--- Pada Jum, 19/9/08, Farida Japardi <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Dari: Farida Japardi <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Fwd: FW: Trs: Info: Daging Sampah
Kepada: "Benny Japardi" <[EMAIL PROTECTED]>, "Effie J" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"Irwan Japardi" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Tanggal: Jumat, 19 September, 2008, 4:52 PM






---------- Forwarded message ----------
From: Airin Utama <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 2008/9/19
Subject: FW: Trs: Info: Daging Sampah
To: Adi Utama <[EMAIL PROTECTED]>, Anne <[EMAIL PROTECTED]>, David Budianto 
<[EMAIL PROTECTED]>, Debby Kartika <[EMAIL PROTECTED]>, Diana Sutandar <[EMAIL 
PROTECTED]>, Erwin Susanto <[EMAIL PROTECTED]>, Farida Japardi <[EMAIL 
PROTECTED]>, Frans Enero <[EMAIL PROTECTED]>, Jeannette Boentaran <[EMAIL 
PROTECTED]>, Lily Ekawati <[EMAIL PROTECTED]>, lince perwata <[EMAIL 
PROTECTED]>, Lisa <[EMAIL PROTECTED]>, Martin Alexander <[EMAIL PROTECTED]>, 
Mediyanti <[EMAIL PROTECTED]>, Natania S <[EMAIL PROTECTED]>, Rosny Hendarto 
<[EMAIL PROTECTED]>, Rossa <[EMAIL PROTECTED]>, siu sien <[EMAIL PROTECTED]>, 
Tjia Yen Nie <[EMAIL PROTECTED]>, Wilson Hidayat <[EMAIL PROTECTED]>





Airin Utama 



From: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED];
 [EMAIL PROTECTED]
Subject: FW: Trs: Info: Daging Sampah
Date: Fri, 19 Sep 2008 08:45:26 +0000





 

 
 
5 Tahun Berjualan Daging Sampah Hotel



SP/Yumelda Chaniago 
Wali Kota Jakarta Barat Joko Ramadhan melihat daging olahan sisa hotel dan 
restoran yang digerebek polisi dan petugas Sudin Peternakan dan Perikanan 
Pemkot Jakarta Barat, di kawasan Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta 
Barat, Kamis (11/9). 
 Bau busuk langsung menyeruak begitu SP tiba di depan pintu sebuah ruangan 
berukuran sekitar 5 x 3 meter di Jalan Peternakan I, RT 04, RW 07, Kapuk Jagal, 
Cengkareng, Jakarta Barat pada Kamis (11/9) sore. Ruangan berdinding kayu dan 
berlantai tanah merah itu merupakan sebuah dapur, tempat Darmo (55 tahun), dan 
istrinya Yatmi (50 tahun) mengolah berbagai daging busuk yang akan mereka jual 
kembali. 
Sore itu pasangan suami-istri ini tengah bekerja. Darmo tengah menunggui lima 
penggorengan berisi daging busuk yang tengah digorengnya, ketika tiba-tiba 
sejumlah polisi dari Polres Jakarta Barat, bersama petugas dari Suku Dinas 
Peternakan dan Perikanan, Pemkot Jakarta Barat masuk dan memergoki ulah mereka. 
Wajah Darmo dan Yatmi pun langsung tegang. Apalagi para petugas langsung 
menemukan sejumlah daging busuk yang belum sempat mereka masak. 'Saya enggak 
tahu apa-apa pak. Saya cuma masak, yang ngerti itu bosnya. Dari dialah saya 
mendapat daging-daging yang sedang dimasak ini,' aku Darmo dengan nada panik, 
ketika polisi bertanya mengapa daging yang telah busuk dimasaknya kembali. 
Darmo bergegas keluar dari dapur disusul istrinya. Tampaknya ia sudah tak tahan 
dengan kejaran pertanyaan dari para petugas. Ia kemudian duduk di dipan depan 
rumahnya yang berdinding kayu. 'Saya enggak tahu pak asal daging ini dari mana. 
Pokoknya saya beli dari bos, kemudian saya masak dan jual lagi,' akunya dengan 
wajah ketakutan. 
Petugas terus mencecarnya dengan pertanyaan seputar asal daging itu. Namun, 
Darmo tetap menjawab tak tahu. Ia beralasan sang bos yang menjual daging 
tersebut, datang dan menjual langsung ke rumahnya. 
Padahal saat SP bertanya, bagaimana ia bisa mendapatkan daging-daging tersebut, 
Darmo mengaku terkadang kalau sang bos tak datang membawa daging ke tempatnya, 
maka Darmo lah yang akan pergi membeli ke tempat sang bos. Tapi saat ditanya di 
mana tempat sang bos, lagi-lagi ia mengaku tak tahu. 'Enggak tahu saya di mana 
tempat bosnya. Kadang-kadang si bos sudah datang ke tempat saya bawa daging 
dalam karung, terkadang saya yang beli ke sana . Tapi saya enggak tahu 
tempatnya,' katanya kembali menghindar. 
Menurut Kepala Suku Dinas Peternakan dan Perikanan, Pemkot Jakarta Barat, drh 
Chaidir Taufik, berdasarkan penyelidikan yang telah dilakukan stafnya selama 
hampir satu minggu sebelum penggerebekan dilakukan, diduga daging-daging busuk 
yang terdiri atas daging ayam, sosis, ikan, dan usus ayam yang dimasak Darmo, 
diperoleh dari kumpulan sampah-sampah hotel dan restoran. 
'Daging sisa yang telah dibuang ke bak sampah hotel dan restoran, kemudian 
dikumpulkan dan dijual ke orang-orang seperti Darmo. Mereka lalu menggorengnya 
kembali untuk dijual dan dimakan,' kata Chaidir kepada SP, di sela-sela 
penggerebekan. 
Direndam Formalin 
Tak jauh dari dapur rumah Darmo, terdapat sebuah lokasi yang dijadikan tempat 
penampungan dan penyortiran sampah. Di tempat ini tampak belasan orang pemulung 
tengah menyortir sampah dari plastik-plastik sampah berukuran besar. 
Beberapa di antara mereka tampak sibuk memisahkan plastik-plastik bekas botol 
air mineral, kardus, dan lain-lain. Petugas dari Sudin Peternakan dan Perikanan 
pun mendatangi tempat penyortiran sampah tersebut. Di sana , terdapat sebuah 
kardus berisi kumpulan daging beraneka jenis yang belum sempat dipilah. 'Nah 
daging-daging sisa dari tempat inilah yang dimasak kembali untuk dijual,' ujar 
Chaidir. Selain kotor, daging-daging yang berada di tumpukan lokasi penyortiran 
sampah tersebut juga telah membusuk dan bercampur dengan sampah-sampah lainnya, 
aromanya sangat 'menusuk' hidung. 
Chaidir mengatakan, daging-daging busuk tersebut sebelum dimasak kembali oleh 
Darmo, terlebih dahulu dicuci dan direndam dalam formalin agar kembali kenyal 
dan bau busuknya menjadi berkurang. Setelah itu daging digoreng kembali dan 
dijual ke warung-warung makanan, tukang bubur ayam, dan masyarakat luas. 
'Daging ayam yang mereka goreng kembali bentuknya hancur, seperti daging suwir. 
Soalnya mereka mengumpulkannya dari sisa-sisa daging ayam yang tidak habis 
dikonsumsi para tamu hotel atau restoran, sehingga bentuknya tidak utuh,' 
urainya. 
Menurut Darmo, untuk mencerahkan warna daging yang terlihat menghitam akibat 
proses masak yang berulang, daging yang telah digoreng akan diberi adukan bubuk 
pewarna merek rodamin (pewarna tekstil, Red). Bubuk tersebut akan membuat 
daging yang telah dimasak menjadi berwarna kekuningan, sehingga terlihat 
seperti daging yang baru diolah. 'Saya ngasihnya enggak banyak-banyak, biasanya 
satu baskom daging hanya ditaburi setengah bungkus pewarna. Kemudian 
diaduk-aduk supaya warnanya merata,' imbuhnya. 
Daging yang telah dimasak kembali itu, jelas Darmo, ia jual ke sejumlah 
pelanggan yang datang ke rumahnya. Ia mengaku tak mengenal para pelanggan yang 
datang membeli ke rumahnya. Selain itu, istrinya juga membantu menjual dengan 
menggelar lapak di Pasar Pos Duri, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. 'Saya 
menjual semua jenis daging dalam baskom. Biasanya saya jual seharga Rp 1.000 
per bungkus. Isinya daging campur-campur,' aku Yatmi. 
 Lima Tahun 
Darmo mengaku membeli daging-daging yang akan dimasaknya dari seseorang yang 
disebutnya bos. Setiap hari sang bos datang membawa aneka jenis daging yang 
telah dipilah dalam sebuah karung bekas beras. 'Berapa pun banyaknya daging 
yang dibawakan, saya hanya membayarnya seharga Rp 100.000. Mau isinya sedikit 
atau banyak harga belinya tetap, karena borongan,' ungkapnya. 
Dalam satu hari, Darmo mengaku bisa memasak daging sekitar 50-100 kilogram. 
Dari penghasilannya ini ia memperoleh untung sekitar Rp 100.000 per hari. Usaha 
yang telah ditekuninya selama lebih dari 5 tahun ini, diakui Darmo merupakan 
usaha turunan dari mendiang ibunya. 'Dulu saya belajar dagang daging ini dari 
ibu saya yang sudah meninggal. Setelah ibu meninggal usahanya kemudian saya 
teruskan. Untungnya cuma cukup buat makan sehari-hari,' katanya. 
Sementara itu, tetangga Darmo bernama Mirna, mengaku tak tahu jika daging yang 
dijual Darmo berasal dari tempat sampah. Ia hanya melihat setiap hari Yatmi, 
istri Darmo jualan daging di Pasar Pos Duri, Tambora dalam wadah baskom. 
'Enggak pernah tahu kalau daging yang dijualnya itu dari tempat sampah. Malah 
tetangga di sini juga suka ikut beli, soalnya daging yang mereka jual murah.. 
Beli seribu bisa dapat lima potong ikan goreng,' imbuhnya. 
Wali Kota Jakarta Barat, Djoko Ramadhan mengaku terkejut mendapat laporan 
adanya penjualan daging dari tempat sampah tersebut. Terlebih ia mendengar 
perdagangan daging busuk itu tersebar di beberapa tempat di wilayah yang 
dipimpinnya. 'Saya minta Kasudin Peternakan dan Perikanan untuk terus mencari 
lokasi mana saja yang terdapat penjualan daging busuk. Ini benar-benar 
keterlaluan, masak daging sampah dikasihkan pada manusia,' ujarnya dengan nada 
gusar. 
Menurut Djoko, penjual daging busuk tersebut dapat dikenai sanksi sesuai 
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996, tentang Pangan. Ancaman hukumannya pidana 
penjara maksimal 1 tahun, dan atau denda Rp 120 juta. [SP/Yumeldasari Chaniago] 

 
CONFIDENTIAL NOTE: The information contained in this email is intended only for 
the use of the individual or entity named above and may contain information 
that is privileged, confidential and exempt from disclosure under applicable 
law. If the reader of this message is not the intended recipient, you are 
hereby notified that any dissemination, distribution or copying of this 
communication is strictly prohibited. If you have received this message in 
error, please immediately notify the sender and delete the mail. Thank you. 



Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!


Sell your car for just $40 at CarPoint.com.au It's simple! 


Find great deals on eBay Net yourself a bargain



      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

********************
Situs untuk Jual Beli Barang
untuk keluar dari mailing list ini silahkan kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED] Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kolom/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kolom/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke