Salam Wah kok saya baru mbaca email sesat ini. Walau terlambat gak ada salahnya kasih komentar.
Kenapa saya katakan sesat. Karena ekonomi mainstream yg didasarkan oleh statistik dewasa ini sudah mulai digugat banyak pihak. Banyak juga yg kemudian yg mengatakan sebagai gagal total bukan cuma sesat. Pasalnya ya itu tidak mampu menggambarkan perasaan kok lantas berani mengklaim sebagai ramalan jitu disebut forecasting. Lantas diberi cap Ilmiah biar meyakinkan pihak2 lain yg tidak punya kesempatan untuk bisa mengklaim ilmiah karena tidak sekolah. Perasaan lah yg membedakan manusia dg makhluk lainnya. Padahal suatu kejadian dikatakan punya probabilitas 99% namun kenyataannya tidak terjadi, lalu apa arti angka 99% itu? Lalu apa bedanya dengan yg disebut dengan 5% atau 10% atau berapapun kalau kenyataannya memang tidak terjadi. Sama saja. Bedanya cuma dalam angan angan ilusi tipuan bawah sadar yg sudah dibentuk diarahkan didiktekan agar dengan angka 99% kita merasa optimis. Itu saja. Walau realitanya SAMA SAJA yaitu TIDAK TERJADI. Jadi angka angka itu cuma permainan perasaan semata. Mengandai andai. Itulah perasaan. Waktu ada SDSB banyak orang sibuk meramal. Otak atik gathuk istilahnya. Angka diputar putar dicari cari ceritanya dari gambar yg dikeluarkan para dukun. Dibolak balik dicari teisen nya, dijumlahin, dikurangi, dikalikan, dsb dsb apalagi setelah angka keluar seolah pada menyesal harusnya dibeginikan dulu baru dibegitukan dsb dsb. Ada yg sedikit lebih canggih dari SDSB. Namanya pasar saham. Harus pakai matematika. Berdasar bisnisplan. Dibikin projection 5 tahun kedepan lalu dicari NPV nya. Buat menentukan harga saham. Pemainnya kudu punya ijasah MBA. Dasarnya sama. Otak atik gathuk. Cuma supaya keren dinamai statistik. Forecasting. Modelling. Econometrics. Ilmiah. Namun ketika Soros atau pangeran brunei lagi keluar gilanya lantas pengin berjudi dan jadinya berspekulasi memborong atau melepas (suka suka dia lah) saham saham itu (jelas Soros atau si Pangeran main gila cuma pakai perasaan gila aje gak pakai mikir repot repot pakai model macam macam) maka bisa merontokkan dan mengacaukan pasar, kemana tuh larinya para fund managers yg gak pakai perasaan tapi merasa bisa meramal dg forecasting yg jitu? Maka janganlah berkerdil diri dengan membanggakan model econometrics lah stochastic lah dan apalah namanya, karena memang para ekonom makro sedang digugat dunia yg rusak parah akibat kekerdilan dirinya dengan membuat model TERLALU SEDERHANA yg diagung agungkan sementara oksigen pemberian Tuhan yg kita hirup setiap detik pun tidak berhasil dihitung dalam sistem akuntansi yg diagung agungkan itu. Sehingga menyesatkan. Atau tegasnya GAGAL. Karena tidak pakai perasaan. Wassalam Justiani Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Date: Mon, 18 Jan 2010 16:27:03 To: QBmember<[email protected]>; APWKomitel<[email protected]>; dpr-ri<[email protected]>; Telematika<[email protected]>; Idtugboard<[email protected]>; <[email protected]> Subject: [dpr-ri] "JK feeling based" monetary-financial crisis extrapolation model/scenario sensitivity analysis - a meta bayesian econometrics for nobel prize nomination?! :D Waduh! Dari semua literatur stochastic econometrics sampai Black Swan theory nya Nassim Taleb .. Tidak ada satupun referensi tentang "feeling based econometrics model" .. Seperti yg dinyatakan Pak JK bahwa beliau "tidak merasa" adanya krisis finansial/moneter etc. Gimana nih tidak ada satupun pemenang hadiah nobel ekonomi yg bisa mendefinisikan "perasaan seorang pengambil keputusan sebagai extrapolation/measurement instruments/variables" dalam suatu "monetary crisi scenario sensitivity analysys" .. :( Atau ini teori ekonomi baru pak JK yg harus kita usulkan untuk mendapatkan hadiah nobel ekonomi sebagai suatu "meta bayesian econometrics"????? Salam E-NKRI Ekonometrika! HM >>>> Senin, 18/01/2010 22:50 WIB JK Tak Merasa Ada Krisis Marsilam: SBY Sudah Ingatkan Situasi Sedang Sulit Elvan Dany Sutrisno : detikNews detikcom - Jakarta, Tidak sepenuhnya benar bahwa Wapres Jusuf Kalla tidak tahu tentang situasi negara yang sedang sulit terkait krisis keuangan global. Presiden SBY telah menyampaikan masalah tersebut dalam sidang kabinet paripurna yang dihadiri oleh JK. "Sehari sebelum ke AS, pada 12 Nopember 2008 ada sidang kabinet paripurna yang dihadiri Wapres JK juga, di mana Presiden SBY mengingatkan keadaan yang makin sulit karena adanya krisis keuangan global," ujar Kepala UKP3R, Marsilam Simanjutak, dalam rapat Pansus Angket Bank Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/1/2010) malam. Pernyataannya di atas merupakan tanggapan terhadap pertanyaan anggota Pansus dari FPKS, Fachry Hamzah, mengenai kewenangan Wapres JK selaku pelaksana tugas harian Presiden RI pada 13 sampai 26 Nopember 2008. Di dalam rapat pansus sepekan lalu, JK mengaku tidak merasa negara dalam keadaan genting akibat krisis keuangan global. "Padahal pada saat yang sama KSSK sedang bergumul dengan situasi genting tetapi pelaksana tugas harian Presiden tidak tahu kegentingan pada hari-hari itu. Bagaimana menjelaskan ini?" tanya Fachry. Atas pertanyaan tersebut, Marsilam menegaskan tidak dalam posisi memberikan penjelasan mengapa Wapres JK sampai tidak tahu dan tidak merasakan krisis. Pada kenyataannya sehari sebelum bertolak ke AS pada 13 Nopember 2008 untuk mengikuti KTT APEC, Presiden SBY memimpin rapat kabinet paripurna yang salah satu agendanya adalah menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak krisis keuangan global terhadap perekonomian dalam negeri. "Sidang kabibet paripurna dihadiri Wapres JK juga," ujar Marsilam. http://m.detik.com/read/2010/01/18/225058/1281166/10/marsilam-sby-sudah-ingatkan-situasi-sedang-sulit Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone ------------------------------------ Yahoo! Groups Links ------------------------------------ ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
