Salam Bagi yg biasa berkecimpung di dunia keuangan dunia, fenomena SMI ditarik WB itu hal yg wajar terjadi.
Kalau kita mau sedikit menguak sejarah berdirinya WB IMF sejak perjanjian Bretton Woods, maka WB IMF sejatinya adalah rentenir tingkat dunia yg hidupnya dibiayai oleh bunga pinjaman. Semakin banyak jumlah pinjaman yg tersalur maka semakin besarlah penghasilannya. Maka tidak heran kalau salah satu program marketing WB IMF adalah mempengaruhi pemimpin negara berkembang terutama menteri keuangannya untuk direkrut menjadi SALES yang bisa menyalurkan dana pinjaman dr Grup mereka. Bahkan seringkali pinjaman itupun dipaket dengan kepentingan penjualan barang, teknologi, manajemen, sampai membantu relokasi pabrik berpolusi dari negara maju ke negara berkembang. Melihat prestasi SMI dalam menjadi SALES GIRL grup WB IMF ke Indonesia dalame bentuk berbagai hutang yg sudah sering diungkap di berbagai milis yg jkumlahnya miliaran USD dalam waktu relatif singkat maka sudah selayaknya SMI mendapatkan SUCCESS FEE yg biasanya berkisar sekitar 0.25% sd 3% tergantung terms and conditions nya. Alangkah bodohnya bila SMI ternyata tidak ada perjanjian sbg SALES GIRL tapi cuma didikte tanpa ongkos profesional yg diepakati sblmnya, berarti dalam ini dia bukan SALES GIRL melainkan BUDAK atau JONGOS. Walau titlenya keren itu memang taktik dagang. Coba perhatikan di Bank2 Asing, kita dilayani oleh mereka yg judulnya "Vice President" semua padahal itu cuma judul, yg fungsinya ya customer service biasa. Dengan kesempatan SMI terlibat kasus BC adalah peluang bagus buat WB IMF untuk mengikat SMI lebih dalam lagi sbg JURU SELAMAT yg tidak bisa dihargai dengan uang. Ini juga cuma taktik dagang saja supaya ngirit. Coba kalau SMI pintar dan meminta JATAH nya sbg SALES GIRL yg telah memasarkan miliaran USD hutang Indonesia, maka SMI gak perlu pusing tinggal membayar para anggota DPR dan lembaga terkait yg sudah jelas jelas pada dagangsapi untuk sedikit mempelesetkan keputusan sehingga SMI aman dan kalau perlu malah bikin naik daun. Kayak Ical gitu lho. Yg kurang apa, menggarong pasar modal, mengendalikan DPR soal lapindo, mengendalikan presiden soal menggarong dana Cendana dll tapi santai santai saja karena kerjanya rapi semua kebagian dan bahkan sampai pesta anaknya 400M dan mabuk2an tidak ada yg ribut tuh............. Mungkin ini bedanya ITB sama UI ya??????? Bangga?????? Mbahmu !!!!!!!!!!!!!!!! Negeri Amburadul karena Presiden Abal-abal yah nikmati saja. Jangan ngomel wong berjuang ogah yah terima aja takdir. Wassalam Justiani Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Satrio Arismunandar <[email protected]> Date: Fri, 7 May 2010 08:56:23 To: Forum Kompas<[email protected]>; news Trans TV<[email protected]>; kampus tiga<[email protected]>; <[email protected]>; ppiindia<[email protected]>; nasional list<[email protected]>; HMI Kahmi Pro Network<[email protected]>; ex menwa UI 2<[email protected]>; Pers Indonesia<[email protected]>; sastra pembebasan<[email protected]>; jurnalisme<[email protected]>; AJI INDONESIA<[email protected]>; Partai Hanura<[email protected]>; pantau<[email protected]> Subject: [jurnalisme] Sri Mulyani, John Perkins, Wiji Tukul dan Mas Budiarto Shambazy (Kompas) Menyangkut kepindahan Menkeu, Ibu Sri Mulyani, ke kursi Managing Director World Bank, begitu banyak harapan muluk-muluk dicetuskan sejumlah pihak tentang peran yang bisa dimainkan di lembaga yang didominasi para dedengkot kapitalisme dunia tersebut.Mas Budiarto Shambazy (redaktur senior Kompas) mungkin perlu mengutip lagi buku John Perkins (Bandit ekonomi) tentang peran IMF, World Bank, dll dalam penghancuran ekonomi Indonesia dan negara berkembang, menciptakan ketergantunganlewat utang, menjalin kerjasama dengan para komprador di pemerintahan. Biar banyak orang makin MELEK MATANYA (dan berhenti bersujud di altar World Bank). Banyak orang Indonesia adalah korban kekerasan simbolik (ciri korban kekerasan simbolik menurut filsuf Pierre Bourdieu: korban "menyetujui" bahkan "mendukung" kekerasan terhadap dirinya sendiri). Contoh: Memuja-muji World Bank, memberi aspirasi berlebihan pada jabatan (utk Sri Mulyani) di World Bank. Padahal banyak policy WB justru menghancurkan ekonomi Indonesia dan memiskinkan rakyat Indonesia, serta banyak negara berkembang lain.Kalau dalam wacana kriminalitas/penculikan, ada yang disebut "Stockholm syndrome" di mana sandera "jatuh cinta" pada para penculiknya. Sama seperti sebagian rakyat Indonesia yang hanya bisa memuja, mengulang mantera-mantera, yang dijejalkan oleh tuan-tuan penyanderanya di tahta IMF, World Bank, dsb... Penyair Wiji Tukul bilang: "Hanya satu kata: Lawan!" Saya tidak sehebat Wiji tukul. Jadi saya cuma bisa bilang: "Saya tidak mau ikut-ikutan edan seperti kalian. Mungkin selama hidup di dunia saya kurang banyak beramal dan berbuat kebajikan. Jadi kebajikan yang saya lakukan adalah minimal sudah menjaga satu orang manusia (baca: diri saya sendiri) agar tidak ikut-ikutan edan..Salam dari dunia antahberantahRio [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
