Partai yang menamakan dirinya "Hizbul Islam" (Partai Islam) di negara Somalia, 
Afrika yang gencar mensosialisasikan dan menyebarkan ajaran Salafi dan Wahabi 
melarang tontonan sepak bola dan mengeluarkan fatwa bahwa siapapun yang 
tertangkap basah sedang menonton sepak bola di depan umum maka ia akan dicambuk.

Berita
terakhir berkaitan dengan hal ini disebutkan bahwa sampai sekarang sudah dua 
orang di daerah Mokadisu, ibu kota Somalia meninggal dunia saat menonton sepak 
bola dan 10 orang lainnya ditangkap di sebuah rumah di kota ini saat 
menyaksikan pertandingan ArgentinaVSNegeria.

Saat
menjelaskan sebab pelarangan menonton sepak bola ini, Muhammad Abdi Arus 
menyatakan: Karena menonton sepak bola itu menyebabkan terbuang-buangnya waktu 
dan uang dan menyaksikan kaum pria dan wanita gila yang sedang meloncat-loncat 
(mendukung tim kesayangannya) adalah hal yang tak ada gunanya. Oleh karena itu, 
menonton sepak bola itu dilarang.


Sesuai
laporan ini, beberapa partai lain yang juga berafiliasi ke kelompok Salafi pun 
memiliki peraturan dan ketetapan yang kurang lebih sama dengan hal ini. Mereka 
mengancam anak-anak muda supaya tidak menonton sepak bola, meskipun dari rumah 
mereka sendiri.


Perlu
disebutkan dan dicatat bahwa mazhab Salafi adalah mazhab yang lahir setelah 
abad dari masa Rasul saw dan karena mereka sangat jauh dari penafsir sejati 
agama, yaitu ahlul bait (as),mereka menawarkan ajaran yang menyimpang dan 
identik dengan kekerasan.

Ajaran
ini terkadang ditopang oleh pemerintahan seperti Saudi yang berusaha menghapus 
peninggalan peradaban Islam, dan terkadang dalam bentuk pemerintahan Taliban 
yang sangat menyengsarakan rakyat Afganistan atau dalam bentuk mazhab yang
konservatif yang sangat menyakitkan rakyat Afrika.

Padahal
ajaran Islam yang diusung oleh Nabi saw dan ahlul baitnya dapat menjadi teladan 
abadi dalam kasih sayang, toleransi dan perdamaian serta persahabatan antara 
manusia.

Menurut Kantor Berita Ahlul Bait, ABNA

Kirim email ke