Semoga bisa berguna dan tolong sebar luaskan kepada keluarga dan teman
teman kita tercinta.

Sumber: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=161266

BAHAN PENGAWET
BPOM Janji Tarik
Lima Merek Minuman

Kamis, 30 November 2006
JAKARTA (Suara Karya): Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)
menindaklanjuti temuan Komite Masyarakat Anti Bahan Pengawet (Kombet)
terkait minuman isotonik (pengganti cairan tubuh), jus, teh/kopi, dan
tasted beverage berpengawet.

    Minuman kemasan tersebut, menurut temuan Kombet, melanggar
ketentuan pelabelan serta pencantuman kandungan bahan pengawet natrium
benzoat dan kalium sorbat.

    Dari pengaduan Kombet, BPOM menguji 9 produk minuman kemasan dari
berbagai ketegori. Tetapi menurut dokumen BPOM yang diperoleh Suara
Karya, tindakan berupa penarikan dari pasar, penggantian label, atau
pemusnahan hanya dilakukan terhadap 5 produk. BPOM tidak
menindaklanjuti 4 produk lainnya karena tidak terdaftar dalam
database-nya.

    "Dari sembilan produk yang dinyatakan melanggar, ada empat produk
yang tidak terdaftar pada database Badan POM," kata Deputi Kepala BPOM
bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Dedi Fardiaz,
dalam dokumen berkop resmi Badan POM tertanggal 27 November 2006.

    Terhadap empat produk tak terdaftar itu, kata Dedi, BPOM sedang
melakukan tindak lanjut mencari sample di pasar. Kesembilan produk
yang ditengarai melanggar ketentuan adalah Mizone, Zporto, Mogu-mogu,
Jungle Jus, Zestea, Boyzone, Zegar Isotonik, Kopi Kap, dan Jolly Cool.
Sementara lima produk yang akan ditarik BPOM dari pasar adalah Mizone,
Zporto, Mogu-mogu, Jungle Jus dan Zestea.

    Direktur Eksekutif Kombet Nova Kurniawan mengatakan, BPOM berjanji
akan menarik 5 produk dari 9 produk itu. "Kalau produsen tidak menarik
produknya, Badan POM yang akan menariknya," kata Nova, yang mengatakan
sudah bertemu dengan Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan Badan
POM, Sukirman Said Umar. Menurutnya, Kombet mendapat jaminan produsen
diberi waktu sepekan untuk menarik produknya. Selanjutnya, jika semua
sudah terkumpul, akan dimusnahkan.

    "Kalau Badan POM tak serius, Kombet akan melakukan class action,"
kata Nova di Jakarta, Rabu (29/11). Nova mengaku belum melihat surat
BPOM yang diajukan kepada produsen. "Badan POM takut surat itu jatuh
ke tangan pers sehingga bisa dikhawatirkan merusak citra produsen,"
ujar dia.

    Menurut hasil survai Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan
Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), 73,3 persen masyarakat
Jabodetabek gemar minuman kemasan. Dari 800 responden, 52,5 persen
mengaku dalam sebulan mengonsumsi minuman kemasan 10 kali.

    Deputi Direktur LP3ES Naning Mardiniah menjelaskan, kegemaran itu
tak dibarengi pengetahuan bahaya bahan pengawet dalam minuman kemasan.
"Sebanyak 64,8 persen responden tidak tahu jenis bahan pengawet
seperti natrium benzoat," katanya di kantornya, Rabu kemarin.

    Meski tanpa rekomendasi khusus, Naning berharap hasil survei
tersebut bisa menjadi pegangan bagi para pengambil keputusan di
tingkat pemerintah.

    "Ini juga bahan bagi siapa saja, terutama pengambil keputusan,
untuk melindungi konsumen serta pelayanan kesehatan tidak ada
rekomendasi secara khusus," katanya. (Mangku) 



********************
Situs untuk Jual Beli Barang
untuk keluar dari mailing list ini silahkan kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kolom/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kolom/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke