Masalahnya begini, kenapa yang maksiat di Jakarta kok bencana ditimpakan di Sumatera... Apakah azab itu pilih-pilih?
I) Saya tidak meragukan apapun yang datangnya dari ayat-ayat Tuhan. Yang saya ragu adalah tafsiran dan takwilan orang-orang dengan ilmu Gatuk... dari dasar yang gagap dicoba-coba biar nyantuk... Sejak zaman para nabi dan rasul dahulu...azab dari Allah yang ditimpakan terhadap para pendurhaka..selalu ditimpakan di wilayah dimana pendurhaka berada. Yang terjadi sekarang ini adalah...azab itu selalu menimpa orang kecil dan orang dibodoh-bodohi.. Saya tidak melihat ini sebagai azab... saya melihatnya sebuah bencana alam yang melanda bangsa yang bodoh dan biadab. Disebut bodoh... karena sebelumnya sudah pernah ada pengetahuan...tetapi ditinggalkan... Disebut biadab...karena sebelumnya sudah tahu...bahwa standar bangunan harus begini dan begitu...hutan harus dipelihara, begini dan begitu... struktur tanah yang model ini harus diperlakukan model begini dan begitu... Tetapi pengetahuan ini dibuang demi kepentingan pribadi dan mengorbankan rakyat banyak..dan prestise bangsa... Sudahlah... jangan menjadi sok ustad semua... Bangkit lah dengan kejujuran, kesatriaan, dan harga diri... Hargailah pengetahuan... Dan yang lebih penting... Hargailah nyawa anak-anak dan cucu-cucu kita...INGAT dan CATAT apa yang kita bangun hari ini adalah senjata pembunuh atas generasi sesudah kita...BUKTI: apa yang sudah dibangun oleh pemborong bangunan..dan penebang hutan pada tahun-tahun yang silam... adalah menjadi neraka pembantaian masal bagi rakyat di hari ini. II) Cara memahami ayat-ayat seperti itu...semakin sering...saya khawatir semakin menjerumuskan bangsa ini dalam kebodohan. Ketika semuanya dihubungkan dengan DOSA, apa solusinya? Kembali kepada TUHAN! ....Yang satu menyadari dengan istighfar. Yang lain menghujat tuhan. Keadaan yang carut-marut begini..mana mungkin menjadi solusi. Saya sarankan...Solusinya adalah mengadili para insinyur yang terlibat dalam pembangunan, konsultan dan perencanaan yang telah menimbulkan banyak korban dalam bencana apapun. Mulai dari sini. Biar nanti tidak ada lagi penyelewangan ilmu dan teknologi. Penyelewangan ilmu dan teknologi sangat berbahaya. Indonesia hancur hari ini adalah akibat para insinyur takluk di bawah ketiak para sarjana sosial/ hukum dan ekonomi. Para insinyur harus memulai untuk menjadi oposisi atas sikap-sikap pecundang... karena tidak sesuai dengan logika apapun dari semua bidang keinsinyuran. Para insinyur murahan...yang mau melacurkan diri dengan uang yang tidak senilai.. dipermainkan seenaknya oleh para sarjana sosial, hukum dan ekonomi..yang tak mengerti apa-apa soal bahaya rekayasa yang diselewengkan. III) Tuhan menciptakan apa yang ada dipermukaan bumi, apakah berbentuk rupa, bentuk, rekayasa, juga bencana, bukan sebagai main-main. Tetapi untuk dijadikan kemajuan... untuk dijadikan teladan... untuk dijadikan ILMU. Apa itu ILMU? Ilmu bukanlah untuk bekal di akherat!!!... Di Akherat tak perlu ilmu...Karena akherat adalah negeri pahala....Sedangkan ilmu untuk berbuat, untuk berkarya...Di Akherat bukan untuk berkarya...melainkan untuk mendapat pahala..Pahala itu dipetik di Akherat..Bukan diusahakan di Akherat...Jadi tak perlu ilmu...Ilmu itu dipakai waktu di dunia....Untuk menciptakan karya-karya...Untuk menciptakan kebaikan-kebaikan... Istighfar itu bukan buah ilmu... Istighfar itu keinsafan untuk kembali kepada peran semestinya sebagai manusia. Setelah istighfar jadilah manusia yang semestinya... Buah ilmu mestinya karya-karya yang riel..yang tangible dirasakan oleh rakyat, masyarakat sekeliling kita. Contohnya: rasa aman. Rasa aman adalah buah dari ilmu. Bahkan rasa aman adalah buah yang prioritas dari solat yang benar. Kalau seorang insinyur dengan solatnya tidak dapat menghasilkan teknologi yang memberi rasa aman yang meluas... nah ilmunya tidak ada. Apalagi solat...yang lebih kecil dari cakupan ilmu. Pasti hanyalah senilai debu yang tak berguna. Jadi ILMU...ILMU ..ILMU... Kita memerlukan pengadilan yang mampu mencabut gelar keilmuan dari seseorang yang mengkhianati keilmuan. ________________________________ From: cepy alhakim <[email protected]> To: Dr Adjat Sudradjat <[email protected]>; adjat Sudradjat <[email protected]>; Muslimin Nasution <[email protected]>; Mslimn nst <[email protected]>; Imam Mustafa Kamal <[email protected]>; wahdat Kurdi <[email protected]>; [email protected]; Sri Harimurni <[email protected]>; Heru Rikala <[email protected]>; Ir. Jamal Muslim <[email protected]>; Agus hikmat <[email protected]>; siti nurhanifah <[email protected]>; Muhammad Iqbal <[email protected]>; setia rulianti <[email protected]>; pesantren daarut tauhid <[email protected]>; media sarana <[email protected]>; alumni darularqam <[email protected]>; muhammadiyah society <[email protected]>; kaulamuda NU <[email protected]>; Majalah Sabili <[email protected]> Cc: cepi alhakim <[email protected]> Sent: Wed, October 7, 2009 10:08:57 PM Subject: [kmnu2000] Bukan hanya sekedar fenomena Alam (gempa yang mengingatkan...) Assalamu'alaikum W.W. Dari miliist ICMI. Mungkin ada kawan kawan yang sudah mendapatkannya. Entah suatu kebetulan atau tidak, berikut ini hasil kajian antara waktu gempa yang terjadi dengan surah dalam Al-Qur'an. Pesan yang disampaikan melalui waktu gempa tsb. ternyata sungguh menakjubkan, karena sesuai dengan kondisi bangsa kita saat ini. - Gempa Aceh 26 Dec 2004 pukul 07:58 pagi QS 7:58 : "The good land readily produces its plants by the leave of its Lord, while the bad land barely produces anything useful. We thus explain the revelations for people who are appreciative. " = "Tanah yang baik siap memproduksi tanaman dengan izin Tuhannya, sementara tanah yang buruk nyaris tak menghasilkan sesuatu yang berguna. Kami dengan demikian menjelaskan ayat-ayat bagi orang-orang yang menghargai" --> Peringatan akan semua nikmat yang berupa kekayaan alam dll. yang diberikan Allah kepada bangsa Indonesia, agar kita selalu ingat bersyukur kepada Allah. Tetapi ternyata sebagian besar bangsa kita tetap lupa dan banyak melakukan kemaksiatan. Peristiwa gempa dan tsunami, yang konon terbesar dalam 100 tahun terakhir tsb., tepa terjadi setelah bangsa kita melakukan pemilihan anggota legislatif dan pemilihan Presiden pertama kali secara langsung. Gempa ini menjadi peringatan dari Allah terhadap maraknya maksiat KKN yang dilakukan oleh sebagian besar pemimpin kita. Para Ulama dan Ustadz meninggalkan tugas utama berdakwah beramar ma'ruf & nahi mungkar. Mereka ramai ramai berpolitik, bahkan tidak sedikit yang menjual ayat ayat Allah untuk kepentingan sesaat. Para pengusaha mencari keuntungan tanpa mempedulikan kerusakan alam dan nasib rakyat miskin. Media semakin menjadi jadi dengan tayangan acara berbaumaksiat. Pornoaksi terjadi di mana mana. Pendek kata kata, lengkaplah dosa kolektif yang dibuat oleh bangsa ini. - Gempa Jogja 27 Mei 2006 pukul 05.55 pagi QS 5:55 "Your guardian can be only Allah; and His messenger and those who believe, who establish worship and pay the poor-due, and bow down (in prayer)." "Anda hanya dapat wali Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan salat dan membayar zakat, dan sujud menyembah (dalam doa)". --> Setelah sebagian kecil, yaitu mereka yang bertakwa kepada Allah SWT, memberikan peringatan agar bangsa kita menjauhi semua maksiat dan kemungkaran yang dilakukan, sedang mereka tidak juga mau mendengar, hanya kepada Allah lah mereka (sebagian kecil golongan tsb.) memohon pertolongan dan mengembalikannya kepada Allah SWT. - Gempa Padang (M6,4) Selasa, Maret 6, 2007 pukul 10:49:39 pagi QS 10:49 "Say: I have no power to hurt or benefit myself, save that which Allah willeth. For every nation there is an appointed time. When their time cometh, then they cannot put it off an hour, nor hasten (it)." "Katakanlah: "Aku tidak punya kekuatan untuk merugikan atau menguntungkan diri sendiri, kecuali yang Allah menghendaki. Untuk setiap bangsa ada waktu yang ditentukan. Ketika waktu mereka datang, maka mereka tidak dapat menundanya satu jam, atau mempercepatnya" . --> Setiap bangsa mempunyai masa kejayaannya sendiri sendiri. Dan apabila Allah telah menghendaki ajal/keruntuhan suatu bangsa, maka tidak ada seorangpun yang mampu memundurkannya walau sedetikpun. - Gempa Bengkulu (M8.4) Rabo, September 12, 2007 pukul 06:10 sore QS 18:10 " When the young men fled for refuge to the Cave and said: Our Lord! Give us mercy from Thy presence, and shape for us right conduct in our plight." "Ketika orang-orang muda melarikan diri untuk berlindung ke dalam gua dan berkata: "Tuhan kami! Berikan kami rahmat dari hadapan-Mu, dan bentuk perilaku yang tepat bagi kita dalam keadaan kita". --> Surah Al-Kahfi ini menceritakan pemuda pemuda dikejar oleh penguasa kafir ketika mereka berusaha memberikan dakwah kepada raja romawi saat itu. Mereka akhirnya berlindung di dalam gua, dan ditidurkan oleh Allah selama ratusan tahun. Apabila usaha kita telah maksimal dalam memberikan dakwah terhadap semua kemaksiatan dan kemungkaran yang terjadi pada bangsa ini, sebaiknya kita menjauhi dan berlindung kepada Allah SWT dari semua kemaksiatan dan kemungkaran tsb. Ini cara agar terhindar dari azab yang akan ditimpakan. - Gempa Tasikamalaya (7.3 SR) 2 September 2009 pukul 15:04 QS 15:04 "And We destroyed no township but there was a known decree for it." "Dan Kami tidak hancur negeripun, melainkan ada keputusan untuk itu jadi peringatan". --> Allah tidak membinasakan suatu negeri, melainkan ada ketentuan masa yang berlaku. Kalau kita ingat, 50 tahun terakhir, bahkan 100 tahun terakhir, bangsa kita tidak pernah mengalami kejadi gempa besar. Mengapa bencana bencana besar hanya terjadi selama 5 tahun terakhir ini saja ? Pasti ini adalah suatu peringatan dan azab dari Allah SWT. Dan bukan suatu ujian. Karena ujian hanya ditimpakan kepada orang orang yang beriman, bukan orang kafir, munafik atau fasik. - Gempa Padang & Pariaman (7.6 SR) 30 September 2009 Pukul: 17:16 QS 17:16 "And when We would destroy a township We send commandment to its folk who live at ease and afterward they commit abomination therein, and so the Word (of doom) hath effect for it, and we annihilate it with complete annihilation" "Dan apabila Kami akan menghancurkan sebuah negri. Kami mengirimkan perintah kepada rakyat yang tinggal tenang dan setelah itu mereka melakukan kejijikan di dalamnya, sehingga hancur (kiamat) telah berlaku untuk itu, dan kami membinasakan dengan pemusnahan seluruhnya". --> Akibat kita tidak mengindahkan peringatan Allah tsb. Allah mengirimka bencana yang lebih besar lagi berupa Gempa di Padang & Pariaman. - Gempa susulan Padang & Pariaman (6.2 SR) 30 September 2009 Pukul: 17:38 QS 17:38 "The evil of all that is hateful in the sight of thy Lord." "Jahat dari semua yang amat dibenci di sisi Tuhanmu" --> Allah membenci semua kejahatan yang sedang dan masih bangsa ini lakukan !!! - Gempa Sungai penuh Jambi (7.0 SR) 1 Oktober 2009 Pukul: 08:52 QS 8:52 "(Their way is) as the way of Pharaoh's folk and those before them; they disbelieved the revelations of Allah, and Allah took them in their sins. Lo! Allah is Strong, severe in punishment." "(Keadaan mereka) sebagai cara kaum Firaun dan orang-orang sebelum mereka, mereka mengingkari ayat-ayat Allah, dan Allah membawa mereka dalam dosa-dosa mereka. Sesungguhnya Allah Maha Kuat, berat siksaan" --> Allah menyiksa bangsa ini karena dosa dosanya. Semoga kita dapat mengambil pelajarang dari apa yang telah terjadi, memohon ampun dan memperbaiki secara kolektif kemaksiatan dan kemungkaran yang pernah bangsa ini lakukan. Al Qur'an adalah petunjuk bagi orang-orang yang beriman dan berlaku sampai hari kiamat nanti... Wallahu allam bi shawab... Mari kita segera ber bertaubat dan bersujud... LaIllaha Ila Anta Subhanaka Ini Kuntu Minadzhalimin. ... Wassalam. Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! http://downloads. yahoo.com/ id/internetexplo rer [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
