---Dear Teman Teman, Saya meneruskan email yang saya dapat mengenai lomba penulisan kebencanaan bagi wartawan yang diselenggarakan oleh BNPB (Badan Penanggulangan Bencana RI). Semoga Duta Masyarakat, NU Online, dan media NU lainnya dapat bepartisipasi. Juga teman teman profesi wartawan lainnya. Thks Avianto Muhtadi > > >LOMBA PENULISAN KEBENCANAAN >BAGI WARTAWAN DAN PENULIS 2010 > >Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Masyarakt Penulis Ilmu >Pengetahuan dan Teknologi (Mapiptek) mengadakan Lomba Penulisan Kebencanaan >bagi Wartawan dan Penulis. Tahun ini merupakan tahun ketiga penyelenggaraan >lomba tersebut. Lomba ini bertujuan untuk menggugah dan mengembangkan minat >menulis tentang masalah bencana pada wartawan dan penulis. Kompetisi ini >secara tidak langsung dapat meningkatkan penyebaran informasi kebencanaan >kepada masyarakat di Indonesia > >Tema penulisan: Membangun Kota yang Tangguh terhadap Bencana > >Subtema: > >1. Meningkatkan pengetahuan untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam >menghadapi bencana di perkotaan; >2. Upaya pengurangan resiko atau dampak negatif > bencana di perkotaan; >3. Meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat perkotaan dalam menghadapi bencana >4. Membangun ketangguhan kota dan masyarakatnya dalam menghadapi bencana > >Peserta Lomba >- Wartawan media cetak dan online >- Penulis di media cetak dan online > >Kriteria Lomba >- Terbuka untuk semua wartawan Indonesia, yang dibuktikan dengan fotokopi >identitas wartawan, dan penulis disertai fotocopy KTP. >- Naskah sudah harus diterbitkan di media cetak dan online mulai 01 Desember >2009 sampai 30 September 2010. >- Setiap peserta dapat mengirimkan lebih dari satu materi publikasi >(masing-masing rangkap 3) yaitu dalam bentuk daftar tulisan dan fotokopi >kliping tulisan. >- Panitia berhak menggunakan karya tersebut untuk keperluan publikasi dan >promosi pihak penyelenggara. >- Keputusan dewan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. >- Batas akhir penerimaan naskah tanggal 1 Oktober 2010 (sudah diterima). > > >Naskah dikirim ke : >PANITIA LOMBA PENULISAN KEBENCANAAN >SEKRETARIAT MAPIPTEK >Press Room Gedung II BPPT Lt. Dasar >Jl. MH Thamrin No. 8 >Jakarta 10340 >Telp/Faks : 021-3169077 >Email : [email protected], [email protected] > >Hadiah >- Juara I : Uang Rp 10.000.000 + Plakat + Piagam >_ Juara II : Uang Rp 8.000.000 + Plakat + Piagam >- Juara III : Uang Rp 6.000.000 + Plakat + Piagam > >Kriteria Penilaian >- Orisinal >- Publikasi di media massa cetak umum dan media online >- Publikasi sesuai jangka waktu yang ditetapkan >- Kesesuaian naskah dengan tema lomba >- Penggunaan EYD > >- Naskah berisi solusi dan analisa >- Kuantitas penulisan sesuai tema >- Gaya bahasa dan deskripsi >- Peliputan investigasi > >----------------------------------------------------- >Siaran Pers >Dialog Interaktif “Membangun Kota yang Tangguh Menghadapi Bencana“ >Kamis, 6 Mei 2010 > >Siaran Pers > >Saat ini, lebih dari setengah populasi dunia hidup di kota-kota dan pusat >perkotaan. Pesatnya pertumbuhan di perkotaan, menyebabkan terbentuknya >daerah-daerah kumuh hingga terjadinya degradasi lingkungan. Penataan >permukiman yang tidak teratur, infrastruktur seperti drainase yang tidak >memadai, rendahnya kualitas bangunan serta dampak perubahan iklim meningkatkan >kerentanan penduduk kota terhadap bencana. > >Gempa bumi di Port au Prince, Haiti (Januari 2010) adalah sebuah > ilustrasi ekstrim dampak bencana alam terkait dengan pembangunan perkotaan > tidak terencana. > >Kerangka Aksi Hyogo 2005-2015: pembangunan Ketahanan Bangsa dan Komunitas >terhadap Bencana menawarkan solusi bagi pemerintah daerah dan pemangku >kepentingan lokal untuk mengelola dan mengurangi risiko bencana di perkotaan. > >United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UN-ISDR) >mengkoordinasikan advokasi global untuk membangun kemitraan dengan berbagai >pemangku kepentingan. Terkait program tersebut, UN-ISDR mencanangkan Hari >Internasional Pengurangan Resiko Bencana pada Rabu minggu kedua Oktober. Untuk >tahun ini peringatan tersebut jatuh pada 13 Oktober. Tema yang ditetapkan >adalah Resilience City (Membangun Kota yang Tangguh) dengan titik berat pada >memperkuat struktur bangunan sekolah dan rumah sakit. > >Kampanye ini bertujuan untuk memperkuat dan mendukung pemerintah pusat dan >daerah, kelompok masyarakat yang terlibat dalam > perencanaan pembangunan perkotaan dan manajemen risiko bencana. > >Kampanye Membangun Kota yang Tangguh akan berfokus pada masyarakat miskin di >perkotaan, yang paling rentan terkena bencana. Untuk tahun ini kampanye >ditargetkan mencapai minimal 25 model kota/kabupaten yang tangguh, dan 50 >kota/kabupaten yang berpartisipasi. Sedangkan pada akhir tahun 2011, >ditargetkan lebih dari 1.000 kota/kabupaten berpartisipasi membentuk Kota yang >Tangguh. > >Sementara itu, Deputi Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek Kementerian Riset >dan Teknologi Dr. Idwan Suhardi menjelaskan dalam upaya membentuk kota yang >tangguh telah dibuat peta zonasi gempa di beberapa wilayah. Selain itu telah >ada upaya memperbaiki kode keamanan bangunan (building code) dengan >memasukkan unsur percepatan gravitasi yang sesungguhnya memiliki nilai yang >berbeda-beda di setiap wilayah. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan >struktur tanah dan karakteristik > kegempaan. > >Kota-kota besar di Indonesia diharapkan berpartisipasi dalam Earthquake >Megacity Inisiative, yaitu inisiatif kota-kota besar di dunia untuk >meningkatkan ketangguhan terhadap bencana gempa bumi. > >Materi yang dibahas dalam Dialog interaktif ini merupakan bagian dari Lomba >Penulisan Kebencanaan Tahun 2010 bagi Wartawan dan Penulis. > >----------------------------------- > > > > [Non-text portions of this message have been removed]
