Rekomendasi Konferensi Persaudaraan Muslim Dunia 
25/12/2009 
Konferensi Persaudaraan Muslim Dunia yang diselenggarakan Pengurus Besar 
Nahdlatul Ulama (PBNU), Sabtu-Ahad 19-20 Desember 2009 di Hotel Sultan 
Jakarta telah berakhir. Konferensi ini ditutup dengan pembacaan 
rekomendasi yang diwakili oleh 5 orang peserta yakni Mufti Syiria Dr 
Abdul Fattah Bazzam, Sekjen World Council of Proximity of Islamic School of 
Thoughts Iran Ayatullah Muhammad Ali Tashkiri, Ketua Umum PBNU KH A. Hasyim 
Muzadi, Majelis Ulama Lebanon Syekh Ahmad Zein, dan Dirjen Bimas Islam 
Departemen Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar.

Para ulama dan cendekiawan yang hadir dari beberapa negara Muslim, dalam 
rekomendasi yang dibacakan Abdul Fattah Bazzam, menegaskan bahwa 
persatuan merupakan hal yang paling mendasar bagi umat Islam. Hal ini 
telah ditekankan dalam Al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad SAW. Umat 
islam harus menjauhi sifat ektirem dan fanatisme kelompok.

Para ulama juga menyesalkan terjadinya perpecahan dan permusuhan yang 
terjadi di kalangan umat Islam akibat perbedaan madzab. Umat diimbau 
mengadakan pendekatan dan bekerjasama dengan kelompok Muslim lainnya.

Kelompok-kelompok dan madzhab-madzab di berbagai negara Muslim diminta 
menyelesaikan berbagai perselisihan dengan cara berdialog. Umat Muslim 
yang berbeda-beda kelompok dan madzab jangan sampai mengkafirkan yang 
lainnya, apalagi menghalalkan darah, tanah air, serta harta benda.

Rekomendasi lainnya, para ulama mengimbau umat Muslim seluruh dunia 
untuk menghormati Al-Qur’an dan Nabi Muhamad SAW. Salah satu bentuk 
penghormatan terhadap Nabi adalah tidak diperkenankan melukiskan atau 
menvisualkan sosok Nabi.

Muktamirin atau peserta konferensi juga mengimbau lembaga pendidikan, 
organisasi Muslim dan perangkat-perangkatnya di seluruh dunia untuk 
meningkatkan peran pengabdian terhadap umat. Rekomendasi lainnya adalah 
menuntut pembebasan al-Quds dan tanah Palestina.

www.nu.or.id


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke