subhanallah.. saya jadi ingat kisah ini pernah diceritakan Gusdur dengan versi yang juga menyentuh perasaan ketika disebutkan Jibril menahan ruku dengan sayapnya..
2010/6/22 Hasan Abdurrahim <[email protected]> > http://www.dakwatuna.com > > Kala Ali Telat Subuh Berjamaah > > Oleh: Mochamad Bugi > > > dakwatuna.com Dini hari itu Ali bin ABi Thalib bergegas bangun untuk > mengerjakan shalat Subuh berjamaah di masjid bersama Rasulullah. > Rasulullah tentulah sudah berada di sana. Rasanya, hampir tidak pernah > Rasulullah keduluan orang lain dalam berbuat kebaikan. Tidak ada yang > istimewa karena memang itulah aktivitas yang sempurna untuk memulai > hari, dan bertahun-tahun lamanya Ali bin Abi Thalib sudah sangat > terbiasa. > > Langit masih gelap, cuaca masihlah dingin, dan jalanan masih pula > diselimuti kabut pagi yang turun bersama embun. Ali melangkahkan > kakinya menuju masjid. Dari kejauhan, lamat-lamat sudah terdengar > suara Bilal memanggil-manggil dengan adzannya yang berkumandang merdu > ke segenap penjuru Kota Madinah. > > Namun belumlah begitu banyak melangkah, di jalan menuju masjid, di > hadapannya ada sesosok orang. Ali mengenalinya sebagai seorang kakek > tua yang beragama Yahudi. Kakek tua itu melangkahkan kakinya teramat > pelan sekali. Itu mungkin karena usianya yang telah lanjut. Tampak > sekali ia sangat berhati-hati menyusuri jalan. > > Ali sebenarnya sangat tergesa-gesa. Ia tidak ingin tertinggal > mengerjakan shalat tahyatul masjid dan qabliyah Subuh sebelum > melaksanakan shalat Subuh berjamaah bersama Rasulullah dan para > sahabat lainnya. > > Ali paham benar bahwa Rasulullah mengajarkan supaya setiap umat muslim > menghormati orang tua. Siapapun itu dan apapun agamanya. Maka, Ali pun > terpaksa berjalan di belakang kakek itu. Tapi apa daya, si kakek > berjalan amat lamban, dan karena itu pulalah langkah Ali jadi > melambat. Kakek itu lemah sekali, dan Ali tidak sampai hati untuk > mendahuluinya. Ia khawatir kalau-kalau kakek Yahudi itu terjatuh atau > kena celaka. > > Setelah sekian lamanya berjalan, akhirnya waktu mendekati masjid, > langit sudah mulai terang. Kakek itu melanjutkan perjalanannya, > melewati masjid. > > Ketika memasuki masjid, Ali menyangka shalat Subuh berjamaah sudah > usai. Ia bergegas. Ali terkejut sekaligus gembira, Rasulullah dan para > sahabat masih rukuk pada rakaat yang kedua. Berarti Ali masih punya > kesempatan untuk memperoleh shalat berjamaah. Jika masih bisa > menjalankan rukuk bersama, berarti ia masih mendapat satu rakaat > shalat berjamaah. > > Sesudah Rasulullah mengakhiri shalatnya dengan salam, Umar bin Khattab > memberanikan diri untuk bertanya. Wahai Rasulullah, mengapa hari ini > shalat Subuhmu tidak seperti biasanya? Ada apakah gerangan? > > Rasulullah balik bertanya, Kenapakah, ya Umar? Apa yang berbeda? > > Kurasa sangat lain, ya Rasulullah. Biasanya engaku rukuk dalam rakaat > yang kedua tidak sepanjang pagi ini. Tapi tadi itu engkau rukuk lama > sekali. Kenapa? > > Rasulullah menjawab, Aku juga tidak tahu. Hanya tadi, pada saat aku > sedang rukuk dalam rakaat yang kedua, Malaikat Jibril tiba-tiba saja > turun lalu menekan punggungku sehingga aku tidak dapat bangun iktidal. > Dan itu berlangsung lama, seperti yang kau ketahui juga. > > Umar makin heran. Mengapa Jibril berbuat seperti itu, ya Rasulullah? > > Nabi berkata, Aku juga belum tahu. Jibril belum menceritakannya kepadaku. > > Dengan perkenaan Allah, beberapa waktu kemudian Malaikat Jibril pun > turun. Ia berkata kepada Nabi saw., Muhammad, aku tadi diperintahkan > oleh Allah untuk menekan punggunmu dalam rakaat yang kedua. Sengaja > agar Ali mendapatkan kesempatan shalat berjamaah denganmu, karena > Allah sangat suka kepadanya bahwa ia telah menjalani ajaran agamaNya > secara bertanggung jawab. Ali menghormati seorang kakek tua Yahudi. > Dari pegnhormatannya itu sampai ia terpaksa berjalan pelan sekali > karena kakek itupun berjalan pelan pula. Jika punggungmu tidak kutekan > tadi, pasti Ali akan terlambat dan tidak akan memperoleh peluang untuk > mengerjakan shalat Subuh berjamaah denganmu hari ini. > > Mendengar penjelasan Jibril itu, mengertilah kini Rasulullah. Beliau > sangat menyukai perbuatan Ali karena apa yang dilakukannya itu > tentunya menunjukkan betapa tinggi penghormatan umat Islam kepada > orang lain. Satu hal lagi, Ali tidak pernah ingin bersengaja terlambat > atau meninggalkan amalan shalat berjamaah. Rasulullah menjelaskan > kabar itu kepada para sahabat. > > http://www.dakwatuna.com/2010/ayah-shalat-subuh/ > > > ------------------------------------ > > ______________________________________________________________________ > http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir > dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda > harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: > [email protected] > Yahoo! Groups Links > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
