Betul, Mas Si Kebenaran. Saya sependapat dengan anda. Selama ini, saya 
berpendapat, tidak hanya perempuan yang dibegitukan, tetapi objek dalam arti 
umum, seperti masyarakat atau jamaah.

Saya seringkali bertanya-tanya kepada penda'wah, baik ustad atau pastur, wow, 
apalagi kaum politisi: Adakah mereka memperoleh kegembiraan kalau jamaah atau 
simpatisannya bisa di-"hitam-merah"-kan menurut maunya dia??? Kalau mereka 
mendapat kegembiraan, dengan kata lain, kalau mereka senang, gembira atau 
bangga dengan hasil kerja mereka meng-"hitam-merah"-kan jamaah, saya 
bertanya-tanya: Adakah para jamaah itu tidak ubah seperti binatang-piaraan??? 
Bukankah si penda'wah ini punya penyakit kejiwaan, yang kegembiraannya membuat 
warna jamaah semau perut mereka?

Karena itu saya sering menolak mengambil kepercayaan agama dari "ajaran" 
manusia-manusia. Apalagi manusia jaman sekarang.
Saya perhatikan sekarang. Orang berdakwah kok melalui sistem organisasi dan 
pengkaderan. Padahal dahulu ulama yang disebut pendiri madzhab, tidak pernah 
bermaksud membuat madzhab, apalagi membuat organisasi madzhab.

Bukankah kalau membuat organisasi dakwah dan pengkaderan, namanya "gila 
kesuksesan" yang bersindromkan penyakit kejiwaan? Yakni, dia gembira kalau 
dakwahnya diikuti orang "kader"nya.

Jadi apakah kebahagiaan itu adalah pilihan si penda'wah ataukah penerima da'wah?
Kalau kebahagiaan adalah pilihan si penda'wah, dengan kata lain kesuksesan 
da'wah adalah "kebahagiaan" dia, wah bahaya orang ini.
Kalau kebahagiaan adalah pilihan si penerima da'wah atau jamaah, nah yang ini, 
jamaah tidak diperlakukan sebagai binatang piaraan. Tetapi menghormati hak 
hidup jamaah itu sendiri. Dengan kata lain memanusiakan jamaah.

Dalam hal ini, saya curiga juga, jangan-jangan agama adalah alat pemuas nafsu 
para juru da'wah, bukan pilihan yang menggembirakan dari jamaah, dimana dengan 
memilih agama, jamaah memperoleh kebahagiaan yang semestinya menjadi hak 
hidupnya sebagai manusia.

Bagaimana teman-teman???




________________________________
From: Si Kebenaran <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sun, January 17, 2010 7:55:52 AM
Subject: Re: [kmnu2000] (6) Issue Kontemporer; POLIGAMI  dan  PERBUATAN ANIAYA

  

Saya pikir perempuan itu manusia tetapi kontruksi sosial seperti budaya, agama, 
adat, membuat manusia menjadi sejenis barang & binatang piaraan.

Coba baca kritik Kartini atas agama...

Tafsir sich bisa aja diplintir sana sini, tetapi fakta tidak.

--- On Fri, 15/1/10, abdul <latifabdul777@ yahoo.com> wrote:

From: abdul <latifabdul777@ yahoo.com>
Subject: [kmnu2000] (6) Issue Kontemporer; POLIGAMI  dan  PERBUATAN ANIAYA
To: kmnu2...@yahoogroup s.com
Date: Friday, 15 January, 2010, 11:43 PM

 

Creative AlQuran Study

Book Seri I.

Abdullatif.

Assalamu'alaikum wr wb

Bismilahirahmanirra hiim.

"....Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) 
seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih 
dekat kepada tidak berbuat aniaya.QS.4: 3.*Dan kamu sekali-kali tidak akan 
dapat berlaku adil di antara isteri- isteri [mu], walaupun kamu sangat ingin 
berbuat demikian, QS.4:129.

Dengan kata lain dari ayat itu;

---Haram bagi kamu berpoligami sekiranya kamu tidak akan bisa berlaku adil, 
dekat kepada perbuatan aniaya, maka kawinilah satu saja.

---Halal berpoligami kalau bisa berlaku adil,

Ulama2 Islam Fundamentalis menganjurkan laki laki untuk berpoligami, dan mereka 
bukan merujuk kepada ayat diatas itu, tapi merujuk kepada fatwa2 ulama2 dan 
kitab2 hadits yang tidak terjamin kesuciannya, apakah benar ucapan Rasul atau 
tidak. Hanya ALLAH saja yang Maha Tahu.

---Pertama tanpa melihat; apakah bisa berbuat adil kepada istrinya?

---Kedua tanpa melihat keadaan ekonomi laki2 apakah sanggup untuk 
mensejahterakan keluarga besarnya.Kalau tidak akan menjadikan Poligami itu 
perbuatan aniaya.

---Ketiga tanpa melihat dan mempertimbangkan kesalehan istri lama dan baurunya. 
Istri2 yang cemburu dan materialis, akan mengancurkan keluarag poligami.

Ulama2 yang berwawasan luas dan mempunyai  disiplin ilmu2 yang lain, merujuk 
kepada ayat tersebut diatas itu; berpoligami bagi laki2 yang berlum bertingkat 
taqwa adalah haram baginya, akan berakibat aniya kepada anak2 dan istrinya. 
Setiap perbuatan2 aniya kepada seseorang adalah haram hukumnya.

Kecuali kalau seorang laki2 yang bertingkat "taqwa" yaitu seorang muslim yang 
berakhlaq atau spritual yang tinggi atau mulia dan ekonominya juga kuat atau 
kaya raya untuk menopang biaya yang tinggi. Muslim taqwa ini dapat membiaya 
keluarga besar dengan baik dan adil dan keluarga tidak akan teraniaya.

Begitu pula istri2nya bukanlah  wanita2 biasa, wanita2 materi, tapi adalah 
wanita2 saleh yang benar2 mengerti agama islam dengan baik

Kalau syarat2 ini sudah terpenuhi barulah berpoligami itu akan halal dan di 
bolehkan oleh Islam.

Contohnya adalah Aa Gym yang ekonominya kuat,kaya raya,serta istrinya2 juga 
muslimah2 yang saleh yang tidak materi dan cemburu.

Demikianlah, semoga ayat ALLAH yang jelas itu dapat merobah persepsi kita 
selama ini bahwa laki2 sebarangan boleh berpoligami. Untuk bisa berpoligami 
haruslah memenuhi syarat2 yang diberikan oleh ALLAH tersebut diatas itu yaitu 
bisakah laki2 berlaku adil? Bisakah istri2 menerima istri baru?

Semoga dgn ayat diatas itu terjaga aqidahkita kembali, Amien

Wassalamu'alaikum wrwb

Silalakn kirimi teman2 yang tercinta.

Get your new Email address!
Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/

[Non-text portions of this message have been removed]


 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke