Sudah lah, Pak. Jangan percaya pada baju.... Untuk hidup di negeri Pancasila, 
siapapun pada akhirnya harus menerimanya. Meski pura-pura.

Sebagian dari kita menganggap... bahwa politik itu perang... kalau perang, 
berarti siapapun akan menghalalkan penipuan (khid'ah)

Kita mencermatinya dari dalam.... pernikahan pada pokoknya adalah hubungan 
kemanusiaan dan demi kemanusiaan, sampai Allah pun mengizinkan untuk menikah 
antar beda keyakinan (seperti dengan Ahli Kitab)... tapi ... karena sebagian 
kita menganggap suasana dirinya dalam kondisi perang... ia pun membuat 
bid'ah.... yaitu hanya menikahkan antar anggota saja... dan diatur oleh mentor 
saja untuk mentee-mentee saja. Meski para mentee harus bertolak-belakang dengan 
keinginan orang tua mereka, mereka harus menjalankan bid'ah ini.

Sesungguhnya, Indonesia ibarat daging yang terancam untuk dicabik-cabik dan 
diperebutkan oleh burung-burung dan serigala pemakan daging.

Apakah yang bisa diperbuat? Oh, aku mengadukan kepedihan ini hanya kepada Allah 
yang memutar-balik segala hal sekehendak-Nya.





________________________________
From: abdul <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, June 30, 2010 11:27:01 PM
Subject: [kmnu2000] PKS tukar baju dari Fundamentalis menjadi Pluralis.?

  
Bismilahirrahmanirrahiim
Apakah ini hanya tipuan atau benar2 sudah sadar bahwa
ajaran Islam itu adalah menghormati setiap keyakinan beragama.

Apakah PKS hanya tukar baju agar pemilihan umum 2014 meraih suar lebih banyak?
Kalau itu tujuan petinggi2 PKS, ALLAH Maha tahu apa yg ada
dlm hati anda semua..

Kami masih melihat dimana orang2 PKS masih ingin memaksakan syariat
Islam seperti di aceh dan Indonesia umumnya.

Apakah PKS ikut2 mengharamkan ahmadiyah, liberal dan Secular?

Kalau agenda2 itu masih ada dlm PKS, artinya PKS hanya tukar baju, tapi isinya
sama.....atau dgn kata lain,...serigala berbaju domba..

Kami masih berhati hati dgn PKS...
SDan mendokan semuga PKS benar2 mentaati ajaran2 Islam yang suci, bukan ajaran2
Islam Fundamentalis yg sudah terkontaminasi dgn hadits2 palsu dan kitab2 sejarah
para sahabat2.

salam


 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke