Press
Release MAARIF Award 2010:
Dicari,
Pemimpin Lokal Bervisi Global
 
 
 
Jakarta,
25 Januari 2009.
Wacana pemakzulan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang digulirkan pelbagai
elemen masyarakat akhir-akhir ini merupakan salah satu ujian nyata bagi 
eksistensi
budaya demokrasi kita. Budaya demokrasi sendiri erat kaitannya dengan kesadaran
politik kewargaan dari pelbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, perwujudan
demokrasi yang substantif akan sangat tergantung pada seberapa kokoh kekuatan
kelompok-kelompok sipil (civil society)
melakukan kerja-kerja sosial kemanusiaan dalam rangka menyemaikan nilai-nilai
demokrasi dan HAM, penghormatan atas kemajemukan, serta perjuangan keadilan. 
 
“Dalam kondisi partai-partai politik
lebih sering dieksploitasi untuk kepentingan jangka pendek, kekuatan demokrasi
kita terletak pada prakarsa para pemimpin maupun aktivis    civil
society di tingkat lokal untuk membangun budaya demokrasi yang berpihak pada
cita-cita keindonesiaan dan kemanusiaan”, ungkap Buya Syafii Maarif. Menurut
mantan Ketua PP Muhammadiyah ini, bangsa ini masih sangat membutuhkan banyak
pemimpin kultural (informal leaders)
yang betul-betul mendengar jeritan rakyat dan bekerja nyata untuk kepentingan
masyarakat umum bahkan kemanusiaan. 
 
Bagi Direktur Eksekutif MAARIF
Institute, Fajar Riza Ul Haq, semangat itulah yang mendorong lembaganya
mengadakan kembali kegiatan MAARIF Award 2010. “Pemberian award ini merupakan
apresiasi sekaligus pengakuan kami terhadap anak-anak bangsa yang melakukan
kerja-kerja inisiatif kepemimpinan di tingkat lokal dengan menjunjung tinggi
pluralisme dan HAM. Kehadiran award ini diharapkan mampu mempromosikan
praktek-praktek ketauladanan para pemimpin sipil dalam menanamkan nilai-nilai
pluralisme, HAM, keindonesiaan, dan kemanusiaan”, tukas Fajar.     
 
Dihubungi terpisah, salah seorang
anggota Dewan Juri MAARIF Award 2010 A. Malik Fadjar membenarkan bahwa award
ini mencari para aktivis lokal yang dinilai berhasil mempelopori ataupun
menumbuhkan semangat dan kerja-kerja solidaritas sosial untuk kemanusiaan di
komunitasnya. Profil pemimpin lokal yang bervisi global. Menurutnya, “bila
kiprah seseorang diterima dan dirasakan kemanfaatan hasil kerjanya oleh banyak
kelompok/golongan maka ia memiliki kelayakan untuk dinominasikan”. Batas waktu
penominasian itu sendiri tanggal 30 Maret 2010. Informasi lebih lanjut mengenai
MAARIF Award dapat di akses di www.maarifinstitute.org.
 
Demikian press release ini kami
sampaikan dan terimakasih banyak atas perhatiannya. 
 
 
Hormat kami,    
 
 
 
Fajar
Riza Ul Haq
Direktur
Eksekutif 
HP. 0817.440.343


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke