From: On Behalf Of WIYOSO HADI Sent: Friday, October 24, 2008 5:03 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [SUARA] RE: Trs: Re: Trs: krisis keuangan global Hatur nuhun, ya Pak bagi banyak dari kita adalah sulit untuk hidup idealis penuh integritas dan etika moral ketika (sbgmana mengutip reply di bawah) "banyak anak bangsa ini yang takut kehilangan gaji, tunjangan, honor, SPPD, takut kehilangan jabatan, takut kehilangan pergaulan dan takut-takut lainnya yang berarti telah mengalihkan tuhannya pada jabatan, pada atasan, dan pada ilah-ilah lainnya." Namun bila kita benar2 yakin akan kekuasaan Allah untuk mengubah hati kita & hati orang-orang lain untuk menjadi terbuka dan istiqomah 'insya Allah selalu ada harapan. Tentu keyakinan yang disertai dengan doa dan perbuatan-perbuatan nyata, aksi-aksi mulia akhlak-ul-karimah :-). Maka bila diminta untuk memimpin doa dalam acara-acara tertentu, kata-kata hati yang sering keluar dalam doa hamba daif ini adalah: A'uudzu billahi minasy-syaitonir rajiim Bismillahir Rahmanir Rahiim Al-Fatihah... Ya Allah ya Tuhan kami ampunilah segala dosa kami baik yang besar maupun yang kecil, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, baik yang terucap maupun yang tidak terucap, baik yang lahir maupun yang batin, baik yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui, ampunilah kami.. Ya Allah bukakan hati kami dan hati orang-orang yang di sekitar kami berikanlah kami kebaikan dan jadikanlah kami agen-agen kebaikan di mana saja Ya Allah kabulkanlah doa kami, baik yang terucap maupun yang tidak terucap Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala isi hati. Innallaaha 'aalimu ghaibis samaawaati wal ardhi innahuu 'aliimum bi dzaatish shuduur. Salaamun qaulam mir rabbir rahiim. Subhaanallaahi 'am maa yashifuun Rabbana zhalamna anfusana, wa ilam taghfir lana wa tarhamna la-nakunanna minal-khaasirin. Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil 'akhirati hasanah waqina 'adzaban-nar Walhamdulillaahi Rabbil 'aalamiin ___________________________________ From: dodi syaripudin <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Trs: Re: Trs: krisis keuangan global Saya sampaikan tanggapan yang baik ini dari sahabat saya. semoga bermanfaat bagi kiata semua dalam mengimplementasikan Integritas dan nilai etika bisnis. Amiin Wass. --- Pada Rab, 22/10/08, meindy mursal <[EMAIL PROTECTED]> menulis: Dari: meindy mursal <[EMAIL PROTECTED]> Topik: Re: Trs: krisis keuangan global Kepada: [EMAIL PROTECTED] Tanggal: Rabu, 22 Oktober, 2008, 3:00 AM Ass Wr Wb Pak Dodi yang Saya hormati, Saya sangat sependapat dengan tulisan yang Bapak kirimkan dengan topik sebagaimana di perihal. Sudah lama saya menyimpulkan hal yang sama, yakni integritas dan etika anak bangsa ini yang telah semakin pupus dari keseharian. Dua kata itu bukan tidak dikenal, tapi hanya lebih manis untuk disampaikan dalam tutur kata, bukan perbuatan. Semisal kita mampu untuk merewind lagi kaset-kaset pembicara dan vcd tindakan-tindakan kita ketika berinteraksi di Cibeureum, di Cihampelas, lantai 3 Japati, mungkin Bapak bisa mengenang kembali bagaimana Saya sedang berproses untuk memahami integritas dan etika tersebut. Sampai saat inipun, proses itu masih saya jalani terus, sembari berdoa semoga Allah memberi keistiqomahan hingga akhir hayat. Saya memahami ESQ dan metode-metode lainnya hanya alat bantu untuk menjadikan integritas dan etika terwujud dalam perbuatan. Saya pun memahami, bahwa tidak ada yang buruk dari setiap metoda, yang sering terjadi penggunaan metoda pada objek/ tempat/waktu yang salah Sebagai sharing, secara bertahap saya mencoba menerapkan "mutiara hikmah" berikut ini: Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Membangun integritas dan etika sebagai ujud perbuatan dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Staf terdekat kita di mana pun kita beraktivitas juga merupakan keluarga dekat kita untuk di jaga. Jika kamu melihat ketidak benaran, maka ubahlah dengan "tangan" mu, jika kamu tidak mampu juga, ubahlah dengan lisanmu, dan jika kamu tidak mampu juga, berdoalah, dan itu adalah selemah-lemah iman. Membangun integritas dan etika sebagai ujud perbuatan harus dimulai dengan memaksimalkan penggunaan kekuasaan yang ada/diamanahkan pada diri kira, Jika sudah maksimal baru turun ke peringkat berikutnya melalui lisan, dan jika sudah maksimal juga, baru turun ke peringkat akhir melalui doa. Jadi, bersifat akumulatif. Rasanya, inilah yang tidak dilakukan oleh anak bangsa ini. Banyak di antara kita menerapkan secara terbalik tahapan yang dicontohkan Rasulullah, atau menerapkannya secara acak (tidak akumulatif). Bertaqwalah kamu, Allah akan memberi rezki yang tak terduga- duga, Allah akan memudahkan, dan Allah akan mencukupkan. Kenapa sulit untuk menjadikan integritas dan etika dalam perbuatan, karena banyak anak bangsa ini yang takut kehilangan gaji, tunjangan, honor, SPPD, takut kehilangan jabatan, takut kehilangan pergaulan dan takut-takut lainnya yang berarti telah mengalihkan tuhannya pada jabatan, pada atasan, dan pada ilah-ilah lainnya. Integritas dan etika menjadi langka dalam perbuatan, karena anak bangsa secara sadar ataupun tidak telah terperangkap pada "menuhankan" materi atau dalam doa ketika tawaf (Ref. Tuntunan Haji Depag RI) dinyatakan sebagai harta benda. Saya mencoba memahami bahwa 4 dari 7 putaran ketika para haji bertawaf, para hajj memohon pada Allah terhadap hal-hal yang terkait dengan harta benda. Ini berarti betapa kuatnya godaan terhadap materi bagi manusia, sehingga Rasulullah mencontohkan dengan banyak doa yang terkait dengan materi ketika tawaf . Pada saat tawaf, Rasulullah juga mencontohkan dengan doa " gantilah yang ghaib dari pandanganku dengan kebajikan Mu". Doa itu penuh makna, bila kita ingin menjadikannya sebagai peneguh hati ketika membangun integritas dan etika sebagai perbuatan. Wallahuallam bissawab, Mohon koreksi bila ada yang salah. Semoga Allah senantiasa membarikan kesehatan dan keistiqamahan bagi kita semua. Amin Salam takzim, MM --- On Fri, 10/17/08, dodi syaripudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: dodi syaripudin <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Trs: krisis keuangan global AsWrWb. Sahabat ysh, Setelah mendapat masukan dari sahabat2 yang saya cintai, saya lampirkan lagi surat saya yang hanya berupa urun rembug atas kondisi yang sedang kita hadapi. Namun revisinya masih terbatas pada tata dan gaya bahasa serta tata pengetikan yang lebih rapih. Demikian agar menjadi maklum. Atas perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan banyak terima kasih. Wass. Dodi. [Dikutip dari suaraSUARA: http://groups.yahoo.com/group/suarasuara/ ] PH PRO Indonesia ___________________________________________________________________________ Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/ [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ******************** Situs untuk Jual Beli Barang untuk keluar dari mailing list ini silahkan kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kolom/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kolom/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
