TEMPO Interaktif, Jakarta:   Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) berencana menemui 
Front Pembela Islam  (FPI) untuk meminta dukungan melawan rencana Hari 
Pembakaran Al Qur'an  Sedunia di AS.

Koordinator GPP, Damien Dematra memaparkan,  Gereja Dove World Outreach Center 
di Florida, AS berencana melangsungkan  Hari Pembakaran Al Quran Sedunia pada 
peringatan tragedi World Trade  Center 11 September mendatang, yang kebetulan 
bertepatan dengan hari  raya Idul Fitri tahun ini. Menurut Damien, gereja 
tersebut menganut  aliran interdenominasi, yang bukan merupakan mainstream 
dalam 
agama Kristen.

"Rencana itu 99 persen dipastikan akan terlaksana," kata Damien ketika  
dihubungi Tempo, Selasa (17/8). Damien mengaku, pihaknya selalu  memonitor 
rencana tersebut. "Saat ini sudah banyak orang yang mengirim  Al Quran kepada 
mereka untuk dibakar," ujarnya.

Untuk itu, GPP  berencana menemui FPI untuk melakukan dialog. "Sebenarnya sudah 
lama  kami ingin berdialog dengan pihak yang tidak sehaluan dengan kami,  
terkait prinsip kebebasan umat beragama," ujar Damien, yang juga seorang  
penulis dan sutradara ini.

Damien menjelaskan, ada dua hal  yang diharapkan dari dialog tersebut. Pertama, 
FPI mengeluarkan  pernyataan melawan rencana Hari Pembakaran Al Quran Sedunia. 
Kedua,  seperti dikatakan oleh Damien, "Kalaupun rencana itu tetap terlaksana,  
FPI diharapkan supaya tidak terprovokasi."

Damien juga  menjelaskan, selain dengan FPI, GPP juga berencana menggalang 
dukungan  dari sejumlah agama, di antaranya Nadhlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, 
 
termasuk dari elemen agama non-Islam. Pertemuan dengan FPI ini  dijadwalkan 
besok, Rabu (18/8) di kantor FPI di Petamburan, Jakarta.


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke