MENGAPA KITA (HARUS) MELAWAN REZIM NEOLIB INI?
Oleh: M. Hatta Taliwang (Koordinaator Grup Diskusi 77-78)

Beberapa data dan fakta yang mendorong kita untuk melawan rezim neolib, antara 
lain:

Di masa Raffles (1811) pemilik modal swasta hanya boleh menguasai lahan 
maksimal 45 tahun; di masa Hindia Belanda (1870) hanya boleh menguasai lahan 
maksimal selama 75 tahun; dan di masa Susilo Bambang Yudhoyono (UU 25/2007) 
pemilik modal diperbolehkan menguasai lahan selama 95 tahun. Teritorial 
Indonesia (tanah dan laut) telah dibagi dalam bentuk KK Migas, KK Pertambangan, 
HGU Perkebunan, dan HPH Hutan. Total 175 juta hektar (93% luas daratan 
Indonesia) milik pemodal swasta/asing

Hutang Luar Negeri Indonesia (Pemerintah dan Swasta) sebesar dua ribu lima 
ratus trilyun rupiah (2.500.000.000.000.000) diantaranya dibuat selama 5 th 
pemerintahan SBY sebesar 300an triliun.. Bunga dan cicilan pokok 450 trilyun. 
Pertumbuhan ekonomi 4 - 6 % per tahun hanya untuk biaya bunga dan cicilan pokok 
hutang luar negeri.Sebuah sumber menyebut negara telah bangkrut secara 
akuntansi karena hutang lebih besar dari assets. Kekuatan ekonomi bangsa 
Indonesia telah terjebak dalam hutang berkepanjangan (debt trap) hingga tak ada 
jalan keluar! Kita akan terus hidup bergantung pada hutang. Sementara itu 
diduga ada mafia dlm "permainan hutang" ini yg mengambil keuntuangan dari 
"selisih bunga pinjaman hutang".makin banyak pinjaman makin menguntungkan mafia 
ini. Lintah darat terus menghisap darah rakyat.

Sebanyak 85% kekayaan migas, 75% kekayaan batubara, 50% lebih kekayaan 
perkebunan dan hutan dikuasai modal asing. Hasilnya 90% dikirim dan dinikmati 
oleh negara-negara maju. Sementara China tidak mengekspor batubara, Jepang 
terus menumpuk cadanganbatubaranya. Sekarang kita harus bertarung di pasar 
bebas dagang dengan China - Asean. Ibarat petinju kelas bulu diadu dengan 
petinju kelas berat dunia. Pasti Knock-Out ! Siapa yang melindungi rakyat dan 
tanah tumpah-darah kita ini?

40 tahun lalu pendapatan rakyat Asia Timur rata-rata sebesar US$ 100, bahkan 
China cuma US$ 50. Kini Malaysia tumbuh 5 kali lipat lebih besar dari 
pendapatan Indonesia, Taiwan (16 kalilipat), Korea (20 kalilipat), China (1,5 
kalilipat) dan telah jadi raksasa ekonomi, politik, dan militer di ASIA. Ke 
mana hasil sumber daya alam kita yang sudah dikuras selama hampir 40 tahun ini? 
Ya memperkaya negara Barat, Singapura,ASIA Timur dan tentu saja oknum2 
KAPITALIS di INDONESIA.

Ekonomi Indonesia  hanya dikendalikan oleh 400-an keluarga yang menguasai 
ribuan perusahaan. Sejak Orde Baru mereka dapat monopoli kredit murah, 
perlindungan tarif, kuota, dan sebagainya. Semua itu karena mereka memberi 
upeti kepada penguasa. Sementara usaha kecil yang puluhan juta dianiya, 
digusur, dan dipinggirkan.

Akibat dari BLBI 1997, di mana Boediono terlibat dan dipecat oleh Soeharto, 
maka banyak bank berantakan. Kemudian direkapitalisasi ratusan trilyun. Bunga 
rekapitalisasi setiap tahunnya ditanggung oleh rakyat Indonesia melalui  APBN 
sebesar  puluhan trilyun untuk jangka 30 tahun ke depan. Yang menikmati BLBI di 
antaranya Syamsul Nursalim dkk, ongkang-ongkang kaki di Singapura(bahkan 
melalui Ayin tetap menjalin "persahabatan" dg PENGUASA Ind). Parahnya lagi, 
sekarang keadaan perbankan 66-70% sudah dikuasai oleh modal asing. Sebagian 
bank yang dikuasai asing itu menikmati bunga rekapitalisasi yang ditanggung 
oleh APBN tersebut. Kesimpulannya, negara Indonesia ini sudah berantakan dalam 
aspek-aspek mendasarnya (teritori, keuangan, hutang).

Dengan iming-iming pinjaman US$ 400 juta dari (the World Bank), Undang-Undang 
Migas harus memuat ayat: (Indonesia hanya boleh menggunakan maksimal 25% hasil 
produksi gas-nya). Bayangkan, kita eksportir gas terbesar di Asia, tapi 
penggunaan gas-nya diatur dari luar. Akibatnya PT Pupuk Iskandar Muda dan PT 
Asean Aceh Fertilizer, tutup karena kekurangan pasokan gas. Ini tikus mati di 
lumbung padi! Bahkan sekarang harga gas untuk rakyat mau dinaikkan lagi.

Dengan total anggaran belanja 3.660 trilyun (tahun 2005 s/d 2009), selama 1825 
hari kerja, rezim ini hanya mampu menurunkan jumlah orang miskin dari 36,1 juta 
(16,6%) menjadi 32,5 juta (14,15%). Sumber lain malah menyebut terjadi 
penambahan jumlah orang miskin. Sementara pengangguran terbuka makin meningkat 
dari 7% menjadi lebih-kurang 8,5%. Padahal sebagian rakyatnya sudah rela jadi 
"kuli" di ARAB SAUDI, HONGKONG, SINGAPURA, MALAYSIA, KORSEL, dll. Mau ke mana 
rakyat dan negeri ini dibawa...?

Setiap tahun kita impor 1,6 juta ton gula, 1,8 juta ton kedelai, 1,2 juta ton 
jagung, 1 juta ton bungkil makanan ternak, 1,5 juta ton garam, 100 ribu ton 
kacang tanah, bahkan pernah mengimpor sebanyak 2 juta ton beras. Pastinya ada 
yang salah dengan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia menyangkut 
sektor pertanian. Pasti juga ada agen kapitalis yang bermain di balik 
penindasan yang terjadi terhadap para petani Indonesia ini.

Untuk pemenangan PEMILU dan PILPRES(selain "PROYEK CENTURY"), demi bertahannya 
rezim 'anak manis' ini, maka majikan dari luar memberi bantuan pinjaman sekitar 
50 trilyun untuk mengambil hati orang desa, masyarakat miskin,dan pegawai 
negeri (PNPM, BLT, GAJI ke-13, JAMKEMAS, KUR, RASKIN, dll). Utang makin 
bertambah demi citra rezim di mata rakyat 'bodoh'. Ditambah lagi dengan UTANG, 
untuk kesejahteraan pegawai DEPKEU atas nama REFORMASI BIROKRASI, sebesar 
hampir 15 trilyun, yang menghasilkan GAYUS MARKUS. Alamak..., makin sempurna 
kejahatan rezim ini!

Penerimaan negara dari mineral dan batubara (minerba) hanya 3 persen (21 
trilyun pada tahun 2006). Padahal kerusakan lingkungan dan hutan yang terjadi 
sangat dahsyat dan mengerikan!. Devisa remittance dari para tenaga kerja 
Indonesia (TKI) saja bisa mencapai 30 trilyun pada tahun sama. Jadi kemanakah 
larinya hasil emas, tembaga, nikel, perak, batubara,timah,aluminium dan 
seterusnya, yang ribuan trilyun itu?...

Dari permainan ekspor-impor minyak mentah, pelaku perburuan rente migas 
'terpelihara', dan setiap tahun negara dirugikan sampai 4 trilyun. Namun 
menguntungkan 'oknum' tertentu yg dikenal sebagai MR TWO DOLLARS dan memiliki 
hubungan dg penguasa.Inikah penyebab pansus BBM DPR RI tdk berkutik ?Malah 
mantan ketua pansus yang gagal itu jadi MENTERI.

Disepakati kontrak penjualan gas (LNG) ke luar negeri dengan harga antara tiga 
hingga 4 dollar Amerika/mmbtu. Padahal saat kontrak disepakati harga pasar 
internasional US$ 9/mmbtu. Gas dipersembahkan buat siapa? Siapa yang bermain?

Dugaan kekayaan negara yang hilang sia-sia: 1). Dengan memakai asumsi Prof. 
Soemitro 30% bocor, maka kalau APBN 2007 sebesar 750 trilyun, maka bocornya 
lebih kurang 250 trilyun. 2). Penyelundupan kayu/pencurian hasil laut, pasir, 
dan lain-lain 100 trilyun. 3). Potensi pajak yang tidak masuk kas negara tahun 
2002 (menurut Kwik Kian Gie) sekitar 240 trilyun kalau sekarang misalnya dua 
kali lipat, maka angkanya berkisar 500 trilyun. 4). Subsidi ke bank yang sakit 
menurut Kwik 40 trilyun tahun 2002. Maka secara kasar potensi pendapatan negara 
yang hilang sia-sia totalnya 890 trilyun. Itulah salah satu sebab rakyat tetap 
miskin, segelintir orang mahakaya, dan negara tertentu kecipratan menjadi kaya.

Dengan standar buatan Indonesia orang miskin di negeri ini tahun 2006 berjumlah 
39 juta (pendapatan perhari 5.095,-) Tapi kalau memakai standar Bank 
Dunia/standar internasional US$ 2 per hari, maka orang miskin di Indonesia 
lebih kurang 144 juta orang (65%). Lalu apa yang kita banggakan dari pemimpin 
bangsa ini?

Tahun 2005 BPK menemukan 900 rekening gelap senilai 22,4 trilyun milik 18 
instansi pemerintah. Pada waktu itu ada 43 instansi yang belum diaudit. Jadi 
masih banyak uang negara yang gelap yang belum dimanfaatkan. Kenapa mesti 
menghutang untuk memberi rakyat raskin dan BLT? Kenapa jalan-jalan raya di 
tengah kota banyak yang bolong-bolong? Kenapa begitu banyak orang yang mengemis 
di pinggir-pinggir jalan?

Dengan 63 hypermarket, 16 supermarkets di 22 kota (termasuk 29 hypermartket 
Alfa dan jaringannya di seluruh Indonesia), maka Carefour Indonesia 
(komisarisnya jenderal-jenderal) total menguasai bisnis ritel. Bagaimana nasib 
jutaan warung-warung kelontong milik rakyat kecil? Atas nama liberalisme pasar 
semua digusur?

Sampai sekarang jumlah mall dengan konsep one stop shopping di JKT sekitar 80an 
dan akan bertambah tahun ini menjadi 90an .Smentara pasar tradisional  yang 
dikelola PD Pasar Jaya tinggal 150an  dlm keadaan"babak belur".SIAPAKAH PEMILIK 
MALL ?? Smentara penghuni pasar tradisional mayoritas pribumi  yg dengan 
memelas dan menjerit pendapatannya terus melorot.Siapa peduli mereka?Persaingan 
atas nama ideologi apa ini ?Atau penindasan rakyat macam apa ini?

Sepuluh tahun kedepan Indonesia akan impor biji gandum lk 10 juta ton(butuh 
devisa lk 42,5 triliun rupiah).Sekarang masih 5 juta ton/tahun. Itu artinya 
akan jadi importir terbesar didunia. Kebijakan pertanian dan pangan yg tidak 
pro petani/rakyat, membuat kita tergantung pada impor gandum dari AS, Kanada 
dan Australia. Budaya makan mie,roti dll ikut andil(sukses marketing kapitalis 
juga).Padahal di Meksiko mampu memproduksi mie dari tepung jagung atau di China 
Selatan dari tepung beras. Indonesia sebenarnya mampu membuat yang seperti itu 
bahkan tepung sagu melimpahruah, kalau mau. Tapi bisnis impor gandum dan jual 
beli terigu sudah jadi “kerajaan tersendiri” yang dinikmati kapitalis. Tak 
peduli kesengsaraan petani Indonesia.

Tahun 2003 BUMN Indosat dijual ke TEMASEK SINGAPURA dengan harga 5 triliun. 
Selama lk 5 tahun TEMASEK telah meraup keuntungan lk 5 triliun laba dari bisnis 
telekomunikasi tsb. Artinya secara kasar modal sudah kembali. Tahun 2008 
TEMASEK menjual Indosat  ke QATAR TELECOM senilai 16 triliun. Itu keuntungan 
mutlak hanya dalam 5 tahun  dari perusahaan Singapura. Siapa yang pintar dan 
siapa yang “pura-pura bodoh”? Ini salah satu dosa rezim neolib yang tak akan 
dilupakan rakyat.

Sampai saaat ini kebutuhan daging sapi nasional sekitar 400 ribu ton(1,8 juta 
ekor sapi). Dari jumlah tsb baru bisa dipenuhi lk 65%. kekurangannya diimpor 
dari AS, AUSTRALIA, SELANDIA BARU, KANADA, IRLANDIA, BRAZIL. Pemerintah 
mencanangkan swasembada daging sapi thn 2014. tapi yang terjadi sejak tahun 
lalu adalah serbuan daging sapi impor, sapi siap potong impor, daging sapi beku 
impor yang menghantam usaha peternakan rakyat. Tak tergambar bagaimana program 
utk merealisasikan swasembada daging tsb secara gamblang. Tak beda dengan impor 
kedele, jagung, kacang tanah, gula dll berujung pada tdk diberdayakannya secara 
optimal kemampuan petani/peternak utk mengisi pasar dalam negeri guna 
menghadapi kebiasaan impor yang hanya menguntungkan segelintir pengusaha 
/kapitalis. Rezim ini berpihak ke siapa?

Tahun 2008 adalah tahun monumental bagi industri otomotif di Indonesia. 
Tercatat penjualan 607.151 unit mobil dan lk 6.000.000 unit sepeda motor.Tentu 
saja AGEN TUNGGAL PEMEGANG MERK(ATPM) berpesta, apalagi PRINCIPALnya. Apakah 
Pemerintah dan Rakyat Indonesia mendapat manfaat dari pesta tsb ? Ya tentu. 
Tapi tidak sebanyak yang diraih bila Indonesia punya merk mobil nasional 
sendiri lewat pembelian lisensi seperti yang ditempuh Malaysia, India, China, 
Iran dan Korsel. Sudah puluhan tahun gagasan punya merk mobil nasional tapi 
kandas. Tommy, Bakri dan Texmaco sdh mencoba tapi kandas. Apakah karena 
kekuatan kapitalisme pada industri otomotif Indonesia sedemikian mencengkeram 
sehingga kita tak berdaya atau political will yang lemah ? Kenapa Malaysia bisa 
dengan PROTON nya?

Itulah beberapa butir yang membuat kita termotivasi untuk mengadakan perlawanan 
terhadap rezim penghisap, penindas, dan penjajah gaya baru dan antek-anteknya 
di Indonesia kita yang tercinta ini.

Mungkin Anda memiliki data untuk menambah kelengkapan data tersebut, 
dipersilahkan menambahkannya pada tulisan ini.

Keterangan: Sumber data tulisan ini adalah hasil olahan kami dari berbagai 
sumber dan dari tulisan-tulisan: Rizal Ramli, Salamuddin Daeng, Tjatur Sapto 
Edi, Fuad Bawazier, Kwik Kian Gie.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke