Mohon dibaca..*hanya 2 menit*

 Best Regards

Ahmad Syukron Amin 
Islamic Studies of Yemenia University 
www.facebook.com/ahmad.syukron.amin 




----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Rythia Afkar <[email protected]>
Kepada: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]
Terkirim: Jum, 4 Juni, 2010 12:07:20
Judul: [SI-PPI-2009] watch - only 2 minutes

  
watch - only 2 minutes



************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* 
********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* 
********* *
Berapa banyak sih remaja Indonesia usia awal duapuluhan yang bisa menang lomba 
di forum international? Tidak banyak bukan?

Adhyatmika (21 tahun), seorang sineas muda, filmnya: DEMOCRACY IS YET TO LEARN 
(MASIH BELAJAR) telah memenangkan kompetisi video untuk umum, DEMOCRATIC 
CHALLENGE, dari Deplu AS dan partnernya Youtube, http://www.youtube. 
com/democracycha llenge  hingga ke level Asia Timur-Pasifik.

Tinggal selangkah lagi (bersaing dengan sineas Malaysia  dan Singapore), kalau 
menang, dia akan mempresentasikan karyanya di Washington DC (di depan Menlu AS, 
Hillary Clinton), New York, dan Los Angeles (pusat perfilman dunia). Tahun ini, 
lomba itu diikuti 700 video lebih dari 86 negara.

Indonesia sendiri mengirim 70 video, paling banyak dibanding negara-negara lain.

Masalahnya, supaya lolos ke Amerika, film ini harus divoting melalui sarana 
youtube. Padahal di Indonesia hal itu tidak biasa terjadi untuk lomba dengan 
skala global, sedang lawannya yang dari negara Malaysia dan Singapore adalah 
para jago-jago IT yang sudah familiar dengan voting dengan cara itu.

Alangkah sayangnya kalau film itu harus kalah hanya karena urusan voting belaka.

Sehubungan dengan itu, kami mohon bantuan Anda semua melakukan voting itu, yang 
akan berakhir pada 15 Juni 2010 mendatang. Jangan sampai hanya karena hambatan 
voting, Malaysia (lagi) yang menang karena masalah melek IT semata.

Cara votingnya sebenarnya gampang saja:

1. login dengan account google atau youtube Anda.
2. klik http://www.youtube. com/democracycha llenge 
3. klik "vote" atau "vote now�"
4. tulis atau cari: DEMOCRACY IS YET TO LEARN (ini nama judul videonya)
5. klik tanda jempol.

Komentar dari seseorang di milis dunia-film:

Aku sudah nonton tuh film! Dan menurut saya... saat saya nge-klick jempol 
ijo... itu bukan lantaran karena film yang saya tonton adalah film Indonesia 
yang harus didukung2... . Tapi film pendek tsb... memang JEMPOL IJO.....Tiga 
kali malah..... Dan menurut saya juga..... Film Pendek tersebut harus jadi 
tontonan wajib di Istana Negara.... Dan di gedung parlemen kita yang semakin 
nggak jelas isinya orang2 apaan itu...... Selamat buat Sutradara dan seluruh 
tim yang terlibat...! !!!!!!

Sofyan d. SurZa


Komentar dari media:

Dalam videonya Adhyatmika menggambarkan sebuah proses belajar-belajar di ruang 
kelas... . Aktingnya yang lucu membuat para tamu undangan yang hadir pun ikut 
tertawa. Demokrasi itu tidak harus selamanya serius, tapi bisa dibuat 
banyolan-banyolan agar mudah dipahami oleh masyarakat." Tempo Interaktif**

Supaya kita tahu demokrasi itu seperti apa,� paparnya. Dia paham, setiap 
orang memiliki pemikiran yang berbeda tentang demokrasi. “Karena itu, saya 
berani membuat video dengan konsep *black comedy*,� katanya. *Black 
comedy*atau komedi satir memang terasa sekali dalam video garapan Adhyatmika. 
...

begitulah cara dia mengenal demokrasi. “ Demokrasi tidak hanya dirasakan di 
dalam gedung pemerintah, misalnya. Demokrasi juga bisa diusahakan di dalam" 
Seputar Indonesia





 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke