Pak Abdul Yth.

Pak Abdul menulis "Dari ayat diatas itu jelas bagi kita bahwa membaca bacaan 
shalat tidak 
boleh berbisik bisik, tapi haruslah terdengar dgn telinga kita sendiri 
agar bisa shlatnya kusuk".

Ada dua catatan mengenai hal ini yg perlu disampaikan:

1) "terdengar dengan telinga sendiri". Memang betul bahwa ibadah solat yang 
diajarkan oleh kitab dasar Safiinatunnajaah (yaitu kitab fikih yang biasa 
dihafal oleh santri NU pada tahun awal di ponpes) adalah mendengarkan bacaan 
solat sampai didengar oleh sendiri. Begitulah pengetahuan kami selama ini yang 
pernah mengaji Safiinah.

2) bahasa "tidak boleh" dan "haruslah" keduanya bahasa yang tidak tepat 
dinisbatkan kepada ayat tersebut. Ada bahasa yang lebih demokratis, yaitu 
"seyogyanya". Begitu juga yang kami pahami dari Safiinah, di buku dasar ini 
tidak ada bahasa yang angkuh sehingga nadanya menyalahkan orang yang tidak 
begitu. 

Bagi kami di pesantren, ada dasar kapan bicara "have to", "must" atau "should" 
dan ini semua pelajarannya disebut Ushul Fikih, atau Fondasi Yurisprudensi. 
Dalam bahasa Arab klasik, terkadang kalimat larangan atau perintah, oleh kita 
terjemahkan secara bahasa saja. Sehingga hasilnya menjadi rancu.

Pesan saya, jangan ikut-ikutan jadi Wahhabi. Wahhabi itu adalah orang Arab yang 
seringkali seperti kurang mengenal bahasa Arab. Kapan-kapan saya tunjukkan 
ketika membahas postingan Pak Mujiarto yang berisikan fatwa MU Saudi tentang 
pluralisme. Semoga diberi kesempatan. Aamiin.

Pesan saya kedua, mohon "keep in point", kalau membahas bab solat berbisik, ya 
jangan sebut bab-bab lain. Jadi seperti melempar rambutan ke sini, tetapi 
melempar koin uang ke sana. Tentu saja anak-anak pasti berlari ke arah mana 
saja. Semoga berkenan.





________________________________
From: Cah Cilik <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, May 14, 2010 9:56:30 AM
Subject: Re: [kmnu2000] BOLEHKAH KITA SHALAT  BERBISIK BISIK?

  
ya anda baca nya sendiri,,jadi yang muncul penafsiran secara pribadi,,,jadinya 
ya seenaknya sendiri,,,

________________________________
From: abdul <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, May 14, 2010 2:43:17 AM
Subject: [kmnu2000] BOLEHKAH KITA SHALAT  BERBISIK BISIK?

Kalau kita rajin membaca Al Quran, kita akan mendapatkan Rahasia2 ALLAH yang 
sangat bermanfaat buat kita lakukan. Selama ini kita hanya menyerahkan aqidah 
kita kpd guru2 atau orang tua kita, dan tidak pernah lagi mengoreksinya. 
Bukankah demikian? Silakan simak ayat dibawah ini;

Bismilahirrahmanirr ahiim.
============ ========= ========= ========= ========= ========= =
Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja 
kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna [nama-nama yang terbaik] dan 
janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula 
merendahkannya [1] dan carilah jalan tengah di antara kedua itu" (110)QS17:111.

============ ========= ========= ========= ========= ========= ==
Dari ayat diatas itu jelas bagi kita bahwa membaca bacaan shalat tidak boleh 
berbisik bisik, tapi haruslah terdengar dgn telinga kita sendiri agar bisa 
shlatnya kusuk .

Pada umumnya kita membaca shalat dgn diam2 bukan? Kita sudah salah besar selama 
ini.Oleh karena itu shalatnya tdk bisa kusuk,hatinya kemana mana; 

Ancaman ALLAH kpd orang2 yg tidak shalat kusuk;

============ ========= ========= ========= =====
"Neraka Wail bagi orang yang shalatnya, yang mereka itu lalai ( tidak khusuk, 
tidak mengerti apa yang dibaca,pikiran2 melayang layang) dalam shalat.Al Maa'un 
(107)4-5.
============ ========= ========= ========= =======
Karena guru2 kita pada umumnya belajar di Saudi,dari ulama2 Wahabi-salafy yang 
mengusai Saudi ratusan tahun, dan FATWA2nya tidak boleh di bantah oleh rakyanya,

Kalau dibantah masuk jell atau hukuman mati atau di usir dari Saudi...Oleh 
karena itu hanya SATU PEMAHAMAN ISLAM== yang di bolehkan di negeri saudi.

Itulah mulanya kenapa umat Islam Indonesia melaksanakan cara shalat seperti 
sekarang ini alaaa Ulama2 Saudi Arabia.Benar bukan?

Pada umumnya kita di Indoneaia melakukan Shalat berdasarkan kepada KETURANAN 
kita.

Sebagaimana ALLAH memperingatakan dulunya.Yang mana rakyat berkata===kami 
mengikuti nenek2 moyang kami...
============ ========= ========= ========= ========= =========
"Apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah ikuti apa yang Allah telah terangkan 
dan ikutilah rasul," mereka berkata, "Apa yang kami dapati ibu bapa ibu bapa 
kami amalkan itu cukuplah bagi kami." Apa akan jadi sekiranya ibu bapa ibu bapa 
mereka tidak mengetahui suatu apapun dan tidak mendapat petunjuk? QS 5:104.
============ ========= ========= ========= ========= =

Sekarang ISTILAH ITU SEDIKIT BEROBAH, TAPI SAMA== yaitu;

KAMI ADALAH PENGIKUTI SUNNAH RASUL====> benar bukan?

Saya mengajak pemuda2 smart dan kritis, mari ikuti al Quran pasti tdk salah, 
dan pasti dijamin oleh ALLAH kebenarannya. .

Saya pribadi sudah melaksanakannya, terasa shalat saya kusuk krn setiap doa2 yg 
saya baca dpt saya ayati dan saya dengar. Inilah hikmahnya membaca bacaan 
shalat dengan suara yg kecil...

Selamat mempratekan, pasti tidak salah,krn sesuai dgn al quran,bukan hadits2.

Semoga ayat diatas itu dapat memperbaiki aqidah kita dan cara shalat kita yang 
benar menurut al quran.

Wassalamu'alaikum wrwb

[Non-text portions of this message have been removed]


 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke