Umar Said,bismilahirahmanirrahiim Sdr Umar said pemerhati golongan socialis...
Saya ingin bertanya ,"kenapa masarakat komunis dan Islam Fundamentalis mempunayi strategy perjuanan yang MIRIP SAMA? dlm hal; --sama sama anti Amerika steriotype --sama sama anti ekonomi Kapitalis? Sedangkan sistem ekonomi kapitalis yg di applikasikan oleh ahli2 ekonomi Amerika sudah jauh berbeda dgn sistem ekonomi Kapiatalis sewaktu berdirinya dahulu kala.. Sistem ekonomi Kapiatalis sekarng ini dari pengamatan saya sudah mendekati kpd sistem ekonomi Islami, dlm arti sudah mengikuti perintah2 ALLAH dan hasilnya ternayata dapat ==mensejahterakan umat manusia lebihdari setengahnya... Kita lihat China dulu sistem ekonominya adalah sistem Socialis dan anti sekali dgn Kapitalis Amerika. Dalam waktu 20 belakang ini, China bergabubng dgn sistem Ekonomi Amerika tau Barat yaitu kapitalis,TERNYATA membawa KEMAKMURAN kpd rakyatnya.....China sudah menjadi sistem EKONOMI KAPITALIS SETELAH AMRIKA DAN NEGARA2 BARAT. Bagaimana pendap anda? apakah china sudah tdk lagi socialis,mengkianati Komunis? salam --- In [email protected], "Umar Said" <kon...@...> wrote: > > > Tulisan ini juga disajikan dalam website http://umarsaid.free.fr yang sampai > sekarang > > sudah dikunjungi lebih dari 604 050 kali > > > > > > Perkembangan yang menarik > > tentang Hari Buruh 1 Mei 2010 > > > Hari Buruh Sedunia 1 Mei telah dirayakan di banyak tempat di Indonesia, > dengan sejumlah hal yang menarik untuk diperhatikan oleh kita semua, karena > bisa mempunyai arti yang penting bagi perkembangan situasi bangsa dan negara > kita di kemudian hari. > > Pertama-tama adalah betapa besarnya partisipasi kalangan mahasiswa dalam > berbagai kegiatan untuk merayakan hari besar gerakan buruh ini. Kedua, > banyaknya kalangan buruh dari berbagai macam golongan yang mengadakan pawai > atau demonstrasi di banyak kota negeri kita.. Ketiga, ikut sertanya kalangan > Islam dalam jumlah yang lumayan besarnya. Ke-empat makin banyaknya bendera > merah yang dikibarkan di banyak tempat. Ke-lima makin tingginya dan luasnya > isi tuntutan yang disuarakan dalam aksi-aksi pada Hari Buruh 1 Mei. > > Semua itu menunjukkan bahwa situasi di negeri kita sudah mulai berubah, > walaupun perlahan-lahan dan belum banyak dan masih terbatas, dibandingkan > dengan masa yang sangat gelap dan pengap sekali selama masa Orde Baru. > Sebagian dari hal-hal itu dapat disaksikan dalam siaran TV oleh pemirsa di > seluruh negeri, sehingga bisa merupakan pendidikan untuk meningkatkan > kesedaran politik bagi rakyat banyak. > > Bersatunya gerakan mahasiswa dengan gerakan buruh > > Dari tayangan TV, ditambah dengan banyaknya berita-berita dalam media cetak, > kelihatan jelas adanya perkembangan yang menggembirakan, yaitu partisipasi > yang makin besar kalangan mahasiswa di negeri kita dalam aksi-aksi politik > dan sosial. Kalau dalam menghadapi kasus-kasus korupsi (contohnya BLBI, > kejahatan di kalangan POLRI, penyelewengan di Kejaksaan ; kasus besar > perpajakan, Bank Century, Gayus Tambunan, Syahril Johan dll dll) berbagai > aksi telah dilancarkan selama ini, maka partisipasi kalangan mahasiswa yang > massif dalam perayaan Hari 1 Mei 2010 menunjukkan perkembangan yang penting > bagi kemudian hari kehidupan bangsa kita. > > Di banyak kota-kota di seluruh Indonesia, kalangan mahasiswa dari berbagai > aliran politik dan ideologi (nasionalis, agama, kiri atau progressif) mulai > menyatukan perjuangan mereka dengan perjuangan gerakan buruh. Bersatunya > gerakan mahasiswa dengan gerakan buruh merupakan pendorong yang amat > penting untuk berkembangna perjuangan revolusioner rakyat menuju > perubahan-perubahan besar dan fundamental. > > Sebab, bersatunya gerakan mahasiswa dengan gerakan buruh mengindikasikan > menjauhnya jarak mereka dari partai-partai politik (yang duduk dalam DPR dan > pemerintahan), dan mendorong mereka untuk menjadi kekuatan rakyat yang lebih > independen, dan bukan hanya embel-embel atau kakitangan atau alat dari > golongan yang berkuasa saja. > > Aksi-aksi bersama di seluruh negeri > > Aksi-aksi bersama yang bisa diadakan oleh berbagai kalangan masyarakat di > banyak kota besar dan kota kecil di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, > Nusa Tenggara dll dll untuk merayakan Hari Buruh 1 Mei 2010 mengindikasikan > juga perkembangan lainnya yang menarik dan penting. > > Ini berarti bahwa Hari Buruh 1 Mei yang selama puluhan tahun dilarang rejim > militer Suharto, dan banyak kalangan tadinya menganggapnya berbahaya ( !) > untuk negara dan bangsa, sekarang ini sudah mulai mendapat simpati yang > makin meluas. > > Aksi-aksi di berbagai kota besar dan kecil pada pokoknya sudah tidak bisa > lagi dilarang oleh penguasa-penguasa di Pusat maupun di daerah, baik polisi > maupun militer. Kalau ada larangan atau pembatasan-pembatasan yang > keterlaluan, sudah tidak digubris lagi. Pemerintah sudah tidak « berwibawa » > lagi dan tidak bisa bertindak sewenang-wenang pula menghadapi aksi-aksi > bersama dari berbagai golongan ini. > > Partisipasi kalangan Islam adalah penting sekali. > > Fenomena yang patut juga diperhatikan adalah partisipasi (walaupun belum > besar dan masih sporadis atau terpencar-pencar) dari kalangan Islam dalam > kegiatan Hari Buruh 1 Mei. Contoh yang cukup penting adalah pertemuan para > pimpinan aktivis buruh dari berbagai organisasi yang berkumpul di aula > kantor pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jl Kramat Raya 164 Jakarta, > dalam rangka persiapan aksi merayakan "May Day' 1 Mei .2010. Ketua PBNU KH > Abbas Mu'in dalam kesempatan itu ikut berbicara. > > Di Jakarta, Bandung, Jogja, Semarang, Solo, Surabaya, Malang, Makasar, > Medan, Lampung dan banyak kota-kota lainnya , golongan Islam dalam kalangan > mahasiswa dan buruh, ikut secara aktif dalam berbagai kegiatan. > > Hal ini juga juga menggembirakan, kalau mengingat bahwa dalam jangka yang > lama sekali di masa yang lalu, kalangan Islam dalam berbagai golongan > umumnya bersikap memusuhi atau menjauhi gerakan buruh yang merayakan Hari > Buruh 1 Mei. > > Partisipasi golongan Islam dalam gerakan buruh adalah amat penting, > mengingat bahwa sebagian terbesar kaum buruh Indonesia, yang ditindas atau > diperas oleh klas reaksioner nasional maupun internasional justru terdiri > dari pemeluk Islam. Jadi perjuangan menghadapi penghisapan dan ketidakadilan > oleh neo-liberalisme beserta antek-anteknya di dalam negeri adalah satu > perjuangan dan satu tujuan, antara golongan Islam dan non-Islam (termasuk > golongan kiri). > > Bendera merah berkibar di banyak tempat > > Pemandangan yang menunjukkan arti penting lainnya adalah banyaknya bendera > merah yang dikibarkan oleh berbagai golongan dalam pawai atau demonstrasi > dimana-mana. Ini berarti bahwa bendera merah yang sudah lama dianggap « > momok » oleh kalangan pendukung rejim militer Suharto sekarang sudah mulai > juga berobah menjadi kebanggaan bagi mereka yang berjuang untuk melawan > penindasan, pemerasan dan ketidakadilan. > > Bendera merah yang banyak dikibarkan oleh gerakan buruh di dunia, dan oleh > gerakan revolusioner atau gerakan kiri pada umumnya, sudah menjadi simbul > perjuangan bersama, di banyak tempat di Indonesia dalam merayakan Hari 1 > Mei. > > Ini berarti bahwa bendera merah bukanlah lagi hanya milik golongan kiri > saja, melainkan sudah menjadi milik bersama dari semua golongan yang > melakukan perjuangan dengan sungguh-sungguh untuk kepentingan rakyat banyak, > terutama sekali rakyat miskin. > > Tuntutan politik dan sosial-ekonomi kaum buruh > > Sesuai dengan keadaan politik, ekonomi dan sosial yang dihadapi oleh kaum > buruh atau rakyat dewasa ini di negeri kita, maka Hari Buruh 1 Mei 2010 > telah digunakan untuk menyuarakan protes dan tuntutan kaum buruh serta > rakyat luas tentang berbagai masalah besar yang mendesak. > > Contohnya, kepada pemerintah dituntut agar berani melakukan > perombakan-perombakan mendasar terhadap kebijakan ekonomi yang saat ini > dianut, agar tidak menambah panjang jumlah korban pengangguran, sistem > outsourcing serta PHK sepihak > > Contoh lainnya, tuntutan supaya tanggal 1 Mei dijadikan hari libur nasional > juga disuarakan, antara lain oleh pengunjuk rasa dari kota Malang, kabupaten > Malang dan kota Batu, yang tergabung dalam Forum Perjuangan Rakyat Malang. > > Dalam aksi-aksi di banyak tempat lainnya (Jakarta, Bandung, Jogya, Semarang, > Surabaya, Makassar, Medan, Palembang, Lampung dll dll) telah disuarakan > tuntutan segera dihentikannya perampasan upah, tanah dan kerja. Soal tanah > kaum buruh menolak penggusuran, sedangkan soal upah mereka menuntut upah > yang layak. Juga dituntut pendidikan gratis di semua jenjang pendidikan. > > Dalam aksi-aksi yang dilakukan di Jakarta oleh 54 elemen (macam-macam > organisasi, serikat buruh, LSM) telah dikumandangkan berbagai kritik pedas > terhadap situasi politik, ekoinomi dan sosial dewasa ini sebagai akibat > buruk dari sistem pemerintahan SBY, termasuk berbagai sikap yang terlalu > menguntungkan neo-liberalisme. > > > > Gerakan extra-parlementer mulai muncul. > > > > Dari semua itu kiranya dapat kita lihat mulai munculnya perkembangan baru > (walaupun belum banyak) di negeri kita. Perkembangan baru ini, walaupun > masih sedikit, sudah makin tidak menguntungkan lagi bagi kekuatan-kekuatan > sisa-sisa Orde Baru. > > > > Lahirnya perkembangan baru ini didorong oleh menghebatnya di seluruh negeri > gerakan berbagai golongan masyarakat (terutama kalangan muda, mahasiswa, > buruh, tani, perempuan) melawan korupsi dan bermacam-macam kejahatan besar > lainnya oleh kalangan atas. > > > > Sudah menjadi pengetahuan umum bagi banyak orang bahwa kebanyakan korupsi > yang melanda negeri kita -- jangan lupa : sejak lama ! -- justru dilakukan > oleh orang-orang (sipil maupun milliter, dan juga swasta) yang biasanya pro > Orde Baru dan reaksioner, yang anti berbagai politik Bung Karno, dan yang > karenanya juga pro neo-liberalisme. > > > > Dari segi ini pulalah kita bisa melihat bahwa gerakan besar-besaran -- oleh > bermacam-macam golongan dalam masyarakat --untuk melawan korupsi dan > berbagai ketidakberesan dewasa ini juga mengandung arti melawan sisa-sisa > buruk Orde Barunya Suharto. > > > > Gerakan besar-besaran ini , yang dimotori terutama oleh gerakan buruh dan > tani dan mahasiswa, bisa nantinya menjadi gerakan extra-parlementer. Negara > dan bangsa kita sangat membutuhkan adanya gerakan extra-parlemneter yang > kuat, dan yang mendapat dukungan yang luas dari rakyat. Gerakan > extra-parlementer yang besar dan kuat adalah senjata, payung, dan sekaligus > juga benteng bagi perjuangan rakyat dalam membela > kepentingan-kepentingannya. > > > > Sebab, berbagai indikasi sudah menunjukkan bahwa rakyat sudah tidak > bisa juga tidak boleh !!! menggantungkan nasibnya hanya dan melulu kepada > pemerintah, atau DPR, atau partai-partai politik, yang tidak pro-rakyat, > terutama rakyat miskin. > > > > Paris, 3 Mei 2010 > > > > A. Umar Said > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
