Dear All,

Kasus ini memprihatinkan dan saya serta beberapa rekan
telah beberapa kali ini menyaksikan dengan mata kepala
sendiri betapa banyak pengendara mobil dan motor yang
coba menghindari razia, akhirnya dikeroyok rame-rame
oleh oknum petugas. (Bahkan ada yang sambil
mengeluarkan becengnya). Apakah ini sebagai arti dari
kampanye SBYJK " Bersama Kita Bisa ..."? Maka dalam
setiap razia sekarang, ada missi agar Bersama Kita
Bisa..... dengan keroyokan kita pasti bisa. Tinggal
tunggu saja, rakyat sekarang makin kritis. Kalau
gantian rakyatnya rame-rame main keroyok aparat, baru
deh muncul jargon baru dari rakyat " Bersama kita
bisa......" bikin aparat kapok.

Ironis namun inilah kasus pelanggaran HAM terbesar dan
terbaru abad ini yang dilakukan oleh kalangan oknum
kepolisian RI lewat program barunya Operasi Razia
(dalam rangka mengejar gembong teroris). Luarrrrr
biasa.....

Bagaimana di daerah lain ?


Salam,


Firdaus
---------------------------------------------

Mahasiswa Trisakti Dikeroyok Polisi 
Lupa Membawa STNK Mobil Saat Ada Razia



Jakarta, Kompas - M Rezaldo Hidayat (21), mahasiswa
semester VII Fakultas Hukum Universitas Trisakti,
babak belur dan diduga kuat dikeroyok polisi.
Peristiwa itu terjadi ketika Rezaldo lupa membawa STNK
mobil Isuzu Panther biru yang ia kendarai ketika
polisi melakukan razia di Jalan Palmerah Utara,
Jakarta.

”Tidak seharusnya polisi memperlakukan anak saya
seperti itu. Dia (Rezaldo) bukan penjahat atau
perampok. Bahkan, penjahat atau perampok sekalipun
tidak selayaknya diperlakukan seperti itu.
Penganiayaan itu dilakukan justru setelah anak saya
menyerahkan STNK mobil,” kata R Hidayat Narikar, ayah
Rezaldo, Jumat (9/12).

Menurut Hidayat, kelalaian bisa saja terjadi. Apalagi
mobil Isuzu Panther warna biru B 2934 QU bukan mobil
bawaan Rezaldo setiap harinya karena Rezaldo biasa
membawa Suzuki Katana.

Rezaldo mengungkapkan, pemukulan terhadap dirinya
dilakukan lebih dari satu orang. ”Ada 20-an orang.
Mereka memukul bergantian,” katanya.

Uang Rp 2,5 juta hilang

Baik Hidayat maupun Rezaldo meyakini pengeroyokan
dilakukan dengan penuh sandiwara, seperti sudah
dikondisikan. Bahkan, belakangan diketahui uang
Rezaldo Rp 2,5 juta yang dia simpan di laci dashboard
hilang.

”Seingat saya yang masuk mobil orangnya berpakaian
preman, agak tua, rambutnya warna putih, dan memakai
kaus,” katanya.

Rezaldo menceritakan, pengeroyokan itu berawal saat
dia melintas Jalan Palmerah Utara, sehabis mengambil
uang dan membayar tagihan telepon seluler di
Perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat, pada Kamis pukul
00.30.

Ketika dihentikan, polisi menanyakan STNK dan SIM.
”Saya cari STNK di laci kok enggak ada. Terus saya
serahkan SIM A sambil bilang kalau STNK ketinggalan di
rumah. Tetapi, saya bilang rumah saya dekat, biar adik
saya yang ngantar. Paling lima menit datang,” kata
Rezaldo.

Lima menit kemudian, Antonio Hidayat, adik kandung
Rezaldo, datang membawa STNK. Rezaldo menunjukkan STNK
itu kepada polisi. Pada saat bersamaan, Rezaldo
melihat mobilnya sedang dinyalakan oleh polisi
berpakaian preman dan hendak dibawa.

Entah bagaimana ceritanya, mendadak polisi berpakaian
preman itu turun dari mobilnya lalu berteriak, ”Saya
bukan maling! Saya ini polisi!” Dia pun lantas
menyorong-nyorongkan tubuhnya ke badan Rezaldo. Pada
saat itu juga, sebuah pukulan mendarat di wajah
Rezaldo, lalu ke bagian dada, perut. Ia bahkan
diinjak-injak. Antonio, Dian, dan Yadi yang mau
melerai bahkan dipukul pentungan. Yadi sendiri sempat
ditodong senjata api.

Ketika ditemui di rumahnya, Rezaldo sedang terbaring
lemah. Ia juga masih kerap muntah dan sakit bila buang
air. Sekarang dia masih menjalani perawatan internis
di RS Pertamina.

Kepala Polres Jakarta Barat Komisaris Besar Safaruddin
membenarkan adanya laporan itu. ”Pemukulan itu,
sepanjang laporan yang saya terima, dilakukan satu
orang, namanya lupa. Disebabkan kesalahpahaman yang
mengundang emosi,” katanya. (MAS)

 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

********************
Situs untuk Jual Beli Barang
untuk keluar dari mailing list ini silahkan kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kolom/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke