Dimohon doa untuk Pak Saurip Kadi, semoga beliau istiqomah dalam perjuangan. Aamiin.
________________________________ From: Al Faqir Ilmi <[email protected]> Sent: Mon, June 28, 2010 2:16:54 PM Subject: [kmnu2000] SATU PELURU BUAT KEPALA KETUA KPK: SIAPA BERANI? From: [email protected] <[email protected]> Subject: Fw: [jurnalisme] SATU PELURU BUAT KEPALA KETUA KPK: SIAPA BERANI? To: Date: Monday, June 28, 2010, 5:18 AM SATU PELURU BUAT KEPALA KETUA KPK: SIAPA BERANI? SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama: Saurip Kadi. Umur: 59 Tahun. Tempat/Tanggal Lahir: Brebes, 18 Januari 1951. Pekerjaan: Purnawirawan TNI-AD (Pangkat Terakhir Mayor Jenderal TNI) Alamat: Jln Rantai Timah G – 25 KPAD Bulakrantai Kramatjati Jakarta Timur. Telepon Rumah /HP: 021 809 3531 / 0815 186 5758. Berkaitan dengan pengajuan saya untuk ikut dalam seleksi Calon Pengganti Pimpinan Komisi Tindak Pidana Korupsi (KPK) dengan ini menyatakan dengan sesungguh-sungguhnya, bahwa jika saya terpilih menjadi Ketua KPK, saya sanggup untuk: 1. Tidak melakukan jual beli perkara, tidak terlibat Makelar Kasus (Markus), tidak menerima suap atau imbalan atau janji atau hal-hal yang sejenis yang berhubungan dengan tugas dan jabatan sebagai Ketua KPK. 2. Memproses dengan cepat, tidak membiarkan, tidak mengolor-olor waktu dalam menangani kasus korupsi yang berskala besar utamanya kasus yang dapat menghancurkan sendi-sendi kehidupan negara dan peradaban bangsa. Dan bila ternyata saya melanggar kedua butir tersebut diatas, dengan cukup menggunakan indikasi yang secara akal sehat menyimpulkan bahwa saya tidak memenuhi atau gagal melaksanakan janji tersebut, dengan ini saya mengumumkan kepada masyarakat luas bahwa: saya menyiapkan 1 (satu) butir peluru untuk saya tembakkan dengan tangan saya sendiri ke kepala saya. Sikap ini saya ambil sebagai bukti terkoyaknya jiwa kemiliteran saya yang tidak mungkin membiarkan kondisi amburadulnya negeri ini terus berkembang. Disatu sisi segenap prajurit TNI dengan tulus ikhlas siap mengorbankan jiwa dan raga demi kepentingan negara dan bangsa, disisi lain praktek korupsi semakin merajalela dan saat ini sudah pada tingkat membahayakan sendi-sendi kehidupan negara dan peradaban bangsa. Demikian Surat Pernyataan ini saya buat tanpa paksaan dari pihak manapun juga dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan per Undang- undangan yang berlaku. Jakarta, 3 - Juni - 2010. Saya Yang Membuat Penyataan: Saurip Kadi, SE, MBA Mayor Jenderal TNI (Purn) [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
