Bismillaahirrohmaanirrohiim

Bila kita membiarkan segala sesuatu perlu terjadi atas dasar masa lalu.
Apabila semua hal di masa depan perlu dihitung dengan klaim masa lalu.
Maka tidaklah semuanya akan memberi faedah yang sama.

Yahudi mengklaim berdasarkan sejarah, bahwa tanah-tanah yang pernah dilalui 
kakek moyangnya adalah tanah Yahudi.
Yahudi mengklaim bahwa disana pernah ada Singgasana Sulaiman.
Maka tegaklah Negara Israel atas dasar klaim itu.
Dan semuanya harus ikut masa lalu.

Kristen mengklaim bahwa Palestin adalah tanah dimana Isa dilahirkan di Nazareth.
Kristen dibenarkan, sebagaimana Yahudi, bahwa di Palestin itu 
kuburan para nabi mereka berserak di seantero wilayah Palestin dan sekitarnya.

Mukminin mengklaim bahwa di Palestin ada kiblat pertama mereka.
Mukminin mengklaim bahwa di Plasetin kaki mulia Baginda Rasul pernah menjejak
Mukminin mengklaim bahwa kekuasaan mereka pernah tegak disana

Arab mengklaim bahwa putra-putra Palestin adalah bangsa Arab
Greek mengklaim bahwa putra-putra Palestin adalah bangsa Greek

Ini bukan klaim!!! Ini sejarah berbukti!!!

Ya sudah, silahkan saja bergelut memperebutkan bukti-bukti itu.
Tentu saja, kalau begitu, hukum rimba yang berlaku.
Siapa yang kuat dia dapat.
Begitu kan sepanjang sejarah di Palestin.
Kekuasaan bergilir-ganti dengan kekuatan rimbawi.

Kalau kalian semua, wahai manusia, berkenan melepaskan jubah-jubah dan bulu 
musang kalian.
Marilah duduk,
Telanjangi diri dari klaim sejarah, klaim kitab, klaim protokol, klaim 
charters, klaim...
Mari kita picingkan mata sejenak ke negeri Indonesia.
Dengan Bhinneka mereka me Nunggal kan Ika.
Maka begitulah semestinya Isra-Peles.
Semoga saja negara baru bernama Isra-Peles akan berdiri kelak.

Mimpi kah aku....


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke