Pantesan Iblis pada minta pensiun dini kepada Tuhan karena manusianya sudah 
lebih hebat dari Iblis sehingga Iblis pada jadi pengangguran. Eh ..... Iblis 
udah pengangguran kok masih jadi kambing hitam yach....... 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: sofwan nadi <[email protected]>
Date: Tue, 23 Feb 2010 17:29:12 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [kmnu2000] Fw: [temu_eropa] Fungsi emban/dayang dikeraton 
Solo/Jogyakarta           Fw: Skandal Anonim

Ilmu Kambing Hitam dan Kejahatan Tanpa Pelaku itu teologinya kaum Mukmin.

Lho kok gitu?
Tak percaya?

Ini lho... kalau Fulan bersalah... maka dia bilang: "Dasar Setan, sialan lo... 
godain ana aja!!!"
Dia lebih kerap menyalahkan Setan dibanding menyalahkan diri sendiri. Tanpa 
dayang pun, kaum mukmin sudah punya kambing hitam sendiri-sendiri. Kacian deh 
si Setan....





________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]
Sent: Tue, February 23, 2010 8:22:59 PM
Subject: [kmnu2000] Fw: [temu_eropa] Fungsi emban/dayang dikeraton 
Solo/Jogyakarta           Fw: Skandal Anonim


Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Tue, 23 Feb 2010 12:06:58 
To: Luv 2 bb<[email protected]>
Subject: Fw: [temu_eropa] Fungsi emban/dayang dikeraton Solo/Jogyakarta         
  Fw: Skandal Anonim


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: iwamardi <[email protected]>
Date: Tue, 23 Feb 2010 11:53:17 
To: <[email protected]>
Subject: [temu_eropa] Fungsi emban/dayang dikeraton Solo/Jogyakarta           
Fw: Skandal Anonim







Pada masa silam, jaman jayanya feodalisme di Jawa (mungkin sekarang masih juga) 
, maka para ningrat , terutama yang putri/wanita, selalu mempunyai beberapa 
abdi /emban yang selalu dekat dengannya dimana mana. Seorang putri misalnya, 
selalu diikuti oleh 3 orang dayang wanita, yang tak akan jauh jaraknya dengan 
dia , dimanapun sang putri berada. Terutama ditempat dimana sang raja sedang 
mendengarkan laporan patih (pedana menteri) dan para menteri lainnya.
Tugas dari para abdi/dayang/emban itu  selain melayani sang putri, adalah juga 
sebagai penadah kesalahan, artinya jika sang putri menjalankan suatu kesalahan, 
maka para dayang atau salah satunya lah yang harus mengakui kesalahan itu.
Misalnya begini : 

Dalam menghadap raja, dimana sidang itu dihadiri orang orang penting dari 
seluruh kerajaan, tak sengaja sang putri terkentut, entah bau atau tidak, 
mungkin juga wangi (?), tetapi berbunyi, walau mungkin bunyinya berirama halus 
atau merdu sekali karena diproduksi oleh putri yang sangat halus juga, tetapi 
kentut adalah kentut , dia akan bisa membikin "wirang" (malu besar) sang putri.
Untuk menghindari kewirangan itu, sang putri aka segera membentak salah satu 
emban/dayangnya(ambillah namanya Sri) :" Sri! Kamu tak tahu malu! Perbuatanmu 
itu adalah perbuatan kurang ajar dan memalukan !Keluar kau dari ruang ini  "
Dan Sri dengan segera menyembah ke sang putri dan ke raja, minta ampun sambil 
menangis  tersedu sedu, mohon diampuni atas perbatannya yang kurang ajar itu. 
Mohon ampun bahwa dia telah lancang memproduksi angin yang tercepit menjerit 
itu....
Yah, semua skenario itu sudah dilatih berulang dan mendalam dibelakang layar 
tentunya!
Dan untuk hal hal atau kecelakaan yang begitulah memang Sri Sri itu 
digodok,dilatih dan dibayar ! Kasarnya, kedudukan/jabatannya  adalah : kambing 
hitam.
Nah, bisa nggak dalam hal skandal Century ini, pemerintah membenum pejabat 
pejabat yang berpangkat Kambing Hitam ?  (seperti Sri)? Terutama buat sang 
putrinya, Sri Mulyani ? Kebetulan namanya sama...Sri.

Wallahuallam bissawab.......

iwamardi


________________________________
From: GELORA45 <[email protected]>
To: GELORA_In <[email protected]>
Sent: Tue, February 23, 2010 8:42:25 AM
Subject: [GELORA45] Fw: Skandal Anonim

  



----- Original Message ----- 
From: Alex 
Simanjuntak 
To: 
Sent: Tuesday, February 23, 2010 4:10 AM
Subject: Skandal Anonim

Skandal Anonim 
Selasa, 23 Februari 2010 00:01 WIB  Media Indonesia.com 
!
KERUMITAN paling krusial dari Pansus Angket Century adalah  soal penyebutan 
nama. Pemerintah gencar melobi agar kesimpulan akhir  pansus tidak menyebut 
nama para pejabat yang dianggap bertanggung jawab  terhadap skandal pengucuran 
dana Rp6,7 triliun kepada Bank Century. 

Kerumitan itulah yang menyebabkan pembacaan sikap fraksi ditunda.  Dari semula 
kemarin malam diundur sampai siang hari ini. Rupanya Partai  Demokrat belum 
mampu meyakinkan beberapa fraksi--terutama Golkar dan  PKS--agar bersepakat 
bahwa skandal Century adalah skandal tanpa pelaku. 

Sembilan anggota DPR yang dikenal sebagai inisiator Pansus Century  mulai 
frustrasi. Lobi pemerintah yang gencar telah berhasil membelokkan  sikap 
sejumlah partai yang semula ngotot dengan kejahatan dengan  pelaku menjadi 
kejahatan anonim. Mereka terpaksa melobi tokoh-tokoh  terkemuka dan berpengaruh 
agar mengingatkan para ketua partai untuk tidak  mencoreng arang di muka 
sendiri. 

Para inisiator memang pantas  resah. Mereka boleh saja ngotot di sidang angket 
Century, tetapi  praktik politik berbicara lain. Penentuan sikap akhir ada di 
tangan para  ketua partai yang tidak pernah terlibat langsung dalam persidangan 
dan  perdebatan. 

Aneh bin ajaib bila logika dan power politik  sengaja menyesatkan publik untuk 
mengakui kejahatan anonim. Dengan logika  apa pun, sulit diterima bila sebuah 
skandal hanya menghadirkan akibat  tanpa pelaku. Di mana-mana dan dalam 
kejahatan apa pun selalu hadir yang  namanya pelaku. Hanya di Indonesia kita 
digiring untuk mengakui kejahatan  tanpa nama itu. 

Sebuah kejahatan, entah skandal entah  penyelewengan, pasti ada orang yang 
bertanggung jawab. Bila power politik didayagunakan untuk melumpuhkan logika 
yang sangat substansial dan  asasi seperti ini, itulah pengungkapan skandal 
dengan melahirkan skandal  baru. Dan itu rupanya sangat khas dalam praktik 
bernegara di Indonesia. 

Skandal atau kejahatan yang dipaksakan dengan berbagai macam cara  untuk 
menjadi anonim adalah wujud dari hilangnya rasa tanggung jawab dari  para 
penyelenggara negara. Demi dan dalam situasi tertentu tanggung jawab  bisa 
dilempar ke mana-mana. 

Ada institusi yang dianggap sakral  sehingga kejahatan yang melekat pada 
institusi dilempar menjadi kejahatan  oknum. Tetapi ketika ada orang atau 
pejabat yang disanjung, kejahatan apa  pun yang menjadi tanggung jawabnya 
dibelokkan menjadi kejahatan  institusional. 

Logika berpikir politik dan elite politik seperti  inilah yang menjadi sumber 
segala manipulasi yang kian subur. Semakin kita  berteriak tentang perang 
terhadap korupsi dan kejahatan apa pun, semakin  kita menyaksikan maraknya 
kejahatan yang hendak kita perangi. Karena  negara dikelola dengan power dan 
semangat persiasatan untuk  mengubur yang substansial dan memamerkan yang 
artifisial. 

Dalam  sidang-sidang pansus yang menyita perhatian publik, nama 
Boediono--mantan  Gubernur Bank Indonesia yang kini menjadi wakil presiden--dan 
Sri  Mulyani--mantan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang kini menjadi  
Menteri Keuangan--gencar disebut dan disorot. Kedua nama itulah yang  sekarang 
diupayakan untuk tidak disebut. 

Skandal yang harus  dibungkus pelakunya sama dengan kentut. Baunya menyengat ke 
mana-mana,  tapi tidak boleh tahu dari mana asalnya.  


________________________________


________________________________

Berita dan Tulisan yang disiarkan GELORA45-Group, sekadar untuk diketahui dan 
sebagai bahan pertimbangan kawan-kawan, tidak berarti pasti mewakili pendapat 
dan pendirian GELORA45. 




Your email settings: Individual Email|Traditional 
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully 
Featured 
Visit Your Group  | Yahoo! Groups Terms of Use  | Unsubscribe  








      

[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links




      

[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke