Bagi saya.... kalau NU menjelmakan missi kedalam bagian yang Rahmatan Lil-aalamiin... Jangankan jadi anggota luarbiasa... Jadi anggota biasa pun boleh.... Tapi nanti jadi ketua PBNU di negerinya saja. Tak bisa yang di Indonesia.
Saya tidak tahu, apakah ada ketentuan bahwa anggota NU harus warga Indonesia? Kalau harus... Prof Australia kayak saya aja... jadi jamaah biasa... yang tidak tercatat secara formal. Toh kata Gus Dur Jamaah NU ini banyak termasuk yang di kuburan... he.he. Masak... Yoga saja bisa menjadi bagian yang dimiliki Internasional... Sekarang NU donk... Ya bukan ikut-ikutan... tapi ini kebutuhan kemanusiaan universal ________________________________ From: Fathonah K. Daud <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sun, January 24, 2010 12:34:48 PM Subject:Re: [kmnu2000] http://www.detiknews.com/read/2010/01/24/010021/1284658/606/2-profesor-australia-ingin-jadi-anggota-istimewa-nu-anz Hmmm...seandainya warga asing bisa menjadi warga Nahdliyin, bagus juga. Dan, mungkin Greg Barton, yg cinta banget dgn NU ini, dan James Haire adalah yang pertama dalam sejarah NU untuk menjadi anggota luar biasa secara resmi. NU akan benar2 menjadi organisasi keagamaan untuk umat seluruh dunia. Tapi, ini masih tergantung kebijakan dalam rapat anggotanya. setahu saya, bisa2 aja karena dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga NU berisi tentang tata cara menjadi anggota. Yaitu, ada anggota biasa dan anggota luar biasa (maaf, koreksi jika salah). Jadi kedua profesor itu bisa menjadi anggota luar biasa. Salam, --- On Sun, 24/1/10, aminmaulanamaksom maksom <aminmaulana@ yahoo.com> wrote: > From: aminmaulanamaksom maksom <aminmaulana@ yahoo.com> > Subject: [kmnu2000] > http://www.detiknews.com/read/2010/01/24/010021/1284658/606/2-profesor-australia-ingin-jadi-anggota-istimewa-nu-anz > To: kmnu2...@yahoogroup s.com > Date: Sunday, 24 January, 2010, 10:20 AM > > http://www.detiknew s.com/read/ 2010/01/24/ 010021/1284658/ 606/2-profesor- > australia- ingin-jadi- anggota-istimewa -nu-anz > > Canberra - Dua professor dari Australia berniat > mendaftarkan diri sebagai anggota istimewa Pengurus Cabang > Istimewa Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand (PCI NU ANZ). > Kedua professor itu adalah Prof Greg Barton dari Monash > University, Melbourne dan Prof James Haire dari Charles > Sturt University, Canberra. > > Keinginan itu disampaikan dalam acara Konfercab PCI NU ANZ > di Balai Kartini, Komplek KBRI Canberra, Sabtu (23/01/10) > kemarin. > > “Karena NU punya pengurus istimewa, kalau begitu bolehkah > saya mendaftarkan diri sebagai anggota istimewa NU?” ujar > Prof Greg Barton di depan Duta Besar RI Australia Primo Alui > Joelianto dan sejumlah pengurus PCI NU ANZ. > > Permintaan Prof Greg itu disampaikan dengan mimik serius, > sebagai wujud kepedulian dan kecintaannya terhadap komunitas > Nadlhiyyin yang senantiasa berkomitmen pada pluralisme dan > perdamaian. > > Hal senada juga disampaikan Prof James Haire dari Charles > Sturt University, Canberra yang juga mengaku pengagum > pemikiran alm KH Abdurrahman Wahid. “Saya ini Gus Dur-ian > (pecinta Gus Dur, Red), jadi kalau bisa, saya ingin > mendaftar sebagai anggota istimewa NU ANZ,” katanya. > > Menanggapi keinginan tersebut, pengurus PCI NU ANZ > mengapresiasi perhatian dan kepedulian kedua professor > tersebut. “Kami akan membahasnya,” ujar Ketua Tanfidz > PCI NU ANZ Eko Ernanda di Canberra kemarin. > > Sementara itu, Rais Syuriah PCI NU ANZ Nadirsyah Hosen, PhD > mengatakan, Islam moderat bukanlah sebuah strategi, tetapi > inti ajaran Islam yang sebenarnya. > > “Kalau itu dijadikan strategi, Islam akan toleran atau > moderat saat ‘kursi’ sedikit, tapi akan menjadi > ‘tirani’ saat berkuasa,” ujar dosen di Fakultas Hukum > Wollongong University, New South Wales tersebut. > > Gus Nadir, demikian sapaan akrabnya, juga menandaskan bahwa > sebagai ajaran Islam yang sebenarnya adalah manifestasi dari > rahmatan lil alamin, atau rahmat bagi semua. > > “Bukan hanya rahmat bagi muslim saja,” ujar peraih dua > gelar Master dan dua gelar PhD dari Wollongong University > and National University of Singapore tersebut. > > Acara itu selain dihadiri oleh Prof Greg Barton dari Monash > University, Melbourne, Prof James Haire dari Charles Sturt > University, Canberra, juga hadir Duta Besar RI berkuasa > penuh untuk Australia dan Vanuatu Primo Alui Joelianto, > Atase Pendidikan KBRI Prof Aris Junaidi, Kepala Penerangan > KBRI Canberra Raudin Anwar, dan simpatisan NU dari berbagai > negara bagian yang berjubal memadati acara. > > *) A Khoirul Umam adalah kandidat Master di School of > Political and International Studies, Flinders University of > South Australia > (nwk/nwk) > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ------------ --------- --------- ------ > > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ > http://www.numesir. org untuk informasi tentang Cabang > Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo > dan Timur Tengah. > ~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~ > Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena > suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim > email ke: > kmnu2000-unsubscrib e...@yahoogroups. com > > Yahoo! Groups Links > > > kmnu2000-fullfeatur e...@yahoogroups. com > > > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ Stay in loop with all your friends on Yahoo! Messenger. Simply add them from your email or social networks today! http://malaysia. messenger. yahoo.com/ invite/ [Non-text portions of this message have been removed]
