Sdr  sofwan nadi--------Bismilahirrahmanirrahiim.

Kalau sdr Sofwan memang ada niat seperti itu sebaiknya
diteruskan atau disampaikan kpd yang mungkin bisa menerima
gagasan dan pendapat Safwan itu...sangat baik sekali

Atau lewat media cetak, (koran misalnya)
Saya ikut menyokongnya...niat yang baik.

salam


--- In [email protected], sofwan nadi <de_a...@...> wrote:
>
> Setuju, Pak.
> 
> Mengenai wanita, saya ingin mengusulkan ke Pemerintah RI sbb:
> 
> Berdasarkan pertimbangan bahwa wanita diutamakan untuk mempersiapkan anak 
> bangsa yang unggul, maka dimungkinkan bahwa wanita akan memilih fase-fase 
> kehidupan sebagai berikut: 
> Pertama menuntut ilmu, minimal sampai S1 (usia paling lambat 25 tahun). 
> Kedua mengasuh anak untuk selama 25 tahun
> (bila diasumsikan dia telat sampai 5 tahun baru punya anak sehabis menikah 
> pada usia 25, dan punya anak 4, dgn jarak 2 tahun, berarti 8 tahun. Lalu anak 
> paling kecil dipesantrenkan saat lulus SD. Yakni usia 12 tahun, paling 
> lambat. Berarti 25 tahun selepas menikah, wanita ini baru tanpa beban 
> menemani anak)
> Ketiga masa terjun penuh dalam karier berjuang mengabdikan diri kepada Ibu 
> Pertiwi.
> 
> Dari perhitungan tersebut diusulkan kepada Pemerintah untuk tetap membuka 
> peluang menjadi Pegawai Negeri Sipil bagi wanita sampai usia 50 atau 55 
> tahun. Bagaimana pun wanita yang telah tuntas mengasuh anak di keluarganya 
> akan menjadi pengabdi negara yang baik, dan bila menjadi guru pun akan lebih 
> baik daripada guru yang tidak punya pengalaman mendidik anak. Masa bakti kaum 
> Ibu dalam ranah karier 10 tahun tetapi bermutu, lebih baik daripada dia 
> melakukan kesalahan lebih awal yang mustahil diperbaiki untuk sepanjang hayat 
> anak yang terlanjur salah asuh.
> 
> Keluarga adalah domain pelatihan calon-calon ibu pengabdi bangsa yang baik 
> yang mampu mendidik anak-anak bangsanya dipersiapkan untuk masa depan.
> 
> Dengan kesadaran ini, saya berharap, kedepan tidak ada lagi anak yang hilang 
> dari pengurusan ibunya. Sehingga anak-anak ini akan memiliki rasa kasih 
> sayang dan empati yang tinggi. Bagaimanapun, secara psikologi, hanya manusia 
> yang terdidik dari rasa cinta dan kasih sayang yang tinggi yang akan tercipta 
> menjadi manusia yang seimbang kecerdasan akal dan hatinya. Diantara sebab 
> kecenderungan manusia menjadi ekstrimis adalah sebab tak tumbuh dari 
> lingkungan yang mencintainya dengan baik. Semoga ini menjadi masukan.
> 
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
> From: abdul <latifabdul...@...>
> To: [email protected]
> Sent: Wed, May 19, 2010 7:51:57 AM
> Subject: [kmnu2000] Siapa Yg tidak sedih Melihat Muslimah Taliban? Hatinya 
> sudah tetutup setan
> 
>   
> Bismilahirrahmanirrahiim.
> Saya tidak habis pikir kenapa M.H.N.U cs sangat
> bersimpati benar dgn perjuangan Taliban
> yang jelas2 Taliban ==abuse women and children=.nauzubilah
> apa yang ada dlm pikiran dia ini
> 
> Kalau saya amati video2 wanita2 Muslimah Taliban
> yg kurang ilmu2 selain ilmu agama Islam.
> Ilmu agama islam pun tdk dijalan yg lurus pula.
> Wanita2 muslimah haram keluar rumah pula.
> Taliban menjadikan wanita2 budak kembali...
> tdk mempunyai kemerdekaan atau pilihan...
> 
> http://www.youtube.com/watch?v=dYNPULtLasQ
> 
> Coba kita renungkan kalau suami meninggal dunia,
> dan sang istri mempunyai anak2..
> Bagaimana si Janda untuk membesarkan anak2nya?
> Apakah dia dan anak2nya pergi lagi kerumah orang tuanya?
> 
> Saya menganjurkan kpd wanita2 Muslilah Indonesia
> wajib menuntut ilmu, agar bisa berdikari kalau
> suami mendapat kecelakaan dan meninggal dunia..
> 
> Saya juga menganjurkan kalau wanita sudah menikah
> sebaiknya tinggal di rumah mengasuh anak2..sampai
> anak2 sudah bisa kesekolah SMA..
> Kemudian hendaklah wanita2 berusaha utk bebuat sesuatu
> untuk masarakat....agar amal2 saleh yang nyata dapat
> lebih banyak di proleh utk akirat nantinya..
> 
> ALLAH pasti akan menimbang perbuatan2 baik dan buruk.kita..
> Tidak ada yg bisa lolos dari pengadilan ALLAH..
> kecuali orang2 beriman yg tingkat muslim Taqwa
> 
> Muslim tingkat taqwa, roh nya lansung ke syurga
> tanpa di hizab atau tanpa lewat pengadilan ALLAH.
> 
> Marilah kita tingkatkan usaha2 kita agar dapat
> tingkat yang lebih mulia...kesemptan itu hanya
> ada di dunia ini saja..selagi hidup dan sehat..
> 
> salam
> 
> 
>  
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke