31 Januari 2008
Kapan lagi Hemat BBM?
sya
Kenaikan harga minyak bumi saat ini, berdampak pada semua sektor
kehidupan. Tidak saja bagi industri, tetapi juga bagi masyarakat yang
banyak menggantungkan kehidupannya pada bahan bakar minyak (BBM).
Dampaknya, hal itu mengganggu kinerja industri dan keadaaan
perekonomian.
Untuk itu, kalangan industri dan masyarakat umum melakukan berbagai
alternatif, untuk melakukan efisiensi penggunaan bahan bakar. Di
antaranya, menggunakan energi alternatif dan memasang alat penghemat
bahan bakar. Terutama untuk efisiensi pemakaian bahan bakar kendaraan
harian maupun operasional.
Saat ini, sebagian masyarakat tidak lagi menggunakan bahan bakar fosil
untuk kendaraan sehari-hari. Mereka sudah ada yang menggunakan energi
alternatif, seperti bio-diesel, energi listrik (mobil listrik, sepeda
listrik dan lainnya), gas, hingga tenaga matahari (energi surya).
Walaupun jumlahnya masih sedikit, langkah ini akan sedikit memberi
pengaruh terhadap pengurangan polusi. Apalagi, akibat polusi yang sudah
demikian parah, sejumlah negara di dunia pun mencoba melakukan
langkah-langkah alternatif dalam mengurangi pemanasan global (global
warming).
Sementara itu, bagi masyarakat yang banyak bergantung pada kendaraan
bermotor untuk operasional sehari-hari, langkah yang dilakukan adalah
penghematan bahan bakar. Untuk itu, upaya yang dilakukan adalah dengan
memasang sejumlah alat penghemat BBM.
Saat ini banyak alat penghemat BBM yang ditawarkan. Di antaranya Broquet
(baca: broke), Rizor Maximizer dan MAG Akselerator. Sejumlah pembalap
nasional seperti Aswin Bahar dan Fitra Eri pun menggunakan alat
penghemat BBM.
Bardan Mahdali, marketing Rizor Maximizer mengatakan, Rizor Maximizer
memiliki keunggulan, yakni kemampuannya dalam mengombinasikan efisiensi
tanpa mengurangi performa kendaraan. Namun, alat ini berfungsi sekaligus
untuk mengurangi emisi gas buang, sebagai hasil riset selama 30 tahun
para anak bangsa.
Keuntungan memakai Rizor Maximizer adalah sistem aliran bahan bakar
menjadi sangat terpadu, kinerja mesin menjadi lebih baik yang terlihat
pada suara yang lebih halus, getaran yang lebih kecil, asap yang lebih
sedikit dan kinerja keseluruhan mesin yang lebih handal. ''Semua hal
tersebut di atas akan menghasilkan mesin bekerja lebih ringan, lebih
baik dan berumur lebih lama. Sekaligus memenuhi standar uji emisi gas
buang yang ditetapkan oleh pemerintah,'' ujar Bardan.
Sementara itu, Blontang, marketing MAG Akselerator menyatakan, MAG
Akselerator adalah sebuah alat kecil yang berfungsi menjaga stabilitas
pasokan unsur kimia yang membentuk senyawa bensin atau solar dan udara
yang dibutuhkan untuk pembakaran pada mesin sehingga berdampak terhadap
tenaga mesin, penghematan BBM sekaligus keawetan pemakaian oli. ''MAG
Akselerator akan membuat suara mesin lebih halus, lebih bertenaga dan
hemat konsumsi bahan bakar sedikitnya 10 persen dan membuat usia masa
pakai oli mesin lebih panjang sedikitnya 1.000 kilometer,'' tegasnya.
Kelebihan lainnya, jelas dia, alat ini dapat membuat mesin lebih
bertenaga, tidak berisik meski gigi persneling berada pada posisi tinggi
dan kendaraan akan mudah dikemudikan meski pada medan yang berat.
Ditambahkannya, MAG Akselerator cocok dipasang pada kendaraan berbahan
bakar Pertamax atau bahan bakar berkadar oktan tinggi. Selain itu,
lanjut Blontang, alat ini juga sangat ramah lingkungan, karena semua
unsur pada bahan bakar akan terbakar habis secara sempurna. ''Gas buang
yang keluar lewat knalpot bukan lagi berupa karbon monoksida yang
berbahaya dan mematikan,'' tegasnya.
Instalasi
Dilihat dari jenisnya, cara pemasangan alat ini pun berbeda-beda. Ada
yang dipasang di dalam tangki, namun ada pula yang dipasang di luar
tangki, yaitu menyatu dengan karburator. Contoh seperti ini dimiliki
oleh Broquet.
Blontang mengatakan, MAG Akselerator dipasang pada saluran di antara
tangki bahan bakar dengan karburator atau mesin injeksi. Pemasangan MAG
akselerator semakin bagus bila mendekati karburator/sistem injeksi. Alat
ini, lanjutnya, memiliki masa pakai tidak terbatas alias tidak mudah
rusak atau aus. ''Usianya bisa mencapai lima tahun,'' klaimnya.
Ditambahkannya, alat ini akan berfungsi dengan sempurna bila didukung
perawatan yang memadai. Dua hal penting yang mempengaruhi kerja MAG
Akselerator tidak optimal, kata dia, yaitu kotornya filter udara pada
karburator atau kondisi busi yang kurang bersih. ''Bersihkan selalu
filter dan gunakan busi berkualitas tinggi dengan kerenggangan busi pada
ukuran standar 0,8 mm,' ujarnya.
Sedangkan instalasi untuk alat Rizor, kata Bardan, dilakukan di luar
mesin tanpa melakukan tindakan apapun terhadap mesin. ''Instalasi Rizor
hanya memakan waktu lebih kurang tiga jam (kecuali REPS/Rizor Economic
Power System) dengan langkah-langkah seperti pengujian kendaraan sebelum
instalasi yang meliputi uji efisiensi, uji performa, uji top RPM.
Selanjutnya, dilakukan instalasi Rizor.
Kemudian dilakukan lagi pengujian setelah pemasangan, seperti uji
efisiensi, uji performa dan uji top RPM. ''Tujuannya, agar diperoleh
alat yang tepat sesuai kendaraan bersangkutan,'' jelas Bardan.
Sedangkan untuk REPS, kata Bardan, proses instalasinya harus melalui
proses pengujian sebelum dan setelah pemasangan. Hal itu untuk
menghindari dan membedakan Rizor Maximizer dengan produk lain sehingga
dapat memberi keyakinan kepada konsumennya.
Bardan menambahkan, ada tujuh tipe perangkat Rizor Maximizer yang ada di
pasar. Misalnya, Maximizer 2A (mengeliminasi gejala back pressure di
ruang bakar dan digunakan pada mesin nonturbo). Maximizer 2B (untuk
mempersempit turbo lag serta mengeliminasi back pressure di ruang bakar
dan digunakan pada mesin turbo.)
Kemudian ada Rizor Fuel Power (RFP). Alat ini digunakan pada mesin turbo
dan nonturbo yang berfungsi untuk mengefisienkan pemakaian bahan bakar
dan menyempurnakan sistem aliran bahan bakar. Rizor Fuel Filter (RFF),
saringan bahan bakar yang dapat dicuci dan dibersihkan berulang kali
agar lebih efisien dan efektif.
Selain itu ada pula Rizor Air Filter (RAF). Kegunaannya sama dengan RFF,
efisien dan efektif, tanpa harus membeli lagi penyaring udara. Rizor
Fuel Efficiency Maximizer (RFEM), yang dapat digunakan untuk berbagai
macam kendaraan komersial seperti bus ukuran sedang dan besar, truk
ukuran kecil, sedang dan besar, kereta api serta kapal laut sampai
berbagai macam alat berat berdasarkan Horse Power (HP).
Ada pula Rizor Economic Power System (REPS), yang dapat digunakan pada
pembangkit listrik tenaga diesel berdasarkan KW mesin, Mesin
Boiler/Dryer berdasarkan pemakaian total BBM boiler/dryer. ''REPS
ditujukan untuk efisiensi dan penghematan pemakaian bahan bakar untuk
mesin-mesin industri, genset, mesin boiler dan dryer/oven dalam
perusahaan,'' jelasnya. Dizaman serba sulit dan jmahal ini, kapan lagi
kita mau hemat BBM?
_____
Berita ini dikirim melalui Republika Online http://www.republika.co.id
Berita bisa dilihat di :
http://www.republika.co.id/Cetak_detail.asp?id=321853&kat_id=148
<http://www.republika.co.id/Cetak_detail.asp?id=321853&kat_id=148>
[Non-text portions of this message have been removed]
********************
Situs untuk Jual Beli Barang
untuk keluar dari mailing list ini silahkan kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kolom/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kolom/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/