Sebetulnya upaya pak abdul akan lebih mengena jika pak abdul menyusun kitab pegangan semacam tarjih/bahtsul masa'il yang memuat hasil ijtihad pak abdul.
Karena jika hanya opini yang dibukukan akhirnya kami hanya memandangnya sebagai karya sastra yang tidak mungkin dengan serius kami telaah, apalagi di implementasikan. Ujung-ujungnya hanya memunculkan perdebatan yang tak kunjung selesai. Jadi hemat saya pak abdul dapat menyimpan energi pemikirannya untuk menerbitkan kitab ijtihad yang accomplished. Rizky Malang Sent from my BlackBerry® powered by Allah swt -----Original Message----- From: "abdul" <[email protected]> Date: Sat, 16 Jan 2010 13:57:28 To: <[email protected]> Subject: Re: Bls: [kmnu2000] To Mas Sofwan... Strategi dakwah Ulama2 Islam Fundamenalis utk mencegah anak2 atau orang2 awam jangan sampai tersesatkan dari ajaran2 salah,yang melarang orang lain berdakwah atau exist, bukannya memberikan pendidikan yang lebih baik kpd anak2 atau murid2. Bpk kira strategi ini lemah sekali,sudah ratusan tahun ulama2 Wahabi-salafy melarang pemuda2nya belajar ke BARAT kenegara2 kafir. Akibatnya pemuda2 Islam Saudi seperti katak tinggal di dunianya di bawah tempurung, tidak mempunyi ilmu2 ekonomi,technologi dan science. Baru2 ini ada 100 orang pemuda2 Saudi yg belajar di Universitas tempat bpk.Kami ngomong2 dengan mereka, Bagaimana kesan anda melihat Amerika dan masarakat amerika. Mereka gembira sekali dapat datang ke amerika utk belajar. Negara kami(saudi) jauh ketinggalan dlm segala aspek penghidupan, karena kami di kurung ratusan tahun oleh Raja2 sebelum King Abdullah. Dan juga ulama2 dahulunya mengeluarkan FATWA HARAM belajar ke negara2 kafir. Jadi dalam era informasi ini, dgn adanya Internet masuk kerumah rumah,bimbinglah anak2 kita dan pemuda2 kita dgn ajaran2 Islam yang baik dan janganlah anak2 dan pemuda2 kita dilarang bergaul dgn orang2 yang beralinaan agama atau keyakinan agama. Anak2 dan pemuda2 yang mendapatkan pelajaran agama yang baik,dan kuat imannya,kemana saja mereka pergi insya ALLAH tidak akan apa apa.. Mari kita berlomba lomba berbuat kebajikan kpd masarakat sebagai contoh bagi anak2, generasi penerus... Dalam masarakat plural tidak bijak melarang orang lain berdakwah atau exist, dan tidak bijak memusuhi orang2 yang tidak seagama atau sekeyakinan dgn kita. Wassalam --- In [email protected], Ahmad Ridho <ahraar...@...> wrote: > > Salaam. Semoga kedamaian selalu bersemayam di hati kita. >  > Mas Sofwan Nadi, saya tidak ingin mengatakan bahwa kita harus berkata > "aamiin" semuanya...namun saya khawatir jika yang membaca tulisannya Sdr. > Abdul itu adalah orang2 yang landasan keimanannya (meminjam istilah Mas > Sofwan) "tidak kokoh seperti gunung gemunung" itu...maksud saya...mereka > membaca (IQRO') saja tanpa (BISMI RABBIKA ALLADZI KHALAQ)...jelasnya lagi > bahwa kebanyakan masyarakat muslim kita adalah kelompok yang "awam" dengan > agamanya sendiri.. > kalau mereka hanya membaca tulisan itu saja, tanpa mengkomparasi dengan > tulisan2 lain maka dapat dibayangkan bahwa yang akan terjadi adalah "muslim > yang semakin jauh dengan ajaran agamanya"...yang buat mereka itu islam hanya > syahadat, sholat, puasa, zakat dan haji saja tanpa perlu menutup aurat, tanpa > perlu berakhlak mulia dllsbg. Ini adalah fakta karena setiap hari (mohon maaf > tanpa ada maksud ria') saya menghadapi kelompok2 awam sebagaimana yang saya > sebutkan diatas. > Itu saja dulu, mohon maaf jika ada kata2 yang kurang berkenan... > "Wa maa uriidu illa ishlahan mastatho'tu..Wa maa taufiqiiy illa > billaah..'alayhi tawakkaltu wa ilayhi uniib... > WassalaamualaikumWrhWbr >  > Ridho > pengamat masalah keagamaan > > > --- On Sat, 1/16/10, sofwan nadi <de_a...@...> wrote: > > > From: sofwan nadi <de_a...@...> > Subject: Re: Bls: [kmnu2000] Sdr. Abdul, issue2 kontemporer yang disampaikan > sudah basi... > To: [email protected] > Date: Saturday, January 16, 2010, 9:48 AM > > >  > > > > Kalau saya sangat bersyukur kepada Allah azza wajalla yang berkenan > menghadirkan Pak Latif di milist ini. Bayangkan kalau isi pemilist ini hanya > orang-orang yang berkata "aamiin" semuanya... wuah... kita bisa gelagapan > menghadapi pertanyaan-pertanya an usil dari kaum non muslim. Saya berdoa, > semoga Allah arrohmaan arrohiim selalu memberi kesehatan bagi Pak Abdul > sehingga terus segar memostingkan issue-issue yang seringkali kita lalai > terhadapnya. > > Bayangkan... apa yang dipostingkan Mbak Yuli... saya tak begitu concern. > Dengan adanya Pak Latif, maka Allah menghadirkan Mbak Yuli mencerahkan, atau > paling tidak mengingatkan. .. > > Karena itu mari kita sama-sama berkata "SubhaanaKa Maa Kholaqta Haadzaa > Baathilaa" Mahasuci Engkau wahai Allah, Engkau tidak ciptakan..., Engkau > tidak kehendaki... Ini (semua terjadi) dengan sia-sia.... > > Maha suci Allah....yang telah menghendaki milist ini ada beserta para > pemilist yang aktif didalamnya. > Semoga Allah memberi kesehatan untuk semuanya. Kemudian menancapkan > hidayahNya dengan menghunjam sangat kokoh bagai gunung gemunung mengokohkan > bumi. Aamiin. > >________________________________ > From: Ahmad Ridho <ahraar...@yahoo. com> > To: kmnu2...@yahoogroup s.com > Cc: Ahmad Ridho Ar Rasyidi <ahraar...@yahoo. com> > Sent: Sat, January 16, 2010 9:32:35 AM > Subject: Re: Bls: [kmnu2000] Sdr. Abdul, issue2 kontemporer yang disampaikan > sudah basi... > > Salaam, semoga kedamaian selalu bersemayam dihati kita, > > Sdr. Abdul, saya sudah membaca semua tulisan2 anda yang diposting di milist > ini. Salah satunya tentang jilbab, makan babi dllsbg. Saya paham bahwa maksud > dari tulisan anda agar pembaca mau membuka diri dan lebih banyak membaca > lagi. Disisi ini kita berterimakasih kepada anda sudah mau membangkitkan > ghirah membaca kita2 semua. > namun disayangkan, kebanyakan tulisan anda itu sangat lemah karena tidak > dilandasi argumen2 yang kuat dan hanya berpegang kepada dalil2 aqli saja yang > dibumbui perasaan emosional. Sebagai contoh, ketika tulisan anda tentang > jilbab dijawab dan dibahas oleh Sdri. Yuli Yasin, kesan saya jawaban dan > tulisan anda SANGAT TIDAK ILMIAH. > Dan saya kira kalau dianggap bahwa apa yang anda tulis itu sesuatu yang > kontemporer, saya kira kurang relevan karena masalah2 itu sudah kebanyakan > sudah dibahas baik di kitab2 fikih klasik maupun kontemporer. .sudah banyak > ijtihad yang dihasilkan tentang hal2 yang anda sebutkan itu. > Kalau anda anggap bahwa para ulama yang telah membahas masalah tersebut telah > meninggal ratusan tahun lalu, ternyata yang mati itu hanyalah jasad mereka > saja, pemikiran mereka tetap lestari sampai hari ini, dan bila anda anda > tidak puas dengan hasil pembahasan mereka, silakan saja untuk tidak diikuti > tapi jangan ngajak-ngajak orang lain. Silakan buat buku fikih khusus untuk > diri pribadi anda saja, karena kita tidak ingin ikut terjerumus akibat ulah > orang lain. > > Kalau memang mau membahas masalah kontemporer yang berkaitan dengan > kemanusiaan, saya pikir masih banyak hal yang bisa kita bahas disini yang > betul-betul menyangkut hak manusia, seperti hak untuk hidup layak (terbebas > dari kemiskinan), hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, hak > mendapatkan pekerjaan yang layak dllsbg. Dan bagaimana peran agama (khususnya > ilmu syariah) dalam menjawab persoalan2 tersebut. > Yang paling baru adalah mengenai pemanasan global dan perubahan iklim yang > akan berimbas pada kesiapan suatu wilayah dalam mengantisipasi bahaya yang > ditimbulkan. > > Sekian dulu yang dapat saya sampaikan, mhn maaf jika ada kata2 yang kurang > berkenan, > Salaamun 'ala man ittaba'a al HUDA... > > > Ridho, > Pengamat masalah keagamaan > > > > --- On Sat, 1/16/10, abdul <latifabdul777@ yahoo.com> wrote: > > From: abdul <latifabdul777@ yahoo.com> > Subject: Re: Bls: [kmnu2000] ( 1) Issue2 kontemporer ; Wanita Jangan Merasa > Berdosa Tidak Berjilbab > To: kmnu2...@yahoogroup s.com > Date: Saturday, January 16, 2010, 6:40 AM > > Terimakasih banyak atas ilmu yangdisampaikan kepada kita semua disini,semoga > wawasan ilmu kita kan beratmbah banyak dan bertambah toleransi kita atas > perbedaan2 yang terdapat di masarakat islam yang sudah lama ditinggalkan oleh > Baginda Rasul yangsama sama kita cintai. > > respond yang dapat bpk berikan kpd tulisan anda ini adalah dgn merenungkan > sebuah ayat dibawah ini; > > "Bismilahirrahmanir rahiim. > ".....Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib( ulama2, imam2) > mereka sebagai tuhan selain Allah(Al Quran) dan..QS.9:31 > > Bpk dalam merenungkan peringatan ALLAH diatas itu,berkenaan percaya kpd imam2 > kita yang kita cintai,dimana beliau semua sudah meninggal dunia ratusan tahun > yang silam. > > Semenjak itu, apakah kitab2 dari imam2 kita itu masih SUCI dari pemalsuaan2 > tangan2 manusia? inilah yang menjadi keraguan bpk sendiri, apakah anda masih > percaya kpd kitab2 yang ada di pasar2 itu yang mengatan namakan imam2 Muslim, > hanafi,syafie dll. > > ALLAH swt hanya menjamin hanya kitab Al Quran saja sebagai kitab pegangan > hidup seorang muslim YANG SUCI DARI PEMALSUAN2 TANGAN MANUSIA. > > Bpk sudah tua, takut mati dlm kesyrikan.kalau mati tiba2 lansung masuk neraka > tanpa di hizab. > > Jadi sebaiknya kita berpegang kpd kitab ALLAH yang dijamin kesuciannya. Kalau > berbeda menafsirkan ayat2 ALLAH, biarlah ALLAH saja nanti yang akan > menghakimi kita semua. Siapa yang benar di antara kita. Janganlah karena > berbeda keyakinan, kita saling bermusuhan dan berkelahi. Ini tidak dinginkan > oleh ALLAH. Semua adalah saudara2 seiman yaitu Islam. > > Wassalam > > --- In kmnu2...@yahoogroup s.com, Yuli Yasin <yuli_yasin@ ...> wrote: > > > > Assalamuââ¬â¢alaikum > > Mas Latief yang terhormat, Para ulama sama sekali tidak berbeda pendapat > > dalam hal aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kec. wajah dan telapak > > tangannya berdasarkan QS. An Nur, 24: 31. Ada memang sebagian kecil ulama > > yang berbeda pendapat dengan pendapat mayoritas ini, yang mengatakan bahwa > > aurat wanita adalah seluruh tubuhnya tanpa kecuali. Artinya kewajiban > > menutup kepala dengan kerudung adalah konsekwensi seorang wanita muslimah > > yang disepakati oleh semua ulama. > > Kitab Bada'iu ash-Shana'i (5/123) menyebutkan bahwa Imam Abu Hanifah > > menegaskan bahwa berdasarkan (QS. An Nur, 24: 31): sekujur badan wanita > > tidak boleh terlihat oleh laki-laki asing (bukan muhrim) kecuali muka dan > > telapak tangannya. Pengecualian wajah dan telapak tangan difahami dari > > kalimat: ââ¬Å"walaa yubdiina min ziinatahunna illa maa dzahara > > minhaaââ¬ï¿½ yang dimaksud dengan perhiasan di sini adalah tempat > > perhiasan itu digunakan, yaitu wajah dan telapak tangan. > > Alasan lain mengapa wajah dah telapak tangan dikecualikan: seorang > > perempuan memerlukan melakukan transaksi jual-beli, menerima dan memberi. > > Hal ini tidak bisa dilakukan kecuali dengan membiarkan wajah dan telapak > > tangan terbuka. > > Dalam kitab al Mabsuth (10/152-153) , Imam As Sirikhsi menjelaskan bahwa > > dalam mazhab Hanafi ada pendapat yang mengatakan bahwa wajah dan telapak > > tangan juga merupakan aurat yang wajib ditutup, namun yang dijadikan fatwa > > dalam mazhab adalah bahwa wajah dan telapak tangan boleh terbuka. > > Demikian halnya mazhab Maliki menegaskan bahwa seluruh tubuh wanita adalah > > aurat, kecuali wajah dan telapak tangannya. Karenanya, boleh bagi laki-laki > > asing (bukan muhrim) untuk melihatnya jika tidak takut timbul fitnah. > > (Lihat: at-Tamhid (6/365), asy-Syarh ash-Shagir (1/400, 401)) > > Sementara itu, Imam Nawawi dalam al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab (1/159) > > mengatakan bahwa menurut mazhab Syafiââ¬â¢i wajah dan telapak tangan > > bukan termasuk aurat wanita. Dalilnya adalah kebutuhan yang menuntut untuk > > mengenali wajah dalam transaksi jual-beli, demikian halnya dibolehkan > > nampak telapak tangan karena untuk memudahkan dalam mengambil dan memberi. > > Adapun Ibnu Qudamah dari mazhab Hanbali mengatakan bahwa haram hukumnya > > melihat selain wajah dan telapak tangan wanita. Karena pada hakekatnya > > tubuh wanita adalah aurat, dibolehkan melihat wajah dan telapak tangan > > walaupun hukumnya makruh apabila aman dari fitnah dan melihat tanpa > > syahwat. (Al Mughni, Ibnu Quddamah (1/561) > > Dalam kitab al-Muhalla (3/210), Ibnu Hazm mengatakan bahwa seluruh tubuh > > perempuan adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangannya. > > à à à à à à à à à à à Jelaslah bagi kita bahwa tidak ada > > ikhtilaf di antara fuqaha tentang batasan aurat wanita kecuali pada wajah > > dan telapak tangan. Adapun lebih dari itu, seperti: rambut, telinga, leher, > > dada dan tangan bisa dikatakan tidak menjadi bahan diskusi para fuqaha, > > karena telah disepakati sebagaian bagian dari aurat wanita. > > Bahkan Qasim Amin yang dijuluki sebagai pemikir sekuler saja dengan tegas > > menyatakan dalam bukunya tahrirul marââ¬â¢ah bahwa ia hanya menuntut > > agar wanita diberi kebebasan untuk tidak menutup wajah dan telapak > > tangannya, sebagaimana telah disepakati fuqaha. Karena pada masanya wanita > > di Mesir dikurung dalam rumah, à walaupun boleh keluar rumah karena > > kebutuhan yang mendesak harus menutup semua tubuhnya tanpa kecuali. > > Kadang pemikiran Qasim Amin berkenaan dengan jilbab ini tidak disampaikan > > dengan gamblang, sehingga memberi pemahaman bahwa ia menuntut lebih dari > > wajah dan telapak tangan untuk dibiarkan terbuka. Hal ini akan menjadi hal > > yang berbahaya sekali bila kita kaitkan dengan apa yang dikatakan oleh DR. > > Muhammad ââ¬ËImarah --dalam bukunya ââ¬Å"Qasim Amin, al-Aââ¬â¢mal > > al-kamilah (Cairo, Dar asy-Syuruq: 1989) hal. 124-133ââ¬ï¿½-- bahwa 4 > > permasalahan yang dibahas dalam buku Qasim Amin termasuk di dalamnya > > masalah hijab adalah buah pena Muhammad Abduh. > > DR. ââ¬ËImarah meyakinkan pembaca bahwa setelah ia melakukan studi > > kritis terhadap karya-karya Qasim Amin (Kalimat, tahrir al > > ââ¬"marââ¬â¢ah dan al-marââ¬â¢ah al-jadidah), mengantarkannya > > kepada sebuah kesimpulan bahwa qadhiyah Hijab, perkawinan, poligami dan > > thalaq bukan merupakan tulisan Qasim Amin, melainkan tulisan Muhammad > > Abduh. Untuk mendukung pendapatnya, DR. ââ¬ËImarah memberikan berbagai > > dalil, di antaranya kedalaman pembahasan fiqih dalam ke-empat qadhiyyah > > tadi, padahal fiqih bukan merupakan spesialisasi Qasim Amin, sementara > > kedekatan antara Qasim Amin dan Muhammad Abduh diakui oleh semua pihak. > > Bahkan Muhammad Abduh selalu menghindar ketika diminta untuk memberi > > komentar terhadap buku Qasim Amin tersebut. > > Ustdz Quraish Shihab, dalam buku jilbab-nya (Lihat: Jilbab; Pakaian Wanita > > Muslimah, Quraish Shihab. Jakarta, Lentera Hati: 2006. Hal. 123-127) > > mengambil penggalan-penggalan hasil studi ââ¬ËImarah yang mengarahkan > > kepada bahwa apa yang ditulis Qasim Amin adalah pendapat Muhammad > > ââ¬ËAbduh, kemudian memberi komentar: ââ¬Å"yang penulis maksud, tidak > > lain hanyalah ingin membuktikan bahwa ada juga ulama-ulama yang diakui > > otoritasnya (dalam hal ini yang dimaksud oleh ustdz Quraish Shihab adalah > > Muhammad Abduh) yang menganut atau bahkan mencetuskan pendapat-pendapat > > yang berbeda dengan pendapat ulama-ulama terdahulu.ââ¬ï¿½ Dalam hal ini > > Ustadz Quraish seakan ingin menggiring pembaca kepada kesimpulan bahwa > > Qasim Amin (atau Muhammad Abduh) memiliki pendapat yang berbeda dengan > > pendapat ulama terdahulu. Padahal apa yang disampaikan mereka (Qasim Amin > > dan Muhammad Abduh) adalah apa yang menjadi kesepakatan ulama terdahulu, > > bahwa aurat wanita adalah > seluruh tubuhnya > > kecuali wajah dan telapak tangan. > > Demikianlah para ulama sepakat bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat > > kecuali wajah dan telapak tangannya. Bahkan ada sebagian ulama yang > > mengatakam bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat tanpa kecuali. Namun > > memerintahkan menutup seluruh tubuhnya (termasuk wajah dan telapak > > tangannya) dengan alasan agar laki-laki tidak tergoda (saddu adz dzarai) > > merupakan tindakan yang tidak fair kepada setengah komunitas dunia. Lantas > > untuk apa Allah mewajibkan ghadhdhul bashar apabila wajah wanita sudah > > tertutup? (QS. An Nur, 24: 30) > > à à à à à à à à à à à Andai menutup wajah diwajibkan, mengapa > > Rasulullah memalingkan muka Fadl bin Abbas ketika Fadl tampak terpukau > > dengan kecantikan seorang wanita? Andai menutup wajah wajib, tentu > > Rasulullah akan memerintahkan wanita jelita itu untuk menutup wajahnya.(HR. > > Bukhori Muslim). Rasulullah juga pernah memperingatkan Ali untuk tidak > > memandang berkali-kali kepada wanita: ââ¬Å"Ya Ali, jika pandanganmu jatuh > > pada seorang wanita maka cepatlah berpaling, kamu hanya berhak atas > > pandangan pertamaââ¬ï¿½ (HR. Abu Daud). Nash-nash ini mengantarkan kita > > kepada sebuah kesimpulan bahwa wajah tidak termasuk aurat. > > Jadi, ikhtilaf yang terjadi di antara para fuqaha adalah apakah wajah dan > > telapak tangan termasuk aurat, sehingga wanita harus menggunakan cadar dan > > sarung tangan? Sementara selain wajah dan telapak tangan telah disepakati > > sebagai aurat wanita yang harus ditutup, dan konsekwensinya menggunakan > > kerudung bagi wanita muslim adalah sebuah kewajiban. > > Dan itulah yang bisa kita pahami dari QS an-Nisa, 24: 31, Allah > > memerintahkan para wanita untuk menutupi dada dengan kerudungnya (khimar). > > Kata ââ¬Å"khumurââ¬ï¿½ dalam ayat adalah bentuk jamak dari kata > > ââ¬Å"khimarââ¬ï¿½ yang artinya sesuatu yang menutupi kepala.(An > > Nihayah, Ibnu Atsir) Berdasarkan ayat ini kaum mukminah diwajibkan untuk > > menutup kepala, leher dan dadanya, hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Ibnu > > Hazm dalam kitabnya al Muhalla, ââ¬Å"Ketika Allah memerintahkan wanita > > mukminah untuk menjuntaikan kerudung mereka ke dada mereka, hal ini > > mengandung makna bahwa Allah memerintahkan mereka untuk menutup kepala, > > leher dan dada. Sekaligus menjadi dalil kebolehan menampakkan > > wajah.ââ¬ï¿½ > > Ayat ini menampik pendapat yang mengatakan bahwa Allah tidak memerintahkan > > mukminah untuk menutup rambutnya, cukup bagi wanita untuk menutup leher dan > > dadanya. Karena apabila rambut diperintahkan juga untuk ditutup, Allah akan > > menyatakan dengan tegas, misalnya dengan redaksi sbb.: ââ¬Å" Dan > > hendaklah mereka menutup kepala dan dada mereka dengan kerudung. > > Dalam buku jilbabnya, Ustadz Quraish Shihab menyebut-nyebut adanya kelompok > > (tanpa menyebutkan kelompok yang mana?) yang membolehkan menggunakan > > kerudung yang hanya menutupi sebagian kepala. Dengan menganalogikannya > > kepada kewajiban membasuh kepala dalam berwudhu yang difahami oleh sebagian > > fuqaha dengan membasuh sebagian saja. Juga dengan mengutip pendapat ibnu > > Atsur yang mengatakan bahwa pakaian wanita disesuaikan dengan adat > > setempat. Padahal yang dimaksud oleh Ibnu Atsur adalah model pakaian bukan > > batasan aurat. Karena batasan aurat tidak akan berubah karena berubahnya > > kondisi, adapun yang sifatnya kondisional, disesuaikan dengan adat setempat > > -seperti yang disebut oleh Ibnu Atsur dalam tafsirnya at-Tahrir wa > > at-Tanwir- adalah model pakaian wanita muslimah (mau berbentuk gamiskah? > > Atau celana longgar dengan stelan panjang, atau model-model lain yang > > disesuaikan dengan kebiasaan yang berlaku pada sebuah masyarakat). Selama > > model pakaian tersebut > > menutupi seluruh bagian tubuh wanita, kecuali wajah dan telapak tangannya, > > pakaian tersebut boleh dikenakan. > > Ketika Allah menggunakan kalimat khimar yang berarti penutup kepala, secara > > otomatis Allah memerintahkan wanita mukminah menutup kepala, ayat ini > > bertujuan memerintahkan mukminah untuk tidakà sekedar menutup kepala, tapi > > kerudung yang digunakan harus menutup leher dan dadanya juga. > > Untuk lebih yakinnya, mari sama-sama kita buka tafsir Qurthubi (12/ 230) > > yang mengisahkan sebab turunnya ayat tersebut: ââ¬Å"para wanita ketika > > turunnya ayat telah menggunakan khimar sebagai penutup kepala, Namun > > kerudungnya itu dibiarkan menjuntai kebelakang, sehingga tampaklah leher, > > dada dan telinga mereka. Maka turunlah ayat yang memerintahkan mereka untuk > > menjuntaikan kerudung ke dada mereka.ââ¬ï¿½ > > Demikian mas latief, dan ada baiknya jikaà dalam kesempatan ini saya > > sampaikanà fatwa yang telah dikeluarkan oleh Lajnah Fatwa al-Azhar yang > > diterbitkan melalui majalah al-Azhar, Juz III, edisi ke 67, bulan Rabiul > > Awal tahun 1415H, Agustus / September 1994 halaman 275-279: > > ââ¬Å" Bahwasanya nash-nash Qurââ¬â¢ani dan sunnah Rasulullah > > mengandung pengertian bahwa seorang wanita muslimah apabila telah haid, > > kemudian dia keluar rumah, maka tidak boleh ada bagian tubuhnya yang > > terbuka kecuali wajah dan kedua telapak tangannya. Disyaratkan menggunakan > > penutup kepala sehingga hanya terlihat mukanya dengan batasan yang sudah > > maklum. Penutup kepala tersebut harus panjang sehingga menutupi leher, dan > > bagian antara leher dan dada. Penutup kepala seperti inilah yang dimaksud > > dengan khimar yang disebut-sebut dalam al Qurââ¬â¢an. Kewajiban ini > > dilegitimasi oleh alqurââ¬â¢an, sunnah, dan ijmaââ¬â¢.ââ¬ï¿½ > > à à à à à à à à à à à Setelah penjelasan di atas, saya rasa > > setiap wanita yang mengklaim dirinya mukminah HARUS merasa berdosa apabila > > tidak berkerudungââ¬Â¦apa sulitnya sih berkerudung? disamping memenuhi > > perintah agama, kita boleh memilih model pakaian yang kita suka, yang > > penting memenuhi syara-syarat berikut: > > > > Pakaian yang digunakan tidak seronok, sehingga malah mengundang pandangan > > kaum lelaki. > > Pakaian yang digunakan tidak boleh terbuat dari bahan transfaran sehingga > > menampakkan kulit atau pakaian ketat sehingga nampak lekukan tubuh. Karena > > kedua jenis pakaian tsb alih-alih menutup aurat, malah mengundang birahi > > yang melihat. Wanita yang seperti inilah yang dimaksud oleh Rasulullah > > dalam HR. Muslim bahwa Rasulullah melihat dalam neraka, wanita-wanita yang > > berbusana (tetapi) telanjang. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak > > bisa menghirup bau surga yang tercium dari sekian jauh jaraknya. > > Tidak menggunakan parfum untuk menarik perhatian pria. Karena hal ini > > dilarang dalam HR. An Nasai: ââ¬Å"Apabila perempuan menggunakan parfum > > kemudian ia lewat di antara kaum lelaki sehingga mereka mencium parfumnya, > > maka perempuan tersebut adalah pezinaââ¬ï¿½ > > Tidak berniat menyerupai pakaian laki-laki dan non muslimah > > Tidak berniat pamer dengan pakaiannya. Karena Rasullah pernah menjanjikan > > kepada orang-orang yang berpakaian agar popular, pakaian kehinaan pada hari > > kiamat, kemudian ia dibakar dalam pakaian tersebut. (HR. Abu Daud) > > à > > Semoga bermanfaat. > > Wallahul muwafiq ila aqwamith thariq, wassalamuââ¬â¢alaikum wr.wb. > > à > > > > --- On Fri, 15/1/10, abdul <latifabdul777@ ...> wrote: > > > > > > From: abdul <latifabdul777@ ...> > > Subject: Re: Bls: [kmnu2000] ( 1) Issue2 kontemporer ; Wanita Jangan Merasa > > Berdosa Tidak Berjilbab > > To: kmnu2...@yahoogroup s.com > > Date: Friday, 15 January, 2010, 8:00 AM > > > > > > à > > > > > > > > Kalau ingin mencari kebenaran, sebaiknya di diskusikan disini, tempat ini > > yang terbaik. Agar teman2 lain2nya dapat sharing ilmu dari diskusi kita. > > NIatkan untuk mencari kebanaran atas ALLAH. > > > > Wassalam > > > > --- In kmnu2...@yahoogroup s.com, njid taqim <biotaqim@ .> wrote: > > > > > > wa'alaikum salam warohmatullohiwabar okatuh... . > > > > > > Bpk Abdul,boleh saya tahu riwayat pendidikan bapak? terutama pendidikan > > > tentang islam,...kalo boleh silahkan kirim langsung ke email saya,.... > > > saya ingin diskusi secara privat dengan bapak, semoga kita semua dapat > > > hidayah...semoga kebenaran yang akan di tampilkan oleh Alloh SWT... > > > kalau bisa ketemu langsung malah lebih baik, saya di jakarta,alamat nanti > > > saya japri saja kalau bapak mau,... > > > terus terang saya takut dengan tulisan-tulisan bapak,...terimakasi h.. > > > > > > #Njid Taqim# > > > "khudz ma shofa wa da'ma kadaro...... ." > > > &&& > > > > > > > > > > > > --- Pada Ming, 10/1/10, abdul <latifabdul777@ ...> menulis: > > > > > > Dari: abdul <latifabdul777@ ...> > > > Judul: [kmnu2000] ( 1) Issue2 kontemporer ; Wanita Jangan Merasa Berdosa > > > Tidak Berjilbab > > > Kepada: kmnu2...@yahoogroup s.com > > > Tanggal: Minggu, 10 Januari, 2010, 7:58 AM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Ãâà > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Assalaumu'alaikum wr.wb. > > > > > > > > > > > > Alhamadulillah, tahun 2009 kita tutup dan tidak akan kembali lagi. > > > Mudah2an > > > > > > tahun 2010 ini kita dapat memperbaiki segala kekurangan2 kita utk menuju > > > seorang > > > > > > muslim yang lebih sukses. Sukses seorang Muslim akan dapat di capai kalau > > > aqidah > > > > > > Islam kita di jalan yang lurus atau yang benar. > > > > > > > > > > > > Saya sangat sependapat dengan ahli tafsir Indonesia Prof DR.Quraish > > > Shihab yang > > > > > > menganjurkan pemuda2 Islam Indonesia utk terus menerus menggali Rahasia2 > > > Al > > > > > > Quran sebagai kitab pedoman hidup kita sesuai dengan perkembangan > > > disiplin2 > > > > > > ilmu2 lainnya. > > > > > > > > > > > > Salah satu tafsiran yang ditemukan oleh QH yang berbeda dgn ahli2 tafsir > > > klasik > > > > > > Arab(Ibnu Katsir dll) adalah tentang pakaian wanita muslim. > > > > > > > > > > > > Prof DR,KH Quraish Shihab menafsirkan ayat2 tentang pakaian wanita di Al > > > quran > > > > > > bukanlah suatu kewajiban,keharusan , tapi adalah anjuran. > > > > > > Dengan kata lain kalau di kerjakan boleh dan tidak dikerjakan tidak > > > berdosa. > > > > > > > > > > > > Pendapat Ahli tafsir QH ini sangat sependapat dgn saya.Saya melihat dari > > > kondisi > > > > > > tanah Arab "Padang pasir yang panas" akan berbahaya kalau wanita2 dan > > > laki2 > > > > > > tidak menutup semua tubuhnya,kecuali mata.Bahayanya adalah pasir2 panas > > > itu akan > > > > > > merusak rambut, kulit dan mata. > > > > > > > > > > > > Juga di anjurkan wanita2 kalau berjalan hendaklah merendahkan kepalanya, > > > agar > > > > > > pasir tidak masuk kemata. > > > > > > > > > > > > Prof.DR Q.Shihab menjelaskan dlm bukunya, bahwa menafsirkan ayat2 ALLAH > > > > > > hendaklah dilihat atau di analisa dimana, kapan, dan kontek ayat itu > > > diturunkan. > > > > > > > > > > > > Wahyu2 ALLAH itu diturunkan di Tanah Arab padang pasir selama 23 tahun, > > > 1400 > > > > > > tahun yang silam,dimana ilmu2 tachnoogi dan science belum berkembang > > > seperti > > > > > > sekarang ini. > > > > > > > > > > > > Di Tanah Arab sendiri ulama2 berbeda pendapat dlm menafsirkan ayat pakaian > > > > > > wanita. Ada ulama2 yang mengeluarkan fatwa wanita2 wajib menutup semua > > > tubuhnya, > > > > > > berdasarkan kepada leterlek ayat tersebut. > > > > > > > > > > > > Ada ulama2 ahli hadits, berpendapat bahwa yang wajib ditutup adalah > > > > > > rambut,sedangkan mata, telapak tangan dan kaki tidaklah aurat, boleh di > > > buka. > > > > > > Dalam Al Quran tidak ada ayat2 ALLAH yang menjelasakan mengenai batas2 > > > aurat. > > > > > > Pertanyaan kita,apakah hadits2 ini benar2 ucapan Rasul atau rekayasa > > > ulama2 > > > > > > dahulu? Hanya ALLAH saja yang Maha tahu. > > > > > > > > > > > > Semoga para pembaca budiman, baik anggota2 baru dan lama WW dapat > > > mengambil > > > > > > manfaatnya. > > > > > > > > > > > > Wassalamu'alaikum wrwb > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat > > > tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. > > > http://id.messenger .yahoo.com/ pingbox/ > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > New Email names for you! > > Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and > > @rocketmail. > > Hurry before someone else does! > > http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/ > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
