Monthly Report

MRORI 24 [NOPEMBER 2009]:
Menganut Bahai Diperika Kejari


Monthly Report edisi kali ini
(masih) diwarnai dengan maraknya penyesatan di mana-mana. Mulai dari
Santriloka, aliran Sukarno, Wahidiyah, Amaq Bakrie hingga Bahai. Seperti
kasus-kasus sebelumnya, sang tertuduh dilaporkan kepada tokoh masyarakat atau
aparat desa. Responnya bisa beragam; dibuatkan fatwa oleh MUI, diamankan polisi
lalu alirannya dibubarkan Bakor­pakem. Beberapa kasus berakhir di penga­dilan.
Formula yang dipakai berulang-ulang pa­­da kenyataannya ­menunjukkan reaksi
yang sama berulangnya.


Kasus lainnya adalah berkaitan
dengan isu-isu moralitas. Miyabi datang, publik terce­ngang. Beramai-ramai
orang menolak artis film dewasa keturunan Kanada -Perancis-Jepang ini, termasuk
MUI.  Selain Miyabi, muncul kontroversi
soal peluncuran klub poligami Global Ikh­wan di Ban­dung. Klub yang digawangi
ormas eks Darul Arqam (Malaysia) ini bercita-cita ­memasyarakatkan poligami
yang ‘baik dan ­benar', yang sesuai syariat Islam. Dan benar saja, ia didemo
banyak orang; aktivis perempu­an sampai MUI karena membuat perkara poliga­mi
menjadi perkara membanggakan, padahal ia menyakiti perempuan. Tapi kali ini MUI
tak sampai (menghimbau) untuk melarang, hanya mengecam saja. Sungguh
disayangkan.


Isu khilafah juga menjadi sorotan
redaksi kali ini. Sebagaimana diketahui publik, beberapa waktu lalu
diselenggarakan Kongres Mahasiswa Islam Indonesia yang di antaranya
mengagendakan tegaknya khilafah Islamiyah di Indonesia. Memang ini bukan
preseden pertama-Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang paling
­getolmempromosikan ide khilafah Islamiyah pernah menggelar apel lebih besar di
Gelora Bung Karno (GBK). Tetapi yang memprihatinkan, acara kali ini justru
didukung-sebagaimana tertulis dalam pamfletnya-oleh Kementerian Negara Pemuda
dan Olahraga (Kemmennegpora) dan universitas negeri sekaliber Institut
Pertanian Bogor (IPB). Berita lainnya dapat disimak di buletin setebal 12
halaman ini. Akhirnya, selamat membaca. Selanjutnya

 

http://wahidinstitute.org/Dokumen/Detail/?id=147/hl=id/MRORI_24_NOPEMBER_2009_Menganut_Bahai_Diperika_Kejari





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke