Assalamualaikum
Wr Wb
Bissmillahirrohmmanirrohiim
"Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap
mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua
orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan
masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang
saleh".
Do’a
Nabi Sulaiman manakala beliau mendengarsuara semut yang berkata : ….. “Hai
semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh
Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”, Allah SWT
memberitahukan kepada Nabi Muhammad SAW, melalui wahyu Nya dalam QS. An-Naml
(27) ayat 18. 
Jadi
sudah seharusnya dan sudah merupakan kewajiban kita sebagai kaum muslimin
mengikuti ajaran yang telah sampai kepada kita dengan berucap dan berdo’a
sebagaimana yang telah Allah ajarkan dan diabadikan dalam QS, tersebut diatas,
karena sesungguhnya kita sebagai hamba Allah dan makhluk ciptaan Allah yang
dahulunya tidak ada, melalui perjuangan panjang Ibu kita atau kedua orang tua
kita lahirlah kita sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nahl (16) ayat 78.
yang artinya “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan
tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan
hati, agar kamu bersyukur”.
Dengan
perjalanan hidup yang panjang pula hari ini Alhamdulillah kita masih merasakan
nikmat Allah yang tak terhingga, siapapun kita apapun jabatan kita dan
dimanapun kita berada, kita sudah pasti tidak akan dapat menghitung hitung
nikmat yang telah Allah berikan pada kita, sebagaimana yang telah Allah
informasikan kepada kita agar kita berlaku dan bersikap jujur serta semakin
mendekatkan diri kepada Allah SWT, sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nahl
(16) ayat 18. yang artinya “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah,
niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.  Sesungguhnya Allah benar-benar 
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Dengan
mensyukuri nikmat Allah SWT Insya Allah kita akan mendapat berkah dan karunia
yang lebih banyak lagi dari-Nya, untuk dapat mensyukuri nikmat Allah, kita
harus melakukan instropeksi diri dengan merenungi betapa besar kasih sayang
Allah kepada kita, dengan merenungkan baik hal – hal yang kecil sampai besar
yang pasti luput dari pandangan kita yang sangat terbatas sebagai manusia,
hanya dapat diingatkan agar senantiasa mensyukuri dan bersyukur akan karunia
dan kasih sayang Allah pada kita hamba Nya, sebagaimana firman Allah dalam QS.
Al-Baqarah (2) ayat 152. yang artinya “Karena itu, ingatlah kamu
kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan
janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”.
Barang
siapa yang mensyukuri nikmat Allah, maka Allah akan menambah nikmat Nya,
demikian pula sebaliknya, barang siapa yang mengingkari segala nikmat yang
telah Allah berikan padanya, maka azab Allah sangat pedih baginya, sebagaimana
firman Allah dalam QS. Ibrahim (14) ayat 7. yang artinya “Dan (ingatlah
juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur,
pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Ada
tiga cara untuk mensyukuri nikmat Allah SWT diantaranya : 
1.   Bersyukur dengan hati dan perasaan, kita
sadar betul bahwa nikmat yang kita rasakan, kita alami dan kita terima selama
ini hanya berasal dari Tuhan Yang Maha Esa, bukan dari akal manusia, atau
makhluk lainnya.
 2.  Bersyukur
dengan lisan, kita mengucapkan Alhamdulillah = Segala Puji Hanya Milik Allah
SWT, sambil merenung dan menghayati, apa apa yang telah kita terima, kita alami
dan kita rasakan. 
3.   Kita
wujudkan rasa syukur kita dengan perbuatan seperti, menolong sesama, membantu
dengan memberikan harta benda yang kita miliki, dengan perbuatan tentunya sesuai
kemampuan kita masing masing, meningkatkan amal ibadhah kita, serta hijrah dari
perlakuan yang dapat merugikan orang lain, baik kita rugikan dengan lisan atau
kata kata, maupun kita rugikan dengan perbuatan dan atau tindakan kita hingga
orang lain tersebut mengalami kerugian baik nama baik, sampai kerugian meteriil 
Apabila
kita mampu mewujudkan tiga hal tersebut, Insya Allah kita pasti terhindar dari
murka Nya dan Insya Allah kita juga akan mendapatkan perlindungan serta
pertolongan yang tidak disangka sangka, dan juga Allah akan  menambahkan 
nikmat-Nya, pada kita semua,
sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa (4) ayat 147. yang artinya “Mengapa
Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha
Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.
QS. At-Thalaq (65) ayat 3
artinya “Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.
Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan
(keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya.
Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
Semoga
bermanfaat 
Wassalamualaikum
Wr Wb
 
 
Mujiarto
Karuk


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke