya cukup mengkhawatirkan.
> Siagakan semua !!!
> Skala MMI juga mencapai skala VII. Kerusakan mungkin juga akan sangat 
> memprihatinkan.
>


   


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke