Jum'at, 07 Januari
2010 19:22

Gus
Dur Terima First Freedom Award


Jakarta-gusdur.net. Atas konsistensi
memperjuangkan demokrasi dan toleransi beragama,  First Freedom Center
menganugerahkan KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur First Freedom Award 2010.
Ini merupakan penghargaan tahunan bergengsi bagi mereka yang dinilai gigih
dalam memperjuangkan kebebasan berpikir, HAM bagi seluruh keyakinan, tradisi dan
agama. Penghargaan itu biasanya dibagi untuk tiga kategori: Virginia, nasional,
dan internasional.


First Freedom Center merupakan lembaga
yang berusaha memperjuangkan kesepahaman dan penghormatan kepada kebebasan
beragama melalui pendidikan dan sejumlah program lainnya. Lembaga ini didirikan
pada 1984 saat akan merayakan peringatan dua abad dari Statuta Virginia untuk
Kebebasan Beragama, yang kemudian tahun 1786 oleh Majelis Umum Virginia.


Sejak masa kediktatoran Soeharto,
sebagai tokoh yang memiliki banyak pengikut lintas profesi dan kelompok, Gus
Dur amat gigih memperjuangkan toleransi dan pluralisme. Sikap itu juga
ditunjukkan mantan pemimpin ormas keagamaan terbesar itu hingga ajal
menjemputnya. Pada tahun 2004, setelah masa kepresidenannya, Gus Dur mendirikan
The Wahid Institute, sebuah pusat penelitian yang mempromosikan toleransi dan
pengertian di dunia melalui pertukaran dan penyebaran pemikiran Islam
progresif.  "Gus Dur terus mendukung pemerintah sekuler untuk
Indonesia, membela agama minoritas, dan kampanye melawan ekstremisme agama di
seluruh dunia," seperti dikutip firstfreedom.org.


Di tahun-tahun sebelumnya, sejumlah
tokoh yang telah menerima penghargaan ini antara lain Madeleine K. Albright
(mantan U.S. Secretary of State), Dr. Garry Wills (pemenang Pulitzer
Prize);  Tony Blair (Perdana Menteri Inggris), dan M. Farooq Kathwari
(Pimpinan dan CEO Ethan Allen dan pendiri Kashmir Study Group). Tahun 2006
Václav Havel mantan Presiden Cekoslovakia juga menerima penghargaan yang
lazimnya digelar setiap Januari itu.


Pada tahun ini, selain  Gus Dur
dua tokoh lain yang menerima penghargaan adalah Felice Gaer untuk level
nasional dan  Profesor Melissa Rogers untuk level Virginia. Felice Gaer
Direktur the Jacob Blaustein Institute untuk pengembangan HAM Komite Yahudi
Amerika sejak 1993, dan salah seorang anggota terkemuka dari USCIRF (U.S.
Commission on International Religious Freedom) sejak 2001. Adapun Melissa
Rogers, Direktur the Divinity School's Center for Religion and Public Affairs
sejak 2003. Pada 2009, Presiden Obama menunjuknya sebagai Advisory Council on
Faith-Based and Neighborhood Partnerships, kelompok yang terdiri dari 25
pemimpin dan ahli di bidang agama. Penulis Religious Freedom and the Supreme
Court ini pernah memberi kesaksian di depan Kongres terkait isu kebebasan
beragama.


Sedianya penghargaan ini akan digelar
pada 14 Januari mendatang di Hotel Richmond Marriott, Virginia, Amerika
Serikat. Sayanganya, sebelum acara itu Gus Dur lebih dulu meninggal akibat
komplikasi penyakit pada 30 Desember 2009 di RSCM Jakarta pukul 18.45 WIB
(AMDJ). []


http://gusdur.net/Berita/Detail/?id=383/hl=id/Gus_Dur_Terima_First_Freedom_Award
http://alamsyahdjafar.wordpress.com


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke