Nuwun sewu Pak Sofwan..
Motif saya kemarin itu penasaran saja, bukan curiga dengan tulisan Bapak.
Akhirnya sedikit memancing dengan argumen2 pengantar agar dielaborasi lebih
lanjut he..he.
Benarlah bahwa perbedaan paradigma pemikiran bisa membuat kebenaran menjadi
relatif.
Bahkan kalau semisal dilanjutkan akan menjadi:
- eksistensi dalil itu sendiri juga bisa diperdebatkan, misalnya bila lawan
debat adalah orang Liberal yang menganggap al-Qur'an sekedar al-Muntaj
ats-Tsaqafiy yang kondisional.
Mungkin karena pada dasarnya milist ini dilihat banyak orang, saya tergelitik
untuk mempertanyakan opini2 pribadi semacam itu, sekedar tabayyun.
Agar ketika member lain ketika harus terlibat perdebatan masih.dijiwai semangat
perkataan Imam Syafi'ie:“Tidaklah aku
berdebat dengan seseorang melainkan aku tidak peduli apakah Allah
menjelaskan kebenaran atas lisannya atau lisanku.”
Semoga ini bukan menjadi debat kusir.
Terima kasih.
[Non-text portions of this message have been removed]