Australia
Pejabat Disodori Wanita Panggilan
Selasa, 25 Mei 2010 | 06:39 WIB
shutterstock
Ilustrasi SYDNEY, KOMPAS.com — Securency International, sebuah percetakan uang 
di Australia yang sebagian sahamnya dimiliki pemerintah, didapati aparat hukum 
menyediakan pelacur. Hal itu bertujuan untuk memuluskan bisnis 
dengan mitra pejabat-pejabat negara asing.

Polisi Federal 
Australia (AFP) di Sydney, Senin (24/5/2010), mengaku tengah menyelidiki apakah 
agen yang digunakan Securency International berhubungan dengan 
pejabat asing itu dan diperintahkan membayar suap serta menyediakan 
pelacur.

Anwar Ibrahim, tokoh oposisi Malaysia—dalam program Four Corners di televisi 
ABC Australia—mengungkapkan, ada 
tawaran untuk menyediakan "pengawal perempuan Asia" sebagai sebutan 
untuk para pelacur yang akan disediakan bagi para pejabat asing.

"Saya sulit mengerti bagaimana Securency International menyediakan suap dalam 
jumlah besar yang disebut sebagai uang komisi bagi pejabat Malaysia," 
kata Anwar.

Juru bicara AFP menegaskan, pihaknya akan mengusut 
tuntas dugaan suap oleh perusahaan Australia. AFP tidak menyebut 
negara-negara yang pejabatnya disuap. Namun, Nigeria, Malaysia, dan 
Vietnam disebut-sebut.

Seorang mantan pegawai Securency 
International dalam keterangan kepada media massa mengatakan, dia 
menyimpan bukti-bukti kuat tentang adanya penyimpangan yang dilakukan 
perusahaan tersebut.

Seorang perantara yang disewa Securency 
International mengaku, pada 2007 Securency menyuap seorang gubernur bank 
sentral sebuah negara Asia yang menjadi kliennya.

Sebagian saham Securency International dimiliki oleh Reserve Bank of Australia 
atau 
Bank Sentral Australia. Pihak Reserve Bank of Australia menolak memberi 
tanggapan atas tuduhan tersebut.


      

Kirim email ke