Jika ada diantara anda yang aktif di dunia permilist-an tentu anda pernah
menemukan sekelompok orang yang setiap hari kerjanya hanya memaki-maki ajaran
agama, tidak ada yang terkecuali, mulai dari agama kristen, hindu, budha, islam
dan yang lainnya. Tidak ada yang ketinggalan semua mereka maki-maki.
Selama ini makian mereka tidak pernah saya acuhkan karena saya rasa tidak ada
gunanya berhadap-hadapan dengan orang yang kalap namun tidak mempunyai
perbekalan apapun untuk mempertahankan argumen-nya.
Namun karena akhir-akhir ini mereka berbondong-bondong menerobos ke mailing
list [email protected] yang saya kelola, maka mau ga mau saya harus
merespon mereka dan menjawab olok-olokan mereka.
Olok-olokan yang mereka postingkan setiap hari di mailing list
[email protected] yang perlu saya respon adalah yang berkaitan dengan
olok-olokan mereka terhadap ajaran agama islam, antara lain mereka mengatakan ;
“Mukmin disuruh memotong tangan pencuri!”
Agama biadab bukan?
Agama kejam bukan?
Agama keji bukan?
Agama ganas bukan?
Agama zalim bukan?
Agama buas bukan?
Kepada pembaca yang lain perlu saya jelaskan disini, mereka ini sama sekali
tidak mengakui dan tidak mempercayai adanya Tuhan, Nabi-Nabi dan hari akhir.
Oleh karena itu maka mereka tidak akan mengerti dan tidak akan mau mengerti
tentang Tuhan, Nabi-nabi dan hari akhir. Karenanya jawaban yang akan kita
sampaikan kepada mereka ini juga tidak akan menggunakan pendekatan yang
demikian.
Kita akan jawab mereka dengan apa yang mereka ketahui saja. Untuk itu kita
perkuat apa yang mereka ketahui dan setelah itu kita minta mereka mengadili
sendiri antara pendapat mereka dan pendapat kita.
Mereka mengatakan ;
“Mukmin disuruh memotong tangan pencuri!”
Agama biadab bukan?
Agama kejam bukan?
Agama keji bukan?
Agama ganas bukan?
Agama zalim bukan?
Agama buas bukan?
Jika cuma itu yang mereka ketahui, maka secara logika harusnya mereka mempunyai
kebalikan dari apa yang mereka tolak tersebut. Tentu saja kebalikan dari apa
yang mereka katakan kejam, biadab, dan lain sebagainya itu adalah jika ajaran
islam tidak memerintahkan untuk memotong tangan pencuri, tetapi mengikuti hukum
zaman modern seperti yang mereka inginkan, yang bentuknya harus menjunjung
tinggi HAM, begitu kata mereka.
Jika demikian yang mereka inginkan, maka mari kita uji apakah mereka mau jujur
dan bersikap adil dengan pendapat mereka sendiri.
Bagi anda yang mengatakan potong tangan pencuri itu adalah kejam, keji, ganas,
buas , zalim lagi biadab. Apakah anda sanggup untuk mengatakan secara jujur dan
memberikan pendapat secara adil dan secara terbuka pula, manakah menurut anda
yang lebih kejam, keji, ganas, buas , zalim lagi biadab antara MEMOTONG TANGAN
dengan MEMOTONG LEHER pencuri?
Anda berbohong kalau mengatakan memotong leher, menggantung pencuri, menghukum
mati pencuri adalah lebih beradab ketimbang memotong tangannya. Sekarang
cobalah anda saksikan berapa banyak negara di dunia ini yang konon katanya
modern,menghormati HAM dan lain sebagainya yang telah menggantung mati,
menghukum mati para pencuri kakap (koruptor) dinegara-negara non islam?
Jika persoalan perbandingan kekejaman ini sudah bisa anda pahami, maka sekarang
waktunya anda menyimak apa yang akan saya sampaikan sebagai perbendaharaan
pengetahuan anda mengenai hukum potong tangan pencuri didalam Islam.
Didalam ajaran Islam dikatakan, “potonglah tangan pencuri”, Ini al-quran yang
berkata, kalimatnya jelas, tidak perlu tafsir ulang. Potong tangan ya potong
tangan. Tidak ada maksud diluar itu.
Jadi jika ada yang mencuri ya kudu dipotong tangannya.
Sampai disini, jika betul anda ingin berbicara logis, ilmiah, ga perlu
bawa-bawa nabi dan Tuhan tentu anda bisa menyimpulkan sendiri bahwa jika ada
orang yang akan DIPOTONG tangannya tentu saja ada orang yang akan MEMOTONG
tangan tersebut.
Menurut anda adilkah, bermoralkah, beradabkah, ber-prikemanusia-an-kah jika
maling memotong tangan maling? Pencuri memotong tangan pencuri? Yang kuat
memotong tangan yang lemah?
Adilkah itu?
Beradabkah itu?
Berprikemanusiaankah itu?
Menjunjung tinggi HAM kah itu?
Tentu jawabannya TIDAK..! , NO!
Dalam ajaran islam, penguasa dituntut untuk men-sejahterakan rakyatnya,
menuntun rakyatnya, membantu rakyatnya, memberikan lapangan kerja, memberikan
keadilan, menghormati haknya. Jika ada orang yang masih kelaparan maka yang di
salahkan dan yang perlu dipertanyakan adalah penguasanya. Jika masih ada orang
yang mencuri maka yang di pertanyakan adalah kepemimpinan pemimpinnya.
Jika ada orang yang mencuri karena kelaparan akibat kelalaian pemimpinnya, maka
yang dipotong adalah tangan pemimpinnya, bukan tangan pencurinya. Inilah islam
itu, inilah keadilan itu.
Pencuri hanya akan dipotong tangannya kalau dia betul-betul tidak kekurangan
dan masih nekat untuk mencuri, seperti para koruptor itu. Iya, seperti para
koruptor itu.
Ajaran islam memerintahkan memotong tangan orang-orang yang tidak berkekurangan
namun masih saja mencuri sebagaimana yang dilakukan oleh para koruptor. Islam
bilang “potong tangan mereka” , BUKAN seperti yang di lakukan oleh
negera-negara lain, mereka mengantungnya! Mereka mengantung mati para koruptor
BUKAN memotong tangannya. Ini kenyataan.
Tapi mereka masih mengatakan, memotong tangan pencuri yang demikian itu lebih
biadab ketimbang membunuhnya. Mereka selalu berlindung dibalik rumput dengan
mengatakan bahwa ajaran islam memerintahkan memotong tangan sembarang pencuri,
semua pencuri tanpa terkecuali, tanpa melihat sebabnya, tanpa memperhatikan
kelakuan orang (penguasa) yang akan memotong tangannya.
Mereka letakkan kepala dikaki, dan kaki mereka taruh dikepala.
Heran, apakah ini sudah pertanda akhir zaman???
Salam,
Iman K.
www.parapemikir.com
Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/
[Non-text portions of this message have been removed]