Pelindo III minta Kodeco Taati Rekomendasi Awal

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III meminta Kodeco Energy Ltd tetap
melaksanakan rekomendasi awal yang dikeluarkan pihak Administratur
Pelabuhan (Adpel) Tanjung Perak, Surabaya agar menanam pipa migas
sedalam minimal 6 meter dari dasar laut. 

 "Kami minta Kodeco
menaati rekomendasi awal yang dikeluarkan Adpel Tanjung Perak," kata
Humas PT Pelindo III, Iwan Sabatini, di Surabaya. 

 Rekomendasi
tersebut dikeluarkan Adpel Tanjung Perak agar keberadaan pipa migas
milik Kodeco itu tidak membahayakan kapal yang melintas di Alur
Pelayaran Barat Surabaya (APBS). 

 "Keberadaan pipa Kodeco itu
sampai saat ini tidak hanya membahayakan APBS, tetapi juga membahayakan
seluruh masyarakat Jatim dan Indonesia bagian timur," katanya. 


Ia menilai kebijakan pemerintah terkait pembatalan relokasi pipa Kodeco
itu tidak rasional dan tidak memihak kepentingan masyarakat. 


Menurut dia, pipa yang terpasang di APBS itu tepat berada di bouy 6 dan
bouy 7 yang termasuk alur paling sempit karena hanya sekitar 100 meter
sehingga kapal yang keluar-masuk Pelabuhan Tanjung Perak harus antre. 


Sebelumnya, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP
Migas) tidak mewajibkan Kodeco memindahkan pipa yang selama ini
dianggap memotong APBS. 

 Saat ini pipa tersebut tertanam di
bawah dasar laut sedalam 2,7 meter. Kemudian sesuai instruksi BP Migas,
pipa tersebut harus diperdalam 2,5 meter lagi. 

 "Jadi tidak
perlu direlokasi karena risikonya sangat besar. Listrik di Jatim bisa
padam," kata Kepala BP Migas Perwakilan Jawa Timur, Papua, dan Maluku,
Hamdi Zainal, di Surabaya, Rabu (6/1) lalu. 

 Menurut dia,
migas yang dialirkan melalui pipa itu mencapai 120 MMSCFD (million
metric standard cubic feed per day) dan bisa menghasilkan energi
listrik 600 megawatt. 

 Iwan tetap mengkhawatirkan keberadaan
pipa Kodeco itu, meskipun penanamannya akan diperdalam lagi.
"Seharusnya Kodeco mematuhi rekomendasi Adpel," katanya. 


Sebelumnya kabel bawah laut milik PT PLN yang berada di APBS tersangkut
jangkar Kapal Motor (KM) Kirana III jurusan Sampit-Surabaya. 


Akibat peristiwa itu, listrik di Pulau Madura padam selama lima jam.
Lokasi kabel PLN itu hanya beberapa meter dari lokasi pipa Kodeco.



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke