Selasa, 24 November 2009 04:00 Dialog Bersama Kardinal Jean Louis Tauran
Indonesia Poros Islam Moderat Date : Kamis, 26 November 2009, Pukul 09.00-11.00 WIB Tanggal : Kantor the Wahid Institute Jalan. Taman Amir Hamzah No. 8 Matraman, Jakarta Dialog antara Islam dan Kristen, yang secara simplistis menjadi Timur dan Barat, merupakan ikhtiar yang harus terus menerus dilakukan. Meskipun sebagai upaya untuk menjembatani kesalahpahaman dua komunitas agama tersebut sudah dilakukan, baik pada tingkat pemerintah maupun masyarakat, namun hal itu tidak serta merta menghilangkan kecurigaan dan ketegangan. Hingga kini kita masih merasakan adanya kesenjangan antara keduanya. Kesalahpahaman dan ketegangan tersebut memang tidak bisa dikatakan semata karena agama, tapi kita tidak bisa menutup mata bahwa agama seringkali terlibat dalam proses itu. Ketidakadilan global merupakan salah satu faktor penting yang turut merangsang ketegangan Timur dan Barat. Karena itu, upaya dialog harus berjalan bersama dengan upaya menciptakan keadilan global. Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia menjadi harapan sebagai poros Islam moderat. Keberhasilan Indonesia melakukan proses demokratisasi tanpa hambatan yang berarti, menempatkan Indonesia sebagai negara Muslim yang berhasil mendialogkan Islam dan demokrasi secara baik. Ketika sejumlah negara Muslim masih mempermasalahkan kompatibilitas Islam dan demokrasi, Indonesia justru sudah mempraktikkan demokrasi. Kenyataan itu menunjukkan bahwa Indonesia sudah menjadi contoh bagaimana seharusnya Islam hidup dalam dunia modern. Karena itu, tidak berlebihan jika Indonesia menjadi harapan dunia internasional untuk menjadi poros dari kekuatan Islam moderat, Islam yang bisa berdialog secara sehat dengan berbagai kekuatan dunia. Memang, belakangan Indonesia menghadapi tantangan dengan munculnya isu fundamentalisme dan terorisme. Gerakan ini memang cukup vokal dengan liputan media yang cukup luas. Namun, secara umum kekuatan kelompok ini masih jauh dibawah kekuatan Islam moderat. Akan tetapi jika tidak hati-hati, bukan tidak mungkin fundamentalisme akan menjadi kekuatan besar yang bisa menggulung kekuatan moderat. Untuk mendiskusikan hal di atas, the Wahid Institute menggelar dialog dan pertemuan dengan Kardinal Jean Louis Tauran, (Ketua Dewan Kepausan untuk Dialog antar Agama Vatikan) dengan KH. Abdurrahman Wahid. Acara ini juga menghadirkan puluhan tokoh dan aktivis perdamaian serta pimpinan media massa untuk medialogkan beragam isu seputar Islam dan gerakan moderatisme di Tanah Air. [] Foto: geoconger.files.wordpress.com http://wahidinstitute.org/Agenda/Detail/?id=379/hl=id/Indonesia_Poros_Islam_Moderat [Non-text portions of this message have been removed]
