Diskusi Bulanan Jaringan Islam Liberal (JIL)
“MENAFSIR MUKJIZAT DALAM AGAMA-AGAMA”
Narasumber: Jalaluddin Rakhmat (IJABI Jakarta),
Hamid Basyaib (JIL), dan Martin Harun (STF Driyarkara Jakarta).
Moderator: Saidiman.
Waktu: Kamis, 28 Januari 2010, Pukul 19.00-21.30 WIB, di Teater Utan Kayu
Jakarta
Kehadiran para nabi dan pendiri agama selalu lekat dengan mukjizat. Hal-hal
fantastik yang susah dikunyak akal sehat begitu saja terjadi. Tubuh Ibrahim
yang tak bisa terbakar api, tongkat Musa yang berubah menjadi ular raksasa,
Nabi Isa yang bisa menyembuhkan orang sakit bahkan menghidupkan orang mati, dan
Muhammad kecil yang selalu dinaungi awan ke mana pun ia pergi. Tentang mukjizat
Nabi Muhammad, George Tharabisi dalam bukunya “al-Mu’jizat aw Subat al-Aql fi
al-Islam” mencatat tidak kurang dari 3000 mukjizat yang dimiliki nabi dari
tanah Arab itu. Bahkan, dalam Islam, para wali pun dianggap mempunyai mukjizat
atau yang lazim disebut “karamah”.
Mukjizat-mukjizat para nabi itu kian menambah “ketakwajaran” seorang nabi. Para
nabi tak bisa menjadi pusat keteladanan. Sebab, ketika para nabi berada dalam
himpitan dan keterpepetan, maka mukjizat tinggal dibuat atau dihadirkan.
Akhirnya, para nabi itu memang manusia, tapi tak seperti manusia pada umumnya.
Implikasinya, bagi Tharabishi, umat Islam dan mungkin juga umat agama lain
lantas mengalami penyumbatan nalar dan tidak dapat lagi mengalami revolusi
Copernicus dalam cara berpikirnya.
Para saintis kemudian bertanya perihal kebenaran mukjizat itu. Dari sudut
sains, terang bahwa setiap api membakar, dan tubuh akan leleh karena
jilatannya. Awan akan bergerak sesuai tiupan angin, bukan karena hendak
menaungi seseorang. Sebilah tongkat tak mungkinlah menjadi seekor ular. Dan
begitu seterusnya. Pertanyaannya, bagaimana kita menafsir mukjizat dalam
agama-agama seperti Islam, Yahudi, dan Kristen? Lalu bagaimana meletakkan
mukjizat itu dalam konteks sains?
Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
[Non-text portions of this message have been removed]