Salam,

Mas Dani menyebut...."mursyid jadi-jadian".... wah kok ada, ya?

Bagi saya, yang tidak pernah masuk secara resmi menjadi murid tarekat, berfikir 
bahwa jadi mursyid itu sudah melewati proses seleksi "fit n proper test" yang 
hebat.
Pikir saya yang tidak tahu, kalau jadi mursyid sudah "bisa terbang", wiridnya 
sudah "mengangkasa"... Proses latih batinnya sudah panjang...
Lalu, kok bisa ada mursyid jadi-jadian? Apa pakai SK yang bisa "aspal" begitu?

Belum lama, saya duduk menunggu waktu di Masjid Agung Palembang, bertemu orang 
pernah anggota tarekat. Dia bilang, mursyidnya itu mengajarkan "Yang wujud itu 
adalah tuhan, apa yang selain tuhan itu musnah". Setelah itu, mursyid bilang: 
kamu ini tuhan...., pohon itu tuhan....., batu itu tuhan..... Karena yang bukan 
tuhan itu musnah.

"Bukankah bahwa tak ada sesuatupun yang serupa dengan tuhan?" bilang orang ini 
kepada saya.
Orang ini bercerita tentang ajaran sang mursyid yang "hebat" ini secara membabi 
buta.

Saya tanya: Siapakah para murid ini, apa yang lama semua atau yang baru masuk?
Jawabnya: Didepan siapa aja, murid baru masuk atau lama.

Kata saya: Mas, tolong laporkan ke Presiden Tarekat Habib Lutfi. Saya tak 
mengerti apa mursyid itu boleh bicara seperti ini kepada muridnya.

Wah, saya perlu tanya ke Mas Dani, apa job description bagi level-level kaum 
tarekat ini. Apa tugas dan fungsi pokok mereka masing-masing. Kok, keadaan di 
lapangan (di wilayah-wilayah pedalaman transmigrasi) cukup mengkhawatirkan.

Trims.




________________________________
From: arief dani <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, January 20, 2010 5:10:42 PM
Subject: Re: [kmnu2000] Kenapa Profesi Tukang Ojeg Perempuan kok diharamkan?

  
Assalamu alaykum wr wb

1. bagaimana hukumnya
.........
Seru memang, mau minta fatwa ke siapa? Kalau yg memberi fatwa bukan orang yg 
jujur dan siddiq, kalau yg memberi fatwa ada kepentingan dunia yg lebih besar 
dari kepentingan agama, maka dari sinilah dunia islam menuju kehancuran yang 
nyata.

Sayang saat ini banyak orang yang tidak ingin mencari seorang wali, seorang 
mursyid yang wali (bukan asal mursyid jadi2an) untuk membimbing, memperingatkan 
atau memberikan fatwa, maka hidup akan lebih mudah, 

salam


_,___ 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke