"KOMUNITAS MUDA NU LAMPUNG" sent you a message on Facebook......
From: Facebook <[email protected]>...Add to Contacts 
To: Sofwan Nadi <[email protected]> 
 
________________________________

 Pmii Komisariat Brojonegoro Unila sent a message to the members of KOMUNITAS 
MUDA NU LAMPUNG.

--------------------
Subject: 2 Profesor Australia Ingin Jadi Anggota Istimewa NU ANZ

Canberra - Dua professor dari Australia berniat mendaftarkan diri sebagai 
anggota istimewa Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand 
(PCI NU ANZ). Kedua professor itu adalah Prof
Greg Barton dari Monash University, Melbourne dan Prof James Haire dari Charles 
Sturt University, Canberra.

Keinginan itu disampaikan dalam acara Konfercab PCI NU ANZ di Balai Kartini, 
Komplek KBRI Canberra, Sabtu (23/01/10) kemarin.

“Karena
NU punya pengurus istimewa, kalau begitu bolehkah saya mendaftarkan
diri sebagai anggota istimewa NU?” ujar Prof Greg Barton di depan Duta
Besar RI Australia Primo Alui Joelianto dan sejumlah pengurus PCI NU
ANZ.

Permintaan Prof Greg itu disampaikan dengan mimik serius,
sebagai wujud kepedulian dan kecintaannya terhadap komunitas Nadlhiyyin
yang senantiasa berkomitmen pada pluralisme dan perdamaian.

Hal
senada juga disampaikan Prof James Haire dari Charles Sturt University,
Canberra yang juga mengaku pengagum pemikiran alm KH Abdurrahman Wahid. “Saya 
ini Gus Dur-ian (pecinta Gus Dur, Red), jadi kalau bisa, saya ingin mendaftar 
sebagai anggota istimewa NU ANZ,” katanya.

Menanggapi
keinginan tersebut, pengurus PCI NU ANZ mengapresiasi perhatian dan
kepedulian kedua professor tersebut. “Kami akan membahasnya,” ujar
Ketua Tanfidz PCI NU ANZ Eko Ernanda di Canberra kemarin.

Sementara
itu, Rais Syuriah PCI NU ANZ Nadirsyah Hosen, PhD mengatakan, Islam
moderat bukanlah sebuah strategi, tetapi inti ajaran Islam yang
sebenarnya.

“Kalau itu dijadikan strategi, Islam akan toleran
atau moderat saat ‘kursi’ sedikit, tapi akan menjadi ‘tirani’ saat
berkuasa,” ujar dosen di Fakultas Hukum Wollongong University, New South Wales 
tersebut.

Gus
Nadir, demikian sapaan akrabnya, juga menandaskan bahwa sebagai ajaran
Islam yang sebenarnya adalah manifestasi dari rahmatan lil alamin, atau
rahmat bagi semua.

“Bukan hanya rahmat bagi muslim saja,” ujar peraih dua gelar Master dan dua 
gelar PhD dari Wollongong University and National University of Singapore 
tersebut.

Acara
itu selain dihadiri oleh Prof Greg Barton dari Monash University,
Melbourne, Prof James Haire dari Charles Sturt University, Canberra,
juga hadir Duta Besar RI berkuasa penuh untuk Australia dan Vanuatu
Primo Alui Joelianto, Atase Pendidikan KBRI Prof Aris Junaidi, Kepala 
Penerangan KBRI Canberra Raudin Anwar,
dan simpatisan NU dari berbagai negara bagian yang berjubal memadati
acara.

*) A Khoirul Umam adalah kandidat Master di School of
Political and International Studies, Flinders University of South
Australia

(nwk/nwk)


http://www.facebook.com/l/6e2b1;www.detiknews.com/read/2010/01/24/010021/1284663/10/2-profesor-australia-ingin-jadi-anggota-istimewa-nu-anz



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke