Amien Rais dihadapkan pada buah simalakama. Kanan remuk kiri hancur. 

Saya bersama Mayjen Saurip Kadi, atas dukungan Pak Syafiie Maarif dan bbrp 
tokoh, sempat mendatangi kediaman AR di jakarta suatu malam sebelum pilpres. 
Buat buka-buka-an peta. 

Kami enam mata malam itu. Waktu itu saya ceritakan bgmana skenario pemenangan 
SBY dg kecurangan sistemik shg cuma ada 3 pasang CAPRES krn MK ditekan untuk 
melanggar UUD agar tidak meloloskan calon independen dan pembatasan pencalonan 
20%. SBY juga memaksa dana dimonopoli lewat satu pintu shg seorang TK yg benci 
SBY pun terpaksa tunduk patuh drpd tidak bisa pasang bendera kampanye apalagi 
ini partai wong cilik mau darimana lagi kalau sponsor pada takut. 

Kami bilang bhw masih ada celah yaitu potensi penyelamat bangsa sekali lagi ada 
di tangan AR. Dan saya juga sampaikan ke beberapa tokoh PKS saya sudah menelpon 
Tomi Suharto bahwa walau membiayai partai Islam tsb tapi Tomi tidak mau ikut 
mendikte soal capres. Jadi silahkan mendukung siapa yg terbaik. 

Kami usul dua cara:
1. AR memimpin Partai partai Islam (bersama PKS)  dukung Prabowo yg digenjet 
lewat Rizal Ramli dkk untuk memecah suara partai2 gurem shg Prabowo tidak dpt 
kendaraan n harus menempel ke Megawati. Atau
2. Kalau mau bikin sejarah dukung DESA MERAK (DEdi SAurip MEngutamakan RAKyat) 
sbg pasangan ke4, walau tidak pakai dana, tapi Deddy Mizwar dicintai rakyat 
dimana mana. Wajah baru pasti ramai dan rakyat ada harapan baru. 

Yg penting kita jebol skenario SBY. Dmkn inti percakapan kami. Kalau beli 
kendaraan partai harus pakai dana memang tdk mungkin DESA MERAK. Tapi bukan 
berarti tidak akan ada dana. Kalau pasangan ke4 ini muncul secara tidak 
terduga-duga, mau gak mau pendonor akan pasang dana juga namanya pemilu kan 
seperti judi. Kalau pakai dana dg jumlah sama, setidaknya dukung Prabowo, agar 
permainan lebih cantik, jangan ke SBY. 

Namun AR malam itu malah menjelaskan bagaimana cara cara SBY menguasai dari A 
sd Z dan sulitlah untuk dijebol. Krn semua sudah dikuasai kubu SBY mulai dr 
lembaga negara, perngkat KPU dan aparat pemerintahan desa n kecamatan, polisi, 
intelejen, partai partai koalisi dan yg terpenting semua sumberdana yg ada 
harus lewat satu pintu, Kubu SBY. Jadi percuma lah.  

Esoknya, kami dpt info dr orang dekat AR yg mendorong kami bicara agar AR jd 
penyelamat Reformasi spt lagu dangdut: KAU YG MULAI KAU YG MENGAKHIRI maka AR 
hrs menyelamatkan Reformasi yg dulu dia pimpin. Ternyata ada hal yg intinya sbb:
1. PAN ada soal internal. Ada ksepakatan antara SB dg AR kalau PAN dpt 2 digit 
akan tetap dipegang SB tp kalau tidak tembus 2 digit akan dikembalikn ke AR. 
Masalahnya AR tidak punya dana buat take over (atau buyback PAN lebih 
tepatnya). Maka kehadiran HR menjadi     penyelamat AR buat buyback PAN. 
2. Ada ancaman khusus SBY kpd AR ketika mereka jumpa di lounge bandara seketika 
sesudah AR bertereak kencang soal korupsinya SBY. Entah apa yg membuat AR juga 
tunduk ke SBY. Kartu mana yg ditunjukkan SBY. 

Yah begitulah PAN lepas dari mulut singa (SB dkk adlh gang ICAL dlm permainan 
pasar modal dg sejumlah BUMN) masuk ke mulut harimau (HR sbg distributor dana 
ke koalisi Islam dr gang SBY Sri Boed Yudono para pemain cuci uang lewat BC). 

Mari kita lihat apakah AR masih bisa bernafas dlm lumpur dan apakah AR masih 
bisa melepaskan diri dari keterjepitan kedua pemangsa raksasa tsb. Akankah 
gelar bapak reformasi akan diganti dg repotnasi tergantung apakah PAN berani 
memimpin kembali koalisi untuk meninggalkan para perampok yg telah menyusahkan 
nasib rakyat? Dan meluruskan REFORMASI untuk rakyat. 

Wassalam
Justiani


Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: rifky pradana <[email protected]>
Date: Fri, 8 Jan 2010 11:55:13 
To: <[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>
Subject: [mediacare] PAN diketiaknya SBY ?

“Saya jadi Ketua MPP sudah lima tahun. Leher saya sudah keriput, jalan saya 
juga sudah tidak segagah lima tahun yang lalu. Suatu hari kalau saya 
meninggalkan PAN saya harap sudah tenang sambil tersenyum,” kata Amien Rais.

Ruangan tempat diselengarakan Kongres III PAN yang bertempat di Hotel Planet 
Holiday, Batam, menjadi hening.

Inikah isyarat yang menandakan Amien Rais sudah menghendaki akan pensiun dengan 
mengundurkan diri dari posisi Ketua MPP ?.

Sepertinya belum. Paling tidak belum untuk saat ini, seperti yang tersirat di 
kata penutup pidatonya Amien Rais, “Someday saya akan menyusul Mas Tris, 
pamitan”.

Selain itu, juga dikarenakan para peserta Konggres masih menghendaki Amien Rais 
untuk tetap menduduki posisi Ketua MPP. Dan, saat ini pun sedang dirumuskan 
dukungan untuk mendaulat Amien Rais kembali memimpin MPP PAN.

Sedangkan untuk posisi Ketua Umum, Amien Rais tampaknya ingin agar Hatta Rajasa 
bersinergi dengan Dradjad Wibowo, dengan meminta bahwa siapa pun yang kalah 
dalam pertarungan untuk menjadi Wakil Ketua Umum.


Lalu bagaimana dengan peluang Zulkifli Hasan menjadi Wakil Ketua Umum ?.

Belum diketahui dengan pasti, namun tampaknya Amien Rais telah memberikan 
isyarat yang dapat diartikan sebagai keberatan jika Hatta Rajasa sebagai Ketua 
Umum dan Zulkifli Hasan sebagai Wakil Ketua Umum.

“Jadi saat ini Pak Hatta itu no problem at all. Nah Mas Zul ini juga di 
kabinet, jadi dua orang di kabinet. Apa nanti kalau disebut dua orang di ketiak 
SBY, apa Anda rela ?”, kata Amien Rais.

“Tolong direnungkan besok pagi sudah mulai pemilihan”, kata Amien Rais kepada 
para peserta kongres III PAN.


Berarti Zulkifli Hasan tetap di posisi Sekjen ?.

Belum pasti juga, karena anak kandungnya Amien Rais, Mumtaz Rais, telah 
menyatakan bahwa dirinya siap menjadi Sekjen, jika PAN di bawah pimpinan Hatta 
Rajasa sebagai Ketua Umumnya.


Apakah hal itu mengindikasikan bahwa Zulkifli Hasan akan di posisikan di 
struktur MPP PAN ?.

Bisa jadi begitu. Arah angin dari para peserta konggres belum dapat ditebak 
dengan pasti, walau untuk jabatan Ketua Umum dapat ditebak kemungkinan besar 
Hatta Rajasa akan mengalahkan Drajad Wibowo dengan telak.


Walaupun arah angin masih belum tertebak, namun situasi konggres boleh dibilang 
tenang dan aman.

Akan tetapi walau dikatakan tenang dan aman, tetap ada juga kericuhan. Paling 
tidak, di hari Jumat kemarin, ruangan konggres sempat gaduh dan ricuh serta tak 
terkendali.

Kericuhan itu dipicu oleh Tina Talisa, seorang wanita cantik yang berprofesi 
sebagai presenter berita dari salah satu stasiun TV swasta.

Para peserta laki-laki di kongres III PAN itu rupanya sangat ngefans berat 
dengan Tina Talisa. mereka mengerubuti Tina Talisa, dan meminta foto bersama.

Tina pun segera melepaskan ikat rambutnya, dan sambil tersenyum melayani 
fansnya satu persatu.

Alhasil, suasana konggres pun berubah menjadi gaduh dan ricuh serta tak 
terkendali. Maka, dengan terpaksa, panitia penyelengara segera meminta Tina 
Talisa untuk meninggalkan dari ruangan konggres. “Maaf Mbak Tina, foto-fotonya 
dibawa di luar saja”,  kata panitia penyelenggara.

Tina pun menurut, dan meninggalkan ruangan konggres dengan tetap dibuntuti oleh 
para penggemarnya dari kalangan para peserta Konggres PAN.

Lobi di depan ruangan Kongres PAN berubah menjadi ajang foto-foto bersama. 
“Foto-foto lagi”, teriak para peserta Kongres PAN sambil tertawa cengengesan. 
Dalam sekejap saja, para peserta Konggres segera mengantre untuk foto bersama 
dengan Tina Talisa.


Jika begitu, maka PAN di masa depan sebenarnya lebih cenderung akan berada 
dibawah ketiaknya pak SBY atau Tina Talisa ?.


Wallahulambishshawab.


*
Catatan Kaki :
Artikel lain yang berjudul “Demokrat dan Golkar serta PDIP” dapat dibaca dengan 
mengklik disini .


*
PAN Diketiaknya SBY ?
http://polhukam.kompasiana.com/2010/01/09/pan-diketiaknya-sby/
*


      


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke