Just Info.

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of lailatul
Sent: Thursday, December 03, 2009 10:13 AM
To: [email protected]
Subject: [kmnu2000] Habib Luthfi Siap Pimpin NU

 

  

JELANG MUKTAMAR
Habib Luthfi Siap Pimpin NU
Rabu, 2 Desember 2009 13:47
Pekalongan, NU Online
Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, Rais Aam Idaroh Aliyah
Jam'iyyah Ahlit Thariqah al Mu'tabarah an Nahdliyyah, menyatakan siap
memimpin Nahdlatul Ulama (NU) selama lima tahun ke depan jika muktamirin
menghendaki.

Habib Luthfi yang menggagas perlunya NU dikendalikan satu komando oleh
syuriyah, sedangkan tanfidziyah hanya sekedar sebagai pelaksana program,
menyatakan dirinya siap jika muktamirin menunjukknya sebagai Rais Aam
(Syuriyah) menggantikan KH Sahal Mahfudh.

"Jika memang saya dibutuhkan saya harus siap mengemban amanat itu," katanya
dengan nada tegas ketika NU Online di kediamannya, Ahad (29/11) kemarin
menanyakan apakah dirinya siap jika muktamirin menghendakinya menjadi Rais
Aam PBNU.

Baginya, jabatan merupakan amanah dan tidak bisa diminta-minta. Dimanapun
tempatnya, dirinya menyatakan siap diposisikan. Pasalnya, seseorang yang
ingin berjuang bukan harus pada jabatan ketua umum atau rais aam saja.

"Pengabdian dan perjuangan dapat dilakukan seseorang sesuai dengan
kemampuannya masing masing dan saya siap mendukung siapapun yang terpilih,"
ujarnya.

Habib Luthfi dalam kesempatan itu kembali menegaskan perlunya kendali NU
dikembalikan kepada syuriyah. Jika kendali organsiasi ada di tangan
syuriyah, dipastikan tidak ada lagi tarik menarik kepentingan dalam NU
seperti yang terjadi saat ini, karena tidak ada lagi dua nahkoda.

"Jangan seperti sekarang ini, karena sama-sama merasa mendapat mandat dari
peserta muktamar, akhirnya antara rais aam dan ketua umum tidak kompak,"
ujarnya.

Katib Syuriyah PCNU Kota Pekalongan KH Zakaria Ansor kepada NU Online
mengatakan, kesiapan Habib Luthfi untuk menjadi orang pertama di PBNU karena
semata-mata ingin NU lebih baik dari sekarang. (amz) 





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke