Assalamu'alaikum wr. wb
Bissmillahirrohmaanirrohiim

“Bermegah - megahan telah melalaikan kamu, Sampai kamu masuk ke dalam kubur. 
Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), Dan 
janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, Jika kamu 
mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, Niscaya kamu benar-benar akan melihat 
neraka Jahiim, Dan sesungguhnya kamu benar - benar akan melihatnya dengan 
`ainul yaqin, Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang 
kenikmatan (yang kamu megah -megahkan di dunia itu)”. QS. At-Takaatsur (102) : 
1 – 8

Di Neraka Karena Korupsi sehelai baju
Shahih Bukhori No. 1383. Dari Abdullah bin 'Amr ra, katanya: Dalam tanggungan 
rumah tangga Nabi saw, ada seorang laki-laki bernama Kirkirah. Ia mati dan 
Rasulullah saw, bersabda: "Ia di dalam neraka!" Orang banyak pergi melihatnya. 
Mereka itu mendapatkan jubah (baju) yang didapat dari penggelapan (ghulul).
(Ghulul (korupsi) artinya mengambil harta-kepunyaan bersama / rakyat untuk 
kepentingan sendiri. Penj)
Nasib Orang Korupsi di hari Kiamat 
Shahih Bukhori No. 1382. Dari Abu Hurairah ra, katanya: Nabi saw, berdiri 
bersama kami, lalu beliau menyebut perkara korupsi. Beliau mengatakan perkara 
itu besar dan amat besar. Beliau bersabda: "Saya nanti menemui seorang kamu 
pada hari kiamat, di atas bahunya (kuduknya) ada kambing yang mengembek, kuda 
yang meringkik".
-           Orang itu berkata: "Ya Rasulullah! Tolonglah saya!" 
-           Saya menjawab: "Saya tidak dapat menolong engkau sedikit pun.
Sesungguhnya saya pernah menyampaikan kepada engkau". 
Dan di atas bahunya unta yang melenguh, 
-           Orang itu berkata: "Ya Rasulullah, tolonglah saya!"
-           Saya menjawab: "Saya tidak dapat menolong engkau sedikit pun. 
Sesungguhnya saya pernah menyampaikan kepada engkau". 
Dan di atas bahunya emas dan perak (harta). Ia berkata: "Ya Rasulullah! 
Tolonglah saya!"
-           Saya menjawab: "Saya tidak dapat menolong engkau sedikit pun.
Sesungguhnya saya pernah menyampaikan kepada engkau". 
-           Dan di atas bahunya sepotong kain yang berkibar-kibar. Dia berkata: 
"Ya
 Rasulullah! Tolonglah saya!"
-           Saya menjawab: "Saya tidak dapat menolong engkau sedikit pun.
Shahih Muslim No. 1799 Senada dengan Hadist ini 
Tidak diterima sedekah dari HASIL KORUPSI
Shahih Muslim No. 175. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Aku mendengar Rasulullah 
saw. bersabda: 'Tidak diterima shalat seseorang tanpa suci, dan tidak diterima 
sedekah yang berasal dari kejahatan (seperti mencuri, menipu, menggelapkan atau 
korupsi, rampok, judi dan sebagainya).
IBROH : Sedekah tapi tidak diterima oleh Alloh SWT

Contoh Gambaran : 
Ada seseorang yang kita cintai, kita kasihi dan kita percaya, bila ia minta 
apapun kita kasih. E.. pada suatu hari dia mencuri uang simpanan kita 
katakanlah Rp. 10.000.000,-, padahal uang tersebut untuk persediaan sekolah 
anak kita. Dan kita tahu persis pencurinya adalah dia. Tapi karena 
kebijaksanaan kita, biarlah nanti kita mencari lagi. Pada suatu hari dia datang 
bertamu dan ngasih anak kita uang Rp.100.000,- seolah-olah dia seorang Dermawan 
dan menyayangi anak kita, padahal sesungguhnya uang tersebut kan milik anak 
kita. Kira-kira kita berterima kasih atas pemberian tersebut atau kita bicara 
dalam hati Oh dasar pencuri, dengan hati yang jengkel pasti. Maka Sedekah dari 
KORUPTOR tidak diterima oleh Alloh SWT. seperti itulah Gambarannya.
Sampai-sampai Rosululloh SAW tidak akan memberi PERTOLONGAN (SAFA’AT) kepada 
KORUPTOR. Nauzu billaahi min zaalika Padahal kelak diyaumil Akhir hanya beliau 
yang sanggup memberi PERTOLONGAN. 

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di 
bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan ; karena 
sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.QS.Al Baqoroh (2) ayat 
168

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang 
Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah (dengan tidak KORUPSI), 
jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah”.  QS. Al Baqoroh (2) ayat 172 

“maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. QS. Abasa 80 ayat 24
 
PERHATIKAN KEHIDUPAN ORANG-ORANG KORUPSI.
1.         Keluarganya BERANTAKAN,
2.         Akhir hayatnya MENGENASKAN, 
Lihat disekitar kita contoh-contoh orang yang KORUPSI itu keluarganya bagaimana 
dan akhir hayatnya bagaimana. Jadilah Pemerhati. Dan jadikan Ibroh (Pelajaran) 
agar tidak melakukan KORUPSI, Manipulasi, mencuri, menipu dan perbuatan 
terkutuk yang lain yang dilarang oleh Islam, dalam mencari dan memberi nafkah, 
baik pada diri sendiri maupun pada keluarga yang kita sayangi.
Mohon maaf tidak bermaksud menggurui saya hanya ingin berbagi ilmu dan saling 
mengingatkan agar kita dapat selamat baik dunia sampai akhirat dan mudah - 
mudahan bermanfaat juga mudah mudahan Alloh SWT Ridho, Aaamiin.
 
 
Wallohu A’lam bish Showab


Wassalaamualaikum wr wb
 
 
Sumber : Nasehat Kitafsir http://groups.yahoo.com/group/tahajjud_call/


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke