Salam Saya sarankan membaca buku Susno yg baru terbit dg judul "BUKAN" TESTIMONI SUSNO ditulis oleh seorang wartawan senior Izharry Mundzir, diterbitkan Gramedia 40ribu exemplar untuk tahap pertama. Gramedia berani menerbitlkan karena yg disampaikan Susno bukan OPINI DIA melainkan data-data dari servernya BARESKRIM dimana kebetulan dia jadi Kepala disitu.
Bagi yg tidak suka kpd Susno tidak soal. Yg penting adalah data otentiknya dari BARESKRIM dan kesaksian dia dibawah sumpah. Seperti contoh: kerugian BC (akibat paper fiktif dll) adlh 1,298T tetapi mengapa digelontor sampai 6,762T dan sudah dibawah pengawasan BI dlm proses penggelontorannya, ada lagi yg menarik adalah kalau orang buka rekening kan ada formulir yg dilengkapi dan bukti setor/ bukti transfer dr bank lain. Kalau tidak ada itu artinya apa? Uang siapa? Dari mana kemananya tidak jelas? Uang tuyul? Kalau asal usul dana bisa dideteksi, apalagi aliran dana juga bisa sekali diikuti jejaknya. Kemana aja ya????? Mengapa justru para nasabah masih terlantar???? Ada apa??? Kemarin Susno meluncurkan buku tsb dan ramai sekali dihadiri banyak sekali masyarakat yg ingin dengar bgmana sesungguhnya kejadian ini. Pernyataan yg bagus kemarin dr Susno, apa2an itu pansus, soal kebenaran atau kesalahan kok di voting, masak ada kesalahan didukung 325 suara. Memangnya perdagangan moral? Salah ya salah. Rakyat menunggu itu. Yang menarik juga adalah iming2 Susno akan dijadikan KAPOLRI ketika diminta mempetieskan semua kasus kecurangan Pemilu. Namun, ALAM berbicara lain, yg tidak dipertimbangkan oleh SBY sblmnya. Susno yg kawan, krn kejadian CICAK BUAYA, menjadi akan dikorbankan. Ternyata SUSNO bukan Jenderal tikus yg lari terbirit ketika diinjak-injak, apalagi dia pegang DATA OTENTIK. Maka SUSNO melawan. Ada lagi yg menarik adalah TIDAK PERNAH dikupas adanya aturan dlm otoritas jasa keuangan yg mengatakan bhw diatas 500M harus seijin presiden. Nah Lho? RT bajingan itu pasti. Tapi SBY tidak kalah bajingannya kan krn dengan kekuasaan yg dipegangnya bisa memanfaatkan bajingan RT buat kepentingan dirinya dg memanfaatkan profesional SMI, BD, yg diagung2kan integritasnya biar terjadi kontroversi spt yg kita lihat ini. Mas Gunawan Mohammad dg TEMPO nya tidak salah dg mengungkap HANYA siapa RT shg seolah RT lah yg menjadi dalang semua bencana ini. Bukan yg lain. Karena memang ANCAMAN SBY (yang sudah amat ketakutan) kemana-mana, dan dengan segala cara, apalagi TEMPO sedang dlm kesulitan usaha. Tidak kurang Mas Prabowo sempat diancam beberapa saat sebelum keputusan PANSUS, sehingga Mas Prabowo sempat stroke ringan karena makan hati saking dongkolnya kpd SBY yg premanisme. Kalau SBY seorang presiden, yah tidak perlu membela SMI n BD sementara membebankan semua dosa kpd RT. Bahkan melawan keputusan BPK n DPR. Kecuali SBY kepala premannya. Bukan pantasnya pernyataan seorang presiden. Pidato itu sepenuhnya buatan SMI, dan pihak TNI plus Intelijen SANGAT AMAT menyesalkan krn mereka sudah menyatakan TIDAK SETUJU atas isi pidato itu namun dicuekin. Khusus untuk Jaslee, soal melengserkan presiden, sudah lama bukan jadi urusan rayat, tapi lebih pada urusan elit, intelijen dan TNI. Kalau sekarang ditambah dengan Media dan Capital. Kalau spt Pak Harto dia sudahtahu makanya undur dri, spt HBB juga cerdas makanya tidak mau dicalonkan lagi. GD walau keras kepala tapi lucu diusir gak mau tapi dia minta diusir oleh lurah wilayah istana baru GD mau. Kita nantikan SBY mau pilih cara terhormat atau cara nista itu terserah SBY sendiri. Best Regards LSL Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Martin Widjaja <[email protected]> Date: Sun, 7 Mar 2010 16:46:20 To: <[email protected]> Subject: [mediacare] Cap oleh intelektual ? [ was ] : SBY RASIS Mbak Henny dan Ci Liem S L, Saya sedih membaca posting yang keras dengan judul yang beda dengan isi yang mau membakar emosi kelompok Tionghoa . Rasanya isi pidato P SBY agak sulit bisa di interpertasikan seperti yang ditulis Ci Liem SL. Lucunya bisa dikembangkan dan di generalisir pada semua lapisan Tionghoa ? P Robert T dkk memang oleh semua pihak telah diindikasikan bermasalah yang berat, luar biasa sekali perjalanan keluarga P RT ini kalau saya baca riwayatnya di majalah Tempo. Rasanya istilah bangsat berwajah nabi cukup beralasan , hingga bisa mempengaruhi pejabat2 BI ber tahun2 dengan sogokan dan hasilnya yah seperti belut di kubangan oli... Kalau P SBY juga menunjuk P RT ini bukanlah berarti P RT ini dikurbankan jadi kambing hitam dll nya tapi memang mestinya P RT ini [ dan yang sejenis ] bisa dihukum seberat2nya guna melepaskan stigma Tionghoa itu bangsat semua ... Saya juga menyesalkan banyak intelektual Tionghoa macam P KKG yang begitu bersemangat 'membela' P RT dengan lebih menekankan 'kesalahan' P Boed dan Bu SMI , dengan cara begitu detail mengupas peraturan dll buat membuktikannya. Saya berpendapat di negara yang hukumnya multi tafsir ini , tergantung kemana targetnya , orang2 pintar termasuk di DPR sangat piawai berprestasi membentuk opini hingga banyak kalangan intelektual yang mestinya bisa berpikir jernih bisa hanyut dalam ephoria melawan 'ketidakadilan,anti korupsi, penegakan hukum ' sekarang ini. Saya ingin bertanya kalau saja terbukti kasus BC sekarang ini, hitam putih hanya untuk memilih P ARB yang dipecat jadi Menko Eku thn 2005, tenggelam dalam hutang dan bangkrut thn 1998 bisa mendadak jadi orang kaya no 1 di Indonesia [ karena jadi menteri ?], pengemplang pajak dll atau memilih BU SMI yang memang banyak musuhnya karena berusaha menertibkan korupsi dan keuangan negara , menghasilkan 70% dana APBN menyelamatkan negara dari krisis ekonomi dunia dll Soal kesalahan dan dosa rasanya panjang sekali yang bisa ditulis tapi demi keadilan mestinya bukan cuma pada P Boediono dan Bu SMI aja di perdetail begitu, mestinya juga pada semua orang hebat yang ngakunya berjasa dalam memperjuangkan kepentingan rakyat... Coba pansus menyelidiki kebijaksanaan penjualan asset2 negara yang di obral jaman Bu MS atau komisi buat P TK soal penjualan gas yang murah sekali ke China ? Macam2 move politik yang sangat tidak adil telah dikembangkan, terkutuklah orang2 politik yang secara munafik mau menyengsarakan rakyat Indonesia dengan meminggirkan orang2 pintar yang sungguh berdedikasi buat NKRI ini.. Salam , martin - jkt ________________________________ From: Henny Hughes <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sat, March 6, 2010 11:01:10 PM Subject: RE: [mediacare] SBY RASIS Rekan Liem, Perlu ditambah Narcissist barangkali..... Anda ini baru tau atau pura-pura tidak tau bahwa kaum yang anda katakan kelompok Tionghoa di Indonesia itu tak punya suara dan suka berlindung dibawah kelangkang sorry mungkin kata-kata ini terlalu sengit saya ganti Ketiak orang kuat nomor 1? Kalau anda tak percaya coba saja aduk semua file Pemilu hampir semua rekan yang anda katakan itu memilih partai demokrat dan SBY....he...he.....mungkin anda juga. Makanya anda berang. Kasihan benar rekan-rekan yang anda inginkan untuk berjuang itu karena kerakusan sebagian kecil dari mereka, dipakai untuk menjatuhkan kaumnya sendiri. Lihat saja kasus Anggoro, Ayin. Dan karena tahu kebajingannya Robert Tantularlah makanya dia masuk perangkap jadi kambing hitam. Mau kemanapun dialihkan kambing hitam, kambing bandot, kambing coklat, kambing guling,....Kebo Hitam atau apa saja, SBY-Boediono dan Ibu Sri tak bisa menghindar karena itu uang rakyat. Dan kalau perwakilan rakyat tak bisa membela rakyat nah itu dia.......amblas tentunya. Dibanyak kasus SBY terkait tapi lolos terus......kita tunggu saja sepandai-pandainya tupai melompat kan jatuh juga atau "What Goes Around, Comes around". Kalau saya memang dari awal tidak pro dengan SBY, penilaian saya dia tidak mampu sejak dia meningkatkan peran pemerintah diawal jabatannya. Departemen ditambah. Untuk mengurangi pengangguran dia menambah jumlah pegawai negeri yang sdh melimpah ruah yang sdh tak ada kerjaannya. Wah ini indikasi bahwa perdagangan kita akan suram.....dan bahkan ibu pesolek yang pengajar dibelakang meja yang tak mampu menghitung harga jual telur asin tetap dipertahankan...dan ini lebih memalukan rekan-rekan yang anda katakan kaum Tionghoa itu Liem.Ah apa iya anda tak bisa melihat arahnya??????? Sekarang lihat saja semua pegawai negeri dan mungkin termasuk ABRI juga memilih beliau dan partai demokrat. Putranya dijadikan anggota Dewan, KKN.Apa bedanya ......????? Saya dari rakyat kecil hanya melihat harga beras saja, dulu waktu Megawati yang dikatakan bodoh itu menjabat presiden harga beras untuk 20 kg antara 56 - 70 ribu stabil. Sekarang antara 140-298 ribu apa ini tdk edan? Harga tukar rupiah ke dollar antara 8000 - 8350 and sekarang 9600 ++. BBM naik, PBB naik, listrik naik, telpon naik.....yang turun Cuma mas Jawa. Bagi anda-anda yang pakai Blackberry saya sih nggak pusing tapi bagi mbaok-mbok yang apah dan kurus kerontang dan cucunya pada bunuh diri ta tahan lapar itu lho. Pendapatan rakyat tak bertambah, makan sdh dikurangi lalu apanya lagi yang musti dipotong? Ini mana yang benar apakah memang org pintar ditakdir tak bisa memimpin bangsa ini? Kaum yang dikatakan inetelek dan cendikiawan Indonesiapun sudah terperangkap dalam lingkaran KKN. Dulu sebelum pemilu saya bertanya pilih siapa nih...rata-rata mengatakan SBY lah siapa lagi, dia yg paling pantas.....dan berharap akan duduk dalam salah satu bangku pembantu SBY.....saya hanya senyum geleng-geleng kepala...dalam hati saya berkata orang-orang ini tak tahu malu apa tak punya malu apa tidak punya "kemaluan"...he...he...guyon dikit....urat malunya putus dan sama sekali tak memikirkan rakyat dan bangsanya...lalu kepada siapakah rakyat ini akan berharap....... Yah sudah mari kita gantung bajingan-bajingan tengik itu dipohon ilalang. HH -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of [email protected] Sent: Thursday, March 04, 2010 8:56 AM To: [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected] Subject: [mediacare] SBY RASIS Rekan2 Tionghoa se tanah air. Pernyataan SBY dalam PIDATO RESMI barusan membuktikan bahwa SBY benar2 seorang BAJINGAN TULEN. RT n BC di KAMBING HITAM kan secara total. Sementara SMI n BOED disebut pejabat berintegritas tanpa cela. SBY RASIS, OPORTUNIS, PENGECUT. Sebajingan2nya RT, seorang Tionghoa di negeri ini TDK AKAN BRANI main duit trilyunan TANPA KETERLIBATAN PRESIDEN. Cuci Uang kok mau Cuci Tangan. Mana SUARA Kelompok Tionghoa yg diperlakukan spt ANJING di negeri ini. CUMA DIAM SAJA? Salam Liem Siok Lan Powered by Telkomsel BlackBerryR ------------------------------------ Mailing list: http://groups.yahoo.com/group/mediacare/ Blog: http://mediacare.blogspot.com http://www.mediacare.biz Yahoo! Groups Links ------------------------------------ Mailing list: http://groups.yahoo.com/group/mediacare/ Blog: http://mediacare.blogspot.com http://www.mediacare.biz Yahoo! Groups Links [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
